Hitam Putih Kita

Hitam Putih Kita
Pinggiran Kota


__ADS_3

Stefan dan Tori bersama-sama pergi membelah kerumunan tengah kota yang ramai hingga sampai di daerah yang sepi dan minim cahaya, ya mereka menuju ke salah satu tempat terpencil di Roma yang selalu menjadi sarang dunia gelap dan melakukan aksinya lalu sekarang Stefan dan Tori sudah berada di depan sebuah bangunan yang di depannya sama sekali tidak ada penjaga. Butuh waktu hampir satu jam untuk menempuh perjalanan ke tempat ini.


Stefan menyembunyikan motor miliknya di dalam sebuah hutan dan menutupinya dengan tumpukan belukar yang sudah tua. Tori mengeluarkan teropong, dan kaca mata sinar x khusus miliknya.


"Ada sekitar 7 orang ada di balik dinding itu." Tori memberikan satu lagi kaca mata untuk Stefan gunakan. "Pakai ini."


Stefan mengambilnya lalu memakainya. "Apa kau memiliki ide untuk masuk ke sana?"


"Seperti yang sudah kita bahas tadi, anda akan membantu saya sebagai partner dan anda cukup menunggu saya saja di pintu kedua sambil merekam suara mereka. Saya yang akan masuk dan menyelinap di pusat pertemuan dan mengambil rekaman video. Berikan saya isyarat saat kita ingin melakukan pertemuan di sini."


Stefan tidak setuju. "Haa? Tidak aku akan ikut juga," ucapnya.


"Kenapa? Anda mengkhawatirkan saya?" goda Tori.


"Aku hanya takut jika nanti kau malah bergabung dengan mereka dan malah lupa mengambil buktinya," balasnya datar.


"Huh dasar apakah anda tidak bisa jujur saja?" Tori berdiri dan memastikan barang yang dibawanya.


"Lalu ingat." Tori menoleh. "Keselamatan lebih penting dari semuanya."


"Iya saya tahu, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya Tuan." Tori tersenyum.


Stefan menggelengkan kepala. "Tuan Lorenzo yang mengatakan itu."


"Cih," lalu Tori dan Stefan berjalan perlahan dari pinggir-pinggir hutan. Untungnya mereka memakai kaca mata hitam seperti orang-orang di dalam.


Pertama Stefan dan Tori berpisah di pintu pertama, mereka akan berkomunikasi melalui jam tangan digital sedangkan Tori masuk dan menyelinap lebih dalam.


"Hei," panggil seorang pria besar dengan pakaian serba hitam tidak lupa dengan samurai yang ada di pinggangnya. Tori langsung terkesiap.


"Siap senior," ucapnya.


"Siapa kau? Aku tidak pernah melihatmu di sini." Stefan sudah mewanti-wanti kejadian ini, sebelum mereka berangkat Stefan memberitahu Tori jika ada kejadian serupa dia hanya perlu menenangkan diri dan menjawab.

__ADS_1


"Saya pengawal baru Tuan Besar, salam kenal senior."


"Siapa namamu?" tanyanya.


"Saya tidak memiliki nama senior," jawab Tori tegas dan yakin.


Pria itu menatap Tori penuh selidik. Tori sedikit merasa grogi dan hampir ingin memukul wajah pria itu karena ia terlalu dekat.


"Bekerjalah dengan baik, tidak banyak wanita yang bisa bekerja di sini," lalu ia pergi meninggalkan Tori. Karena sudah wajar banyak penjaga yang dibeli oleh Tuan mereka sebagai budak atau pekerja yang sama sekali tidak dibayar dan tidak memiliki nama asli. Karena mereka semua berasal dari negara yang berbeda.


Sial! Aku harus berhati-hati.


"Bagaimana keadaan anda?" Tori mengirim pesan pada Stefan.


"Lancar," balasnya singkat.


"Saya mohon sekarang anda harus memberitahu saya dengan rinci secara berkala, tadi saya bertemu dengan salah satu penjaga di sini. Untungnya saya bisa melewatinya."


"Baiklah perhatikan keselamatanmu." Stefan tidak lupa selalu mengingatkan Tori untuk hal ini. Bagaimanapun dia tetap seorang wanita, bukannya Stefan tidak yakin hanya saja lebih baik jika kau bisa menghindar daripada menghadapi hal berbahaya.


Tori sudah memastikan bahwa pria yang berpenampilan rapi, berbeda dengan para bawahan yang malah terlihat mencolok dengan setelan serba hitam dan senjata tajam yang berbeda di tiap sisi, justru pria itu berdiri tanpa satu pun senjata dengan dikelilingi banyak penjaga. Selang beberapa saat akhirnya yang ditunggu datang juga Zaki muncul dari sisi kanan dengan dua orang yang menemaninya.


Tori langsung segera menghadap lurus ke tempat pertemuan itu dan merekam semua hal yang terjadi dengan kamera mikro yang terdapat di saku bajunya. Tori melihat Stefan yang juga ada di balik pintu, tugas Stefan adalah merekam suara mereka. Tampak jelas Zaki memberikan sebuah map dan uang kepada Tuan Besar yang menjadi mitra penghubung antara dunia bisnis dan ilegal.


