
Sebagai tangan kanan Lorenzo Stefan terus mencari infromasi tentang Zaki alih-alih tugas perusahaan, setelah pulang mengantar Elisa dan Lorenzo dari mansion Dia pergi menuju tempat pertemuan rahasia dengan salah satu agen yang akan membantunya dalam mencari bukti. Dia berjalan keluar dari mobil menuju sebuah toko terpencil yang didominasi orang-orang yang tidak tahu hukum maka dari itu dia mengenakan pakaian biasa seperti mereka dan memarkirkan jauh mobilnya. Sesampainya di titik pertemuan sudah ada seseorang yang menunggu dengan posisi membelakanginya dan hoodie yang menutupi kepalanya.
Stefan mengambil sebuah map yang berisi informasi yang baru saja didapatkan oleh agen itu. Tanpa mengeluarkan suara seperti dalam perjanjian, tidak ada pertanyaan tidak ada pembicaraan selain pesan di email. Stefan berbalik dan pergi dengan membawa map itu. Agen itu berbalik dan sudah tidak melihat penampakan Stefan lalu dia beranjak pergi.
Ini informasi penting aku harus segera sampai ke mobil.
Stefan berjalan setengah berlari menuju lokasi mobilnya yang agak jauh, karena hari mulai gelap dan turun hujan, takut dokumen menjadi basah dia memasukannya ke dalam bajunya.
Setelah sampai Ia segera masuk ke dalam mobil dan melaju ke apartemennya. Lalu menyimpan map itu di dalam tas kerjanya dan setelah mandi Stefan langsung tidur karena terlalu lelah sehingga Dia tidak pergi ke perpustakaan seperti biasa.
...----------------...
Di perpustakaan kota seorang wanita datang dengan basah kuyup.
"Permisi apa saya bisa menggunakan pengering pakaian di sini? Hoddie saya sangat basah," menunjukkannya ke depan petugas.
"Anda bisa menggunakan mesin cuci di ruang sebelah sana," menunjuk ruang kamar mandi perempuan kering.
"Terima kasih," Lalu dia pergi menuju ruang itu dan mulai mengeringkan hoodie miliknya.
"Haaa menakutkan sekali, kenapa senior menyuruhku memilih tempat berandalan itu," mengingat obrolan dengan seniornya.
"Victoria Zarlene, Jenderal menyuruhku bebas memilih tempat pertemuan dengan orang Elioztan Group, karena itu kau harus pergi ke tempat bebas hukum agar tidak ada yang mengenalimu."
"Siap maaf senior apa saya tidak bisa memilih tempat sendiri?"
"Ini mutlak keputusanku bukankah kau ahli bela diri? laksanakan."
"Siap saya laksanakan."
"Senior sudah menyebut nama lengkapku itu pertanda aku tidak bisa menolak ucapannya, apa aku harus tidur di sini lagi?" mengibaskan hoodie yang sudah kering.
Dia sangat mengerikan ketika menyebut namaku seperti itu. Lagi pula kenapa orang Elioztan Group itu repot-repot menyewa pasukan intel seperti ini. Memang ya perang bisnis itu lebih mengerikan.
Tori pergi keluar membeli sandwhich dan minuman hangat lalu duduk di kursi paling belakang setelah mengambil satu buku untuk dibacanya malam ini.
__ADS_1
"Hmm ini seperti deja vu, tumben sekali tuan anti sosial itu tidak datang," mengangkat bahunya. "Yah tidak ada hubungannya juga denganku," Tori melanjutkan aktivitas malamnya dan mungkin Dia akan tidur di perpustakaan ini lagi seperti sebelum-sebelumnya, karena tempat ini 24 jam selalu dibuka untuk umum atas perlindungan pemerintah.
...----------------...
Alexa mengendarai mobilnya setelah pekerjaannya di rumah sakit selesai apalagi tadi dia bertemu dengan Daran saat ada kunjungan silang antar rumah sakit dan karena itulah Alexa baru pulang di jam larut.
"Dokter Daran lumayan seru tapi sepertinya untuk pertemuan berikutnya aku harus mencari alasan untuk pergi," dia menyalakan lampu extra mobilnya karena langit guntur dan hujan sedang turun.
"Eh," menyalakan mesin mobilnya. "Eh ini kenapa tidak bergerak," mencoba berkali-kali namun tidak kunjung hidup kembali.
"Argh sial! Astaga tenang Alexa," lalu Dia keluar dan mencoba melihat apa yang terjadi dengannya sambil menutupi kepalanya dengan jasnya, lalu membuka kap mesin mobilnya dan keluarlah asap.
