
Sebuah mobil sport keluaran baru itu kemudian mendekat ditempat tadi ANDINI dipinta menunggu .
"Ayo...masuk lah " ucap pria itu sembari menurunkan jendela kaca mobil nya dan memakai kaca mata hitamnya .
Mobil pun pergi meninggalkan area tempat pembelanjaan , menyusuri jalanan nan padat khas dari ibu kota .
"Oh ya .... kau sudah lama mengenal adik ku ?"
"Belum si..aku mengenalnya saat diajak sodaraku ke pesta ulang tahunnya "
"Sodaramu ? Siapa ?"
"Keluarga tuan SAPUTRA , KENZO ARYA SAPUTRA "
"Oh... jadi kau masih kerabatnya ?"
"Kerabat jauh , makanya aku juga tinggal disana , anda mengenalnya ?"
"Ya.... lumayan , dia kan junior ku yang paling berbakat , kalau tak salah ada kembaranya juga kan...siapa ya..aku lupa namanya "
"KEY PUTRA MAHARDIKA mungkin ?"
"Aahh... benar , mereka adalah generasi jenius setelah aku "
"Jadi anda pernah sekolah di sana juga "
"Ya... kebetulan juga , hanya saja aku lebih dulu lulus"
"Patas saja aku tak pernah melihat anda disana "
__ADS_1
"Waww...kau disana juga ?"
"Iya...kebetulan aku bisa diterima SMP disana "
"Hebat ya kalian "
"Bisa saja , justru keluarga MARCO kan yang hebat dan kalian bisa sampai lompat kelas , belum lagi dengan saham kalian yang ada di mana mana "
"Hehehe..bisa saja.."
Ke duanya terus bercerita satu sama lain , hingga tak sadar sudah sampai di gedung perkantoran milik keluarga KENZO .
"Terimakasih atas tumpangannya "
"Sama sama , lain kali kita bisa bertemu lagi kan ?"
Tanpa di sadari oleh ANDINI disisi lain sudah berdiri seorang KENZO dan assistennya HENDRI tengah keluar dari mobilnya , nampaknya ANDINI tak menyadari kehadiran mereka , dia masih berpamitan dengan kakak SOFIA itu .
Begitu dia membalikan badannya , dia terkejut bukan main ,rupa rupanya di jalan satunya sudah pulang mobil sang bos dan kini tengah berdiri di depan pintu masuk bersama sang assistennya .
Mau tak mau ANDINI pun mendekat ke arah pintu masuk itu , sedangkan HENDRI langsung pamit untuk masuk ke dalam terlebih dahulu .
"Maaf ANDINI , Kali ini aku tak bisa membantumu " lesu HENDRI sembari masuk ke pintu lift .
"Ee...KEN..ee..mak..sud..ku ...bos KEN.."Gagap nya berkata , karena wajah pria itu sudah benar benar menahan amarahnya .
"MASUK KE RUANGANKU SEKARANG !!" kerasnya sembari melangkah dengan cepat dan membuat ANDINI dan juga beberapa staf yang berada di lobi pun terperanjat , tapi mereka tak berani sedikit pun untuk sekedar mengangkat wajahnya .
HENDRI hanya bisa masuk keruangannya tanpa menghiraukan ke dua orang itu masuk ke dalam ruangan sang bos itu .
__ADS_1
KENZO pun langsung duduk di sofa nya sembari merapatkan ke dua jemari di pangkuannya .
ANDINI pun mengikuti duduk di kursi depannya , hanya saja entah KENZO mau pun dirinya tak ada yang membuka pembicaraan .
"Maaf... aku meninggalkan kantor tanpa memberitahumu " lirih ANDINI sambil tertunduk dengan rasa bersalahnya .
"Aku benar benar kecewa padamu ANDINI , apakah obrolan kita malam itu tak ada yang kau dengar sama sekali !!???" Marah pria itu .
"Maksudmu ?? Seorang jenius yang menghancurkan perusahaan ayah ku adalah dia?"
"Benar biar ku jelaskan padamu , jenius diatas ku dan KEY adalah MICHELLE NATHANIEL MARCO , kakak dari SOFIA ALEXANDRA MARCO , tuan muda dan juga calon penerus perusahan MARCO " Terang KENZO panjang lebar .
Disitu ANDINI hannya bisa terbelalak kaget sambil memegangi mulutnya yang tak kuasa seperti mendapat serangan petir siang itu .
Dirinya baru tahu , bila asal dari kehancuran masa kecilnya itu justru dimulai dari mereka orang yang baru saja dia temui .
Di lain tempat , setelah kepulangannya mengantar ANDINI , MICHELLE pun langsung pulang kerumahnya , lagi pula dia masing ingin beristirahat setelah kesibukan tadi pagi dengan media setempat .
"Waawww... jadi bagaimana setelah mengantar tuan putri nya" tannya adiknya itu .
"Lumayan .... rupannya adik ku tahu selera kakaknya ya , lalu...apa kabar dengan tuan SAPUTRA mu ?"
"Dia itu cerdas , sulit untuk masuk meski sudah dengan strategi , oh ya.... ini aku ada sesuatu untuk mu kak " ucap adiknya sembari menyodorkan beberapa berkas didalam map coklat seperti halnya informasi penting .
"Tak salah bila dulu bisa lompat kelas , terimakasih ya "
"Jangan lupa ya untuk bayaranku "
"Beress...."
__ADS_1