Hitam Putih Kita

Hitam Putih Kita
Menjemput Adik


__ADS_3

Di perjalanan Tori dan Elisa sama-sama masih merasa canggung, karena ini pertama kalinya mereka bertemu dan langsung pergi bersama berdua seperti ini.


"Hm Victoria," panggil Elisa.


Tori spontan menoleh sebentar ke belakang. "Iya Nona?"


"Apa aku boleh tahu, apakah kamu terpaksa bekerja sebagai asistenku?"


"Tidak Nona, ini keinginan saya sendiri," yakin dan langsung menjawab tanpa ragu.


"Terima kasih, kuharap kita bisa menjadi teman."


Tori melihat wajah Elisa dari pantulan cermin depan melihat Elisa tersenyum.


Sepertinya tidak mudah untukmu bertahan di sini ya Nona.


"Nona sebentar lagi kita sampai di komplek Dandelion blok F, setelah belokan di depan."


"Iya, aku sudah memberitahu Lea."


"Lea?" tanya Tori.


"Dia adik perempuanku," jawab Elisa.


Tori sedikit tertawa. "Saya jadi teringat dengan Kakak dan Adik laki-laki saya."


"Kamu tiga bersaudara?"


Tori mengangguk. "Dan hanya saya putri kedua."


"Aku jadi ingin bertemu saudara-saudaramu."


"Nona lebih baik jangan, mereka berdua itu selalu saja menyebalkan haa."


Elisa hanya tersenyum. Setelah kemarin Lorenzo berbicara pada Elisa untuk membawa saja Lea ke mansion agar tinggal di sana, Lea setuju tapi dia meminta untuk tinggal di rumah terpisah dengan mansion agar tidak menyusahkan yang lain. Dia ingin tinggal sendiri dan mengurus segala urusannya sendiri agar lebih leluasa melakukan aktivitasnya dan terpenting tidak merepotkan orang lain. Terlebih lagi dia calon mahasiswa baru yang kegiatannya pasti akan bolak-balik keluar mansion.


Setelah Elisa membicarakan keinginan Lea pada Lorenzo dan juga sudah berbicara langsung dengan Lea melalui telepon akhirnya Lorenzo memberikan izin. Tapi dengan syarat ia akan memasang kamera pengawas di sekitar rumah untuk menjaga Lea. Lorenzo menyediakan sebuah rumah di luar mansion tetapi memiliki jalur pintu yang menghubungkannya dengan halaman samping. Rumah yang besar dan bisa disebut sangat berlebihan untuk satu orang. Lorenzo mengerti seorang remaja membutuhkan privasi dan ruang sendiri untuk beraktivitas, karenanya ia akan meminta beberapa penjaga mengawasinya dan berjaga di depan gerbang rumah untuk keamananya.


Tori dan Elisa sudah memasuki komplek Dandelion blok F lalu memarkirkan mobil di depan rumah Alexa. Saat Elisa keluar dari mobil sendiri Tori terdiam melihatnya.


Nona ini tidak seperti wanita yang harus dibukakan pintu oleh orang lain ya? Oke.


"Halo Elisa!" suara Alexa dari dalam terdengar dan ia berjalan cepat lalu memeluk Elisa. "Apa kabar? Bagaimana keponakanku kapan dia lahir?" mengelus perut Elisa yang mulai membesar tapi ter-cover dengan baju over size yang selalu dipakainya saat ke toko.


"Baik Alexa, butuh waktu sembilan bulan bayi lahir dan aku baru mengandung selama empat bulan Ibu Dokter anda paling tahu, kamu adalah orang pertama yang akan aku beri kabar saat aku melahirkan," balas Elisa.

__ADS_1


"Tapi aku merasa waktu sangat cepat berlalu dan sekarang Lea akan pergi," menoleh ke arah Lea yang sudah siap dengan koper yang berisi barang-barang miliknya.


"Kamu bisa mengunjungi atau kita janjian bertemu, tapi kamu harus benar-benar sehat dan tidak sibuk ya. Jangan memaksakan diri."


"Iya-iya, apa yang bisa dilakukan Dokter single ini saat akhir pekan jika tidak liburan sendiri atau hanya seharian tiduran di atas kasur," mengangkat kedua bahunya.


Alexa melihat Tori. "Ah maaf saya baru menyadari, saya Alexa Odelia teman Elisa sejak sekolah menengah salam kenal," ucapnya sambil mengulurkan tangan ke Tori.


Tori membalas jabatan tangan yang diulurkan Alexa. "Salam kenal Nona, saya Victoria Zarlene asisten pribadi Nona Elisa."


"Victoria namamu cantio sekali ya," balas Alexa sambil tersenyum menatap Tori. "Tapi wajahmu tampan Victoria, apa kamu mau berkencan denganku?" bisiknya.


Tori hanya tersenyum. "Aku bercanda maaf," Alexa menepuk pelan pundak Tori. "Lalu sini Lea Kakak bawakan koper milikmu," Alexa mengambil dua koper milik Lea dan membawanya menuju bagasi mobil. "Nah sudah, kalian ingin masuk dulu?" tawarnya.


Elisa menoleh Tori. "Bagaimana Victoria?"


"Saya akan mengikuti keinginan Nona."


Elisa mengangguk dan menuntun tangan Tori. "Baiklah."


"Duduk di sini dulu ya, Lea sepertinya waktu berangkatmu delay dulu ya," ucap Alexa pada Lea saat menyalakan tv digital dan melakukan pencarian film di aplikasi berbayar yang sedang trending.


"Tidak apa-apa Kak, ayo kita nonton bareng ini dulu. Aku jamin pasti seru karena sudah melihat trailernya. Kak Tori juga ya santai saja Kak," sahut Lea sambil tersenyum.


"Iya baiklah," balas Tori.


...----------------...


Sekitar hampir dua jam mereka menonton film dan berbincang-bincang sederhana mereka pun bersiap untuk pergi.


"Terima kasih ya Alexa sudah menjaga Lea, maaf aku tidak bisa sering datang ke sini," Elisa memeluk Alexa.


"Tidak apa-apa Lea sudah seperti adikku sendiri, kapan-kapan berkunjung kemari aku ingin membawamu ke taman depan. Kau pasti menyukainya."


"Aku menantikannya." Elisa tersenyum.


"Kak Alexa aku pergi ya, Kakak tidak kesepian kan? Hehe aku bercanda. Terima kasih ya sudah menjagaku dan membantuku menyediakan keperluan untuk ujian tes." Lea memeluk Alexa erat.


Alexa menyeka air matanya. "Ah mataku kemasukan sesuatu, sudah Kakak sesak."


"Nona terima kasih untuk makanannya," ucap Tori.


"Sama-sama, lain kali Victoria jika kamu ada waktu mampir sekali-sekali atau kita pergi hangout bareng? Aku bosan jika harus pergi kemana-mana sendirian."


"Akan saya ingat Nona."

__ADS_1


Setelah itu Elisa dan Lea masuk ke dalam mobil lalu Tori yang masuk, dia pun menyalakan mobil tidak lupa membunyikan klakson mobil sebelum berangkat.


"Hati-hati," sambil melambaikan tangan Alexa setengah berteriak.


...----------------...


Di dalam mobil.


"Kak, apa tidak apa-apa aku meminta seperti itu pada Tuan Lorenzo?"


Elisa menoleh. "Dia sudah mengizinkan dan mengatakan syaratnya kepadamu kan? Tidak apa-apa Tuan Lorenzo paling mengerti situasimu."


"Baik Kak, ngomong-ngomong Kak. Pengumuman kelulusan akan di publikasi lusa Kak."


"Semoga lulus Lea kamu pantas mendapatkan hal sepadan seperti usaha kerasmu." Elisa mengelus kepala Lea.


Tori hanya tersenyum melihat mereka dari pantulan cermin depan. Ia sempat merasa rindu pada keluarganya setelah bertahun-tahun hanya berhubungan melalui suara telepon. Dia berharap bisa bertemu sekali saja dan memeluk mereka.


...----------------...


Sampai di mansion saat tengah hari penjaga langsung membantu mereka membawakan koper Lea dan kembali mengecek tiap sisi rumah apakah ada yang janggal atau baik-baik saja.


"Terima kasih Pak, selanjutnya biar saya sendiri yang mengurusnya," ucap Lea sambil menundukkan kepala.


"Kakak akan membantumu," sahut Elisa.


"Eh?" Lea kaget.


Tori menghentikan Elisa. "Nona biar saya saja yang membantu Nona Lea anda duduk saja di sini," menunjuk sofa di ruang depan.


Elisa melihat ke sudut rumah dan melihat kamera pengawas. "Baiklah."


Jika dia melakukan pekerjaan rumah maka itu bisa berdampak pada Tori yang akan di berikan teguran. Elisa tidak ingin satu-satunya orang yang bisa selalu di dekatnya pergi.


Setelah Lea dan Tori selesai menyusun kembali barang-barang Lea dan melihat bagian dapur sudah tersedia bahan-bahan makanan dan memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tepat pukul 14.00 siang.


"Nona kami sudah selesai, ayo kita kembali dulu ke mansion," ucap Tori.


"Ah iya sebentar, Lea kami pergi dulu. Kamu beristirahat dulu saja, jika butuh sesuatu hubungi Kakak. Tuan Lorenzo pulang sore jam 18.00 kamu bisa menyapanya saat itu, Kakak akan memberitahumu."


"Baik Kak, Kak Victoria terima kasih sudah membantuku," menundukkan kepala.


Elisa pun pergi diiringi Tori di sampingnya.


Sekarang Lea sendirian di sini, alangkah senangnya Nenek jika dia juga bisa tinggal di rumah besar ini. Tapi Lea juga sadar Nenek bukan tipe orang yang menerima rasa kasihan dari orang lain, dia lebih suka melakukan sesuatu yang menyenangkan baginya.

__ADS_1


Lea merasa sangat mengantuk lalu ia pergi ke kamar yang luas dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk yang sudah ada di sana. Lalu beberapa puluh menit ke depan ia memejamkan mata sampai beberapa jam dan terbangun sebelum matahari tenggelam.


Halo guyss kalian sehat??? Semoga kita selalu sehat dan bugar ya teman-teman. Selamat membaca🤍❤


__ADS_2