I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
MAHARDIKA


__ADS_3

Begitu sampai di kantor ANDINI langsung menuju mejanya untuk mengemas beberapa bahan yang nanti dibutuhkan selama di MENTAWAI , Nampaknya juga ke tiga kawannya tak ada yang mampir ke kantor karna mereka sudah membawa keperluan mereka .



"Loo...kamu masuk hari ini ? Bukannya besok kamu ke MENTAWAI dengan perusahaan SAPUTRA ?"



"Iya mba TIKA , kebetulan kemarin note ku dan semua bahan kerjaan aku tinggal dikantor , terpaksa deh kesini dulu "



"Oo... eh ANDINI , ngomong ngomong kamu pacaran ya sama bos SAPUTRA ?"



"AAhh... mba TIKA ada ada saja nih , ya enggak lah "



"Tuhh..ko bisa si sampe dianterin ke sini segala , sampe ditungguin lagi "



"Masa sih ?" Penasaran ANDINI .



(" Harusnya dia udah pergi kan ? ") gumamnya dalam hati .


Tapi rupanya lelaki itu justru bersandar di mobilnya sambil memainkan HP , seolah menunggu ANDINI berkemas di mejanya .



"Hayooo lloooo...ketahuan , siap siap dapat traktiran nih " goda sekertaris itu sembari pergi ke tempat kerjanya .



"Ngapain si.. nungguin , aku kan juga bisa pulang sendiri" kesal ANDINI .



Sementara itu disebuah rumah nan besar dimana di hari lalu pernah ANDINI dan JOE datangi , disebuah ruang kerja tengah terduduk seorang pria berusia 50 an tahun tengah terduduk dikursinya menatap pemandangan hijau dari jendela kaca lantai dua itu .


Seorang ajudan khusus miliknya pagi itu datang menemui beliau ke ruang kerjanya .



"Maaf saya mengganggu istirahat tuan " ucap ajudannya itu .



"Ada kabar apa robi ?"



"Maaf tuan , seperti yang dilaporkan tuan muda tadi malam , kalung itu sudah tak dipakai oleh Nona ANDINI , Sementara itu disetiap pergerakannya dia selalu diantar oleh KENZO " Lapor ROBI itu .



"Mereka benar benar seperti parasit , anaknya pun sudah dilatih untuk melawanku "



"Tuan saya dengar dari laporan mata mata , mereka akan pergi ke MENTAWAI esok hari "



"Segera kerahkan orang untuk kesana , atur segala cara untuk bisa menangkap gadis itu , dan ingat jangan sampai ada yang terluka padanya "



"Baik tuan "



"Aku akan meminta KEY pula untuk kesana memancing KENZO , aku yakin kalung itu ada di tangan mereka , pergilah "



"Siap tuan saya permisi .." pamit ajudannya itu .



Tuan itu pun masih sibuk menatap pemandangan di luar dari balik jendela nya . Wajah nya merah padam menahan amarahnya yang sudah memuncak . Tangannya terus mengepal menahan amarahnya .

__ADS_1


Untuk meredakan amarah nya ,Beliau pun pergi ke ruangan lainnya , ke sebuah kamar dimana seorang kakek kakek berusia sekitar 75 tahunan tengah terbaring lemah sedangkan selang oksigen dan selang selang lainnya menempel ditubuhnya .



"Maaf kan aku ayah , sudah selama ini aku tak bisa berbuat apa apa untuk perusahaan kita , untuk menemukan keberadaan kakak saja aku tak bisa , apa lagi harus membawanya ke hadapanmu " sedihnya sambil duduk disebelah tubuh lemah itu .



"Papa jangan bicara seperti itu , meskipun papa hanya wakil dari mas INDRA , tapi setelah kepergian mas INDRA papa sudah melakuan banyak hal untuk mempertahankan perusahaan " istrinya menenangkan .