Pertemuan itu baru berakhir saat pukul dua malam. Setelah Zaki pergi, Stefan dengan cepat memberikan isyarat agar dia dan Tori berkumpul kembali di tempat awal mereka datang. Karena hari sudah tengah malam para penjaga pasti merasa mengantuk, di saat itulah Stefan dan Tori keluar dari bangunan.


Stefan sudah sampai duluan di tempat pertemuan, dan Tori belum juga datang. Setelah berapa puluh menit berlalu barulah Stefan melihat seseorang berlari ke arahnya dan itu adalah Tori.


"Haa...haa," bunyi napas Tori yang tersengal. Stefan langsung mengambil semua barang yang dibawa Tori dan menaruhnya di bawah.


"Kau baik-baik saja?" tanyanya sambil memegang sebelah bahu Tori.


Tori terduduk dan mengambil air dari tas miliknya. "Lega sekali..., maaf membuat anda khawatir," ucapnya.

__ADS_1


Lalu Tori mengeluarkan kamera mikro di sakunya dan segera memindahkannya ke ipad. "Ini rekaman suara yang kudapat." Stefan memberikan sebuah mic kecil pada Tori.


"Kau istirahatlah, aku akan mengurusnya." Stefan mengambil alih ipad milik Tori, lalu dengan cepat dia mengirim semua rekaman video, suara, foto-foto bangunan, lingkungan sekitar, serta orang-orang yang bekerja di sana pada Lorenzo.


Setelah selesai mengirimkannya Stefan menyimpan kembali ipad itu. "Kita belum mendapatkan hal terpenting, map yang diberikan Zaki kita harus bisa memindainya."


"Iya saya tahu, saya terlambat datang karena sekalian mengikuti ke mana Tuan Besar mereka menyimpannya."


"Kau harusnya memberitahuku dulu, jangan melakukan sesuatu yang tidak kita sepakati," ucapnya dengan nada yang sedikit meninggi.


Tori bingung, karena ini adalah pekerjaannya jadi dia sudah terbiasa melakukan hal-hal berbahaya seperti ini. "Saya hanya totalitas dalam pekerjaan saya," menganggukkan kepala.


Stefan menghela napas. "Tapi untuk kali ini kau juga bisa mengandalkanku Victoria, jika kau merasa situasi diluar kendalimu kau bisa kembali dan berbicara denganku."


"Baik saya mengerti, lalu apa yang harus kita lakukan? Sebentar lagi pagi dan mereka pasti akan pergi."


"Kau tidurlah dulu, kita akan giliran berjaga." Stefan memberikan sebuah tas dari motornya yang berisi sebuah tiga selimut tebal sebagai lapisan di atas tanah yang dipenuhi rumput untuk tidur dan menjadi selimut mereka. "Gunakan ini." Tori dengan segera membentang selimut itu di atas rumput dan tidur dengan membelakangi Stefan. Sedangkan Stefan masih terjaga sambil memperhatikan gerak-gerik orang yang masih ada di dalam bangunan dengan kaca mata khusus dan teropong.


Sekitar pukul 05.20 Tori terbangun dan melihat Stefan duduk bersandar di sebuah pohon dengan masih memperhatikan bangunan tua itu.


"Tuan saya sudah selesai, silahkan giliran anda beristirahat," ucap Tori setelah ia membasuh wajahnya dengan air. "Anda tidurlah, saya akan berjaga."


Stefan mendongak. "Haa," ia berdiri. "Sebagian besar dari mereka sudah pergi dan hanya tersisa sekitar 6 orang di sana. Kau tidak perlu melakukan apa-apa cukup tunggu di sini."


"Iya-iya saya mengerti." Tori mengambil teropong dari Stefan dan mengarahkannya ke bangunan tua itu. "Baiklah silahkan anda istirahat, tidak perlu khawatir seperti itu."


"Hah aku tidak khawatir, aku takut jika kau dengan gilanya berlari dan menghajar mereka."


"Anda ini." Tori tersenyum, lalu Stefan merebahkan dirinya di atas selimut tebal yang sebelumnya menjadi tempat Tori tidur.


Tidak berselang lama Tori menyadari pria yang menemaninya tadi sudah terlelap tidur. "Ternyata saya bisa juga melihat anda seperti ini." Tori berpindah tempat dan menatap wajah Stefan yang tertidur, lalu ia reflek melakukan tiarap saat bunyi mesin mobil berjalan menuju arah mereka. Lalu Tori langsung mengambil kaca mata miliknya dan melihat jika semua orang di bangunan itu sudah pergi.


"Oke sekarang tinggal menunggu Tuan anti sosi- bukan, susah ditebak bangun," membuka tas dan mengambil ipad miliknya lalu memainkan sebuah game online.

__ADS_1


Sampai matahari terbit lumayan tinggi, Tori benar-benar memastikan bahwa sekarang bangunan itu sudah kosong dan berencana untuk masuk dan memeriksanya kembali setelah Stefan bangun.


Halo semuaa selamat membaca ya!🤍🤍🤍


__ADS_2