"Kenapa harus sekarang? Kenapa tidak kemarin-kemarin aaa," teriaknya di tengah jalan. Mobilnya persis berhenti di dekat halte bus dan menelpon pihak bengkel untuk membawanya, Alexa berjalan dan menunggu di lampu merah untuk menyebrang tapi saat sebuah mobil berhenti dan membuka jendelanya.
"Nona Alexa?" Azka bersama Felix duduk berdua di depan yang baru saja pulang dari undangan acara malam mereka. Azka memarkirkan mobil dan turun mendatangi Alexa.
"Anda sedang menunggu siapa Nona?" tanyanya yang kemudian disusul Felix yang turun dari mobil.
"Selamat malam Nona," sapanya.
"Saya akan menelpon bengkel kenalan saya," mengambil hpnya.
"Terima kasih Tuan, tapi saya sudah menghubunginya dan akan segera datang," Azka mengangguk dan memasukkan lagi hp ke dalam sakunya.
"Ini sedang hujan bagaimana jika Anda ikut kami saja, kami akan mengantar Anda," tawar Felix.
"Ah emm tidak usah Tuan, saya naik bus saja tidak enak merepotkan Anda," Alexa ragu karena Dia tidak pernah pulang bersama laki-laki apalagi ini malam.
"Nona ini sudah malam tidak bagus jika seorang wanita menunggu di halte bus larut malam seperti ini, saya dan Felix tidak akan melakukan apa-apa dengan Anda. Kita bisa duduk berbeda-beda tempat dan memasang belt yang rumit jika Anda masih tidak yakin," memberikan jaketnya kepada Alexa.
Felix mengangguk. "Saya setuju dengan Azka, daripada harus membiarkan wanita sendirian menunggu halte bus?" mengangkat bahunya.
"Kalau begitu saya duduk paling belakang saja," lalu Azka duduk di kursi sopir dan Felix membukakan jalan untuk Alexa masuk di kursi belakang, dan Dia duduk di tengah.
"Nona, di mana rumah Anda?" tanya Azka yang sedang menyetir.
__ADS_1
"Di komplek perumahan Dandelion blok F nomor 13," sahut Alexa dari kursi belakang.
"Azka bukankah komplek rumahmu juga di sana?" tanya Felix.
"Benar ternyata rumah kita berdekatan," jawab Azka sambil tersenyum.
"Kalau boleh tahu, rumah Tuan Azka di mananya?"
"Sama seperti anda blok A nomor 4."
Itu tidak dekat Tuan. Perumahan Anda tempat elit yang jaraknya hampir 400 meter dari rumah saya. Yah tidak heran Anda kan temannya presdir Elioztan Group.
"Itu Tuan rumah saya yang ada lampu di tamannya itu," menunjuk sebuah rumah sederhana yang indah yang sepertinya agak berlebihan jika ditinggali sendiri."
Lalu mereka turun. "Anda tinggal sendiri di rumah besar ini?" tanya Azka.
"Ah iya, tapi kadang keluarga saya akan berkunjung beberapa hari saat ada waktu luang."
"Jadi Anda anak rantau ya?" tanya Felix.
"Benar Tuan, saya dipindah tugaskan di sini tiga tahun lalu."
"Begitu, baiklah Nona kami pergi dulu. Saya menginap di rumah Azka malam ini jika besok ingin bermain Anda datang saja dan," mengeluarkan kertas dari tasnya. "Ini kontak saya silahkan dihubungi."
"Dasar kau menginap lagi? Pulanglah kerumahmu," memberikan kartu nama miliknya juga.
"Kau kan sahabatku," memeluk Azka tapi dibalasnya dengan sebuah tinjuan. "Aw sakit dasar gila," Alexa hanya tersenyum-senyum melihat tingkah mereka.
"Kalau begitu kami permisi Nona selamat malam," ucap Azka menganggukan kepalanya.
Alexa melambaikan tangannya saat mereka sudah masuk mobil dan menjalankan mobilnya menuju blok A.
"Eh jaketnya," Alexa baru sadar bahwa jaket yang Azka berikan tadi lupa dikembalikannya. "Sepertinya aku memang harus mampir sebentar kerumahnya nanti," melepaskan jaket hijau tua dengan warna hitam dan putih yang wangi maskulin masih melekat pekat di sana lalu diletakkannya di dekat mesin cuci.
"Pesan dari bengkel, katanya 2 hari baru selesai diperbaiki," melihat pesan yang masuk. "Baiklah my time to use the motor has come," berjalan menuju kamar mandi lalu beranjak tidur.
__ADS_1
Halo haii semua apa kabar? semoga sehat terus ya. Oh iya selamat membacaa terima kasihh❤💖