
Pagi harinya buru buru INDRA memesan jadwal keberangkatan ke BALI dia sudah tak sabar untuk pergi ke perusahaannya dan bertemu kekasihnya itu .
Dengan ditemani oleh adik nya tuan PUTRA atau ayah dari KEY untuk menemaninya ke bandara pagi itu .
"Mas..apa mas yakin dengan semua yang mas lakukan ini bisa membuat ayah merestui niat mas dan kekasih mas itu "
"Apa boleh buat , terpaksa mas mu ini harus pergi dari rumah , iya kan ?"
"Mas... jangan begitu , meskipun ayah bisa membuat saham perusahaan tetap stabil , tapi semua pergerakan ada pada mas , mas sudah banyak pengalaman dalam usaha perhiasan kita , terutama dengan hasil penambangan hanya mas yang bisa dipercaya dalam hal ini "
"Kamu jangan terus mengandalkanku , bagaimanapun bila aku sudah di BALI kamu harus mengganti kan semua pekerjaanku disini , oh iya .... ini tolong simpan ini baik baik , jika ada apa apa dengan ku hannya kamu lah satu satunya orang yang aku percaya selain pacarku " ucap INDRA sembari memberikan kotak kecil berisikan sebuah kunci .
"Ini..bukankah kunci isi perusahaan mu mas ?"
"Iya....aku sengaja membuat 3 cadangan , tolong kamu simpan kunci terakhirnya "
"Terimakasih mas sudah percaya padaku "
"Sudah tentulah , kau kan adik ku .... oh ya bagaimana kamu dengan tunanganmu itu ?"
"Mereka bahkan minta dipercepat untuk pernikahan "
"Bagus kalau begitu "
Ke dua kakak beradik itu terus mengobrol dengan asyiknya hingga tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuannya .
"Ya sudah...mas mu sebentar lagi harus menuju ke pesawat , kamu jaga ayah baik baik ya , cuma hannya dia yang kita punya "
__ADS_1
"Iya mas , hati hati di jalan "
Taklama kemudian panggilan untuk keberangkatannya pun dikumandangkan , sehingga INDRA langsung masuk ke dalam dan segera menuju pesawatnya yang akan membawanya ke BALI .
Kira kira jika dari jam 07.05 keberangkatan bisa saja akan tiba sekitar pukul 10.10 di BALI . Dan benar saja setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lamannya , INDRA pun sudah mendarat di bandara I GUSTI NGURAH RAI itu . Tentunya disalah satu bilik sudah berdiri seorang sekertaris cantik bernama SANDRA itu .
"Selamat datang di PULAU DEWATA " Sapanya kala itu .
"Bisa saja , oh ya ..bagaimana kabar kantor selama aku pergi "
"Memuaskan , semua pruduksi yang kita tawarkan dipasaran semuannya diminati oleh pelanggan , mereka suka dengan kualitasnya "
"Bagus kalau begitu , lalu...bagaimana dengan kabar kekasihku yang cantik itu "
"Tunggu saja nanti malam , awas saja kalau kau kabur " gumamnya kemudian sambil mengejar kekasihnya itu .
Hari hari pun dengan penuh semangat INDRA menjalankan perusahaan kecilnya itu , disisi lain INDRA pun tetap mondar mandir ke jakarta untuk membantu beberapa pekerjaan keluargannya , kadang dia langsung ke penambangan nya untuk mengecek hasil mentah nya .
Dari hari ke hari dari bulan kebulan , beberapa pencapaian pun dicapai oleh perusahaannya , sehingga dengan kemantapannya dia pun memberanikan diri untuk membawa kekasihnya ke hadapan ayahnya untuk merestui pernikahannya .
Tapi siapa sangka rupa rupanya hal itu tidak juga membuat goyah tuan MAHARDIKA , beliau tetap bersikeras menolak untuk menerima nona SANDRA sebagai menantunya .
"Sampai kapan pun aku tak akan merestui pernikahan kalian , silahkan saja kalian menikah meski harus disaksikan oleh PUTRA , tapi jangan harap aku akan datang ke sana " marah tuan besar itu .
Maka dari itulah PUTRA pun hadir sebagai perwakilan keluargannya bersama calon istrinya nona PUTRI , beberapa teman dekat mereka pun turut hadir . Sementara itu dengan menikahnya INDRA dan SANDRA tentu saja membuat nona RATNA kecewa . Beberapa bulan kemudian pun terdapat berita akan pernikahan PUTRA DAN PUTRI dan juga RATNA DAN ZAIN .
__ADS_1
"Mah..mah..."ucap tuan ZAIN membangunkan istrinya yang tertidur di sofa tv
"Papa..mama ketiduran ya disini "
"Mama menangis , apa tadi mimpi yang menyedihkan ?"
"Sedikit... mama tiba tiba teringat saat dulu mama baru sadar kalau papa sangat mencintai mama "
"Oh..kisah itu , yaa...mau bagaimana lagi , jodoh pun sudah diatur kan , pada akhirnya pun dengan berjalannya waktu mama tau akan perasaan papa pada mama "
"Kadang aku juga tak menyangka bila papa begitu sangat sayang dengan mama , maaf ya pah kalau dulu mama telat menyadarinya "
"Iya... semuakan butuh proses , papa sanyaaang banget sama mama "
"Mama juga sayang sama papa "
"Ma kamar yuk...papa kan kangen , gendong ya ?"
"Emang masih kuat ?"
"Kuat lah.." sombong tuan ZAIN sambil membopong istrinya itu .
__ADS_1