"Tidak mah , sepertinya setelah 10 tahun aku ini perusahaan akan benar benar jatuh , aku tak bisa melakukannya "



"Papa tenang saja , disini masih ada mama , KEY dan LILIANA yang selalu menemani papa , sebisa mungkin kami akan selalu mendukung papa dari belakang , tolong jangan menyerah demi kita semua "



"Terimakasih mah , maaf kan papa ya mah "



"Iya pah ".



Malam itu tak terkecuali JOE , KENZO , ANDINI , AULIA,RENI dan HARIS tengah bersiap siap Menata semua peraatan untuk seminggu penuh berada di MENTAWAI . Dari pakaian cemilan dan make up sudah tentu tak boleh tertinggal untuk kaum hawa .



"Aduh ..tinggal peralatan mandi nih , tapi udah banyak tentengan , oh iya...ada ide nih " girangnya pergi menuju kamar sebelah .



Terlihat pria tampan itu sedang memilah milah tiap helai pakaian di lemarinya , kopernya pun masih kosong melompong .



"KENZO....boleh minta tolong ?"



"Apa aku sibuk.." ketus nya seperti biasa .




"Terus...mau numpang gitu "



"Iya..boleh ya pleaseee..."



KENZO pun berfikir keras dan sepertinya dia punya ide yang menarik .



"Oke...."



"Yes....makasih ya "



"Ehh..mau kemana , jangan kamu kira tak ada bayarannya "



"Ko gitu.."



"Iya lah...kau tak salah kan menyuruh bos SAPUTRA untuk membawa peralatan mandimu , dan sebagai bayarannya kau harus tata sendiri isi koper ku agar peralatanmu bisa aku bawa , kalau kau tak bisa menata itu bukan salahku " entengnya sambil meninggalkan kamarnya . Sementara gadis itu masih terbengong melihat bagaimana berantakannya kamar itu .



"Oh ya...kalau bisa kau pilih pilih juga pakaian ku dan awas ya underwear ku jangan sampai ketinggalan , aku bisa saja memintamu nanti membelikannya " pungkasnya kembali .


__ADS_1


"Hii..hii...."puas KENZO .



"Uuuuhhhhh... bodohh !!! Bodoh..!!! kau ANDINI...bisa bisanya kau meminta tolong si MONSTER , mana berantakan lagi , aku kan ga tau dia mau pakai apa saja " kesalnya .



Tapi mau tak mau dia menata satu demi satu pakaian itu ke dalam koper besar , meskipun dengan wajah musam dan ngomel sana sini dia terus menatanya dan menaruh kembali helaian pakaian yang tak diperlukan nanti . Sampai akhirnya peralatan mandinya pun masuk bersama ke koper milik KENZO .



"HHUUFFF....akhirnya selesai juga , capek juga..haus nih " ucapnya kelelahan .



Sementara lelaki itu justru sedang bersantai di sofa sambil menonton tv .



"Haus ya non ?"



"Iya bu..habis dikerjain sama orang itu " tunjuknya pada orang di sofa .



"Hihihi...tadinya bu RUM mau bantuin tapi gak boleh , ya sudah , tapi udah selesai kan ?"



"Udah ko bu "



"Ya sudah nih di makan mumpung anget , ibu buatin pisang soreng "



"Makasih bu "



"Iya..dimakan ya , besok juga hati hati non disana "



"Pasti bu "



"ibu tinggal ya " ucap ibu itu sembari pergi .



sepiring pisang itu pun dibawa ANDINI ke sofa dimana ada KENZO yang rebahan disana . Santai benar lelaki itu tanpa bersalah sedikit pun sampai akhirnya dia tersadar dengan sepiring pisang goreng dimeja .



"Waahh...sudah s3lesai ya "



"iya lah , kamu sengaja kan ngerjain aku buat nata nata isi koper mu ?"



"sengaja gimana , wajar lah aku minta upah dari membawa peralatan