
Di sebuah kamar nan luas itu pun seorang MICHELLE duduk di sofa kamarnya , dia buka isi berkas yang tadi di bawa oleh adiknya itu . Ternyata isi nya tak lain adalah informasi tentang ANDINI , dari hal kecil seperti makanan kesukaan dan tentunya sampai dengan siapa orang tua nya dan tempat tinggalnya sekarang . Semuannya lengkap terangkum disana secara mendetail .
"Wwaaawwww..... rupanya dunia ini sempit ya , ternyata kamu adalah anak dari mereka , permainan akan semakin seru , apa lagi keluargamu dalam ambang kehancuran hahahahaha..... " tawa MICHELLE dengan puas nya .
# # # #
Sementara itu ANDINI yang baru tau akan kenyataan ini sangat sangat syok , dia tak menyangka bila dia justru bisa berjalan bersama para penjahat keluargannya .
"Lalu ... apa kabarmu yang juga didekati oleh SOFIA ?"
"Aku sementara ini memang tak bisa menghindar , karena MARCO memiliki saham di salah satu projek ku , tapi disisi lain kami juga waspada , mereka memang sudah dari dulu mengincar perhiasan milik MAHARDIKA , karena mereka memiliki lahan LEGAL dengan sumber emas yang melimpah "
"Jadi.... kita hanya bisa diam saja dengan apa yang mereka lakukan pada perusahaan ayahku dan pada keluarga ku ???"
"Untuk sementara , kau tetaplah mengikuti alur mereka saja , karena semua kunci ada pada ayah mu dan kakekmu yang masih koma dirumah sakit "
"Apa !!! Memang apa yang terjadi ? KEY saja tak pernah bercerita tentang itu , apakah harus sampai merahasiakan dari ku juga ??"
"Entahlah , yang semua orang tau adalah malam itu saat kakek mu ke lahan pertambangan , sesuatu terjadi disana , dimana kakekmu Pingsan hingga koma , sementara ayahmu justru kabur dan membawa kunci berangkas bersamanya " terang KENZO .
" gudang itu adalah hasil dari pertambangan ,dimana bahan mentah dari pertambangan , aku yakin sesuatu terjadi disana ,sampai sampai ayahmu harus mengamankan kunci itu , sayangnya hannya bisa di buka dengan kalung mu , tapi tanpa ayahmu kita bisa apa "
"Kau benar , Pantas dulu ayah melarangku jika kalung itu terlihat diluar "
__ADS_1
"Aku punya rencana , kau juga bisa ikut kerjasama " ucap KENZO sambil membisikan idenya itu .
Di kediaman MAHARDIKA pun tak kalah gemparnya begitu mereka mendengar akan kepulangan tuan muda MARCO itu , sebagai DIREKTUR pengganti ayahnya , tuan PUTRA yang memang sedari dulu tak menekuni dunia bisnis tentu saja semakin cemas karena dia pun tak ingin perusahaan keluarga ini bernasib sama dengan perusahaan kakaknya yang di BALI .
"Ayah tenang saja , aku pun sudah meminta pertolongan pada KENZO dan JOE , semoga adanya mereka perusahaan kita bisa diselamatkan "
"Ya..... tapi untuk berapa lama , aku justru semakin cemas , aku khawatir mereka terus memutus jalur kinerja kita kemana mana , aku berharap pamanmu bisa segera ditemukan "
"Aku harap juga begitu yah ,semoga saja paman ZAIN ada kabar baik di INGGRIS "
"Andai saja dulu kakekmu merestui pamanmu itu , sehingga dia tak harus sampai diusir dari daftar keluarga hingga pergi kemana mana , jika dulu dia sempat lebih lama mengajariku , mungkin di bali masih bisa diselamatkan "
"Jangan menyalahkan diri lagi ayah , aku yakin kita akan punya cara untuk melawan MARCO "
# # # #
Sebagai ganti dari kesalahannya tadi siang , KENZO pun memberikan setumpuk laporan yang belum selesai dia kerjakan untuk di cek kembali oleh ANDINI .
Wajahnya begitu kesal dan masam , mungkin lebih seram dari singa yang lapar , sehingga ingin sekali mengoyak mangsanya .
"Hhuuhhh.... beraninya dia mengerjaiku seperti ini , awas saja kalau sampai dia cuma mengerjaiku " kesal ANDINI dalam dalam .
"Hihihi..." tawa KENZO di luar kamarnya .
__ADS_1
Siang tadi saat di perusahaan .
"Aku punya rencana , kau juga bisa ikut kerjasama "
"Okey...apa ?"
"Sini aku bisikan "
ANDINI pun mendekatkan telingannya kepada KENZO .
" MMUUAACCHH " cium KENZO di pipi ANDINI .
"Kau...kenapa kau malah menciumku "
"Hehehe...kalau ingin tahu , ada kejutan di meja kamarku , begitu selesai aku akan ceritakan semuannya , ini janji seorang bos looo "
"Kau pasti mau mengerjaiku kan ?" Kesalnya .
"Kali ini aku serius , selesai kau beres beres , aku menunggu mu dengan kejutannya okee...."
"Hhuuuhhh...." kesal ANDINI sembari pergi dari ruangan itu .
Itulah kenapa kini ANDINI berada dimeja kerja KENZO yang dikamarnya , dimana setumpukan berkas rupannya sudah menantinya untung di cek kembali .
__ADS_1