I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
PERSETERUAN


__ADS_3

Kiranya sekitar pukul 3 lewat akhirnya urusan desain rumah KEY pun selesai juga , tanpa sadar pria yang juga sama eloknya dengan KEY itu sudah sedari tadi duduk dengan secangkir kopi dan camilannya .



"DIN , pulangnya biar aku antar saja ya " pinta KEY .



"Tidak usah kak , aku sudah ada yang jemput ko " balas ANDINI yang kemudian KEY sedikit memaksa .



"Pleaseee.... boleh ya ,ada sesuatu yang mau aku tanyakan " mohonnya lagi sambil memegangi tangan gadis itu .



Tiba tiba seorang KENZO melemparkan tangan KEY dari tangan ANDINI , Hal itu tentu saja membuat kaget para pengunjung yang sedari tadi memerhatikan ke dua pria tampan itu .



"Maaf .... sepertinya kau harus mengubur dalam dalam niat mu itu " tegas KENZO sembari menarik gadis itu .



"Ingat ya , jika kau mau mendekati dia atau pun keluargaku , kau harus hadapi aku dulu , ayo kita pulang " tegas KENZO sambil menggandeng ANDINI .



Melihat rona merah diwajah KENZO , ANDINI pun hannya menurut saja ditarik olehnya , meski dia penuh dengan tanda tannya dengan apa yang dikatakan oleh KENZO itu .



"KENZO...boleh aku tahu kenapa kamu bersikap seperti itu ?"



"Belum saat nya , pokoknya kalau kau tak mau membuat mama dan papa pusing , kamu ikuti saja apa yang aku katakan "



"Tapi kan aku butuh penjelasan , aku juga tak melarang kamu buat selalu mengantarku kemana aku pergi "



"Oke...dia dan keluarganya bukanlah orang baik baik...kau harus ingat itu "



"Apa...!!! Kau bercanda ya "



"Itu pilihanmu "



"Aku tak percaya , kau sampai membuat opini seperti ini , ini gila..benar benar gila " heran ANDINI .



Sementara itu KEY yang ada di dalam cafe langsung membuka HP nya dan menelfon seseorang .



"Misi gagal , sepertinya kita butuh rencana yang lain , KENZO benar benar sudah pulang , saat ini pergerakan kita semakin terbatas " lapor nya pada seseorang .



"Bagaimana dengan gadis itu tuan ?" Ucap seseorang itu .


__ADS_1


"Bagusnya dia tak tau apa apa tentang permasalahan ini , sepertinya kita harus membuat rencana lainnya lagi "



"Baiklah..aku akan membicarakan dengan tuan besar"



"Ya..sampaikan padanya kalau dia jangan lupa untuk meminum obatnya "



"Baik akan saya sampaikan "



Sesampainya di rumah tentu saja ANDINI masih kesal dengan obrolannya dengan KENZO tadi , kali ini dia langsung pergi ke kamarnya tanpa basa basi .



"Kenapa si..aku yang tak ada hubungannya dengan masalah para keluarga ningrat itu jadi terjerumus juga , aku ini kan cuma numpang disini , kenapa coba harus terlibat dengan urusan masalah mereka " kesalnya di perbaringan .



"Lohh..kalung ibu dimana ya , ko aku ga sadar belum memakainya " kaget ANDINI .



Dia pun segera mengorek ngorek seisi kamarnya dan juga kamar mandi , tapi ternyata tidak pula ditemukan kalung itu , lalu dia pun mengarah ke seisi rumah hingga meminta pak HENDRA untuk mengecek di mobil s3mentara pak UDIN dan bu RUM membantunya dibagian dalam rumah .



"Di dapur ruang tamu juga gak ada non " lapor bu RUM .



"Dikamar ibu dan bapak juga di semua pojokan tempat juga gak ada non , tinggal di kamar den KENZO si , tapi gak berani " tutur pak UDIN .




Sambil ancang ancang mengambil nafas panjang , mau tak mau ANDINI harus bisa masuk ke kamar itu . Meski konsekuensinya tentu saja tak akan menyenangkan .



"TOKK...TOOKK...."



"KENZO....boleh aku masuk , aku kehilangan sesuatu pengen coba nyari dikamar kamu "



"Kau fikir aku pencuri "



"Bukan..tapi siapa tahu kemarin jatuh saat...saat..." kikuk ANDINI .



Tapi Tiba tiba pintu pun terbuka dimana seorang lelaki yang menggendong kucing kesayangannya keluar tiba tiba sehingga membuat ANDINI terkejut bukan main .



"Kuberi waktu 15 menit , kalau sampai sudah habis waktunya kau harus pergi dari kamar ku "



"Okey.... " girangnya .

__ADS_1



Tanpa basa basi ANDINI pun langsung menbuka , dan mengacak acak segalanya yang ada di dalam kamar itu , dari kasur hingga rak rak disebelah ranjang itu .



"Ko.. ga ada ya " cemasnya penuh keringat karna tak kunjung ditemukan .



"Aku bilang apa , bisa bisa nya kau mencarinya disini , aku tak sebodoh dirimu "



"Apa sii..gak usah rese deh kalau gak mau bantu , soalnya kalung itu hadiah ulang tahun sebelum orangtuaku kecelakaan " lelahnya sambil bersandar di pinggiran ranjang itu .



"15 menit sudah habis , sesuai kesepakatan keluarlah dari kamarku "



ANDINI pun dengan langkah lesu mau tak mau keluar dari kamar itu meski hasilnya NOL . Anehnya sepertinya LEXY juga peka dengan ke gundahan Majikan perempuannya yang tiba tiba dia melompat dari pangkuan KENZO dan justru mengikuti ANDINI sampai ke ruang tamu .



"Gimana non ketemu ?"



"Ngga bu , disana juga gak ada , Padahal aku sudah bongkar bongkar semuannya "



"Oh iya non..non kepikiran juga gak kalau kalungnya jatuh di cafe tadi siang "



"Oh iya ya bu..tapi seingat ANDINI , mulai dari tadi pagi waktu ANDINI make up , kalung itu udah gak ada bu , tadinya ANDINI fikir tertinggal di kotak perhiasan , tapi kan DINI ga buka buka itu...jatuh dimana ya bu "



"Duuhhh..iya ya non , mana itu kenangan hadiah ulang tahun kan "



"Iya bu...gimana ya kalau gak ketemu ?"



"Gini aja deh...kalau masih ada jodoh , pasti bakal balik lagi ke non "



"Iya ya bu..si LEXY aja langsung tahu aku lg sedih "



"Sabar ya non.."



Bu RUM pun kembali ke kamarnya karena hari sudah mulai beranjak malam , sedangkan ANDINI masih saja berbaring di sofa bersama LEXY yang terus duduk di pangkuannya . Pikirannya kacau matanya pun sembab karena sedari tadi terus menitikan air matanya . Tak sadar dia pun sampai tertidur di sofa itu bersama dengan LEXY di pangkuannya .





__ADS_1




__ADS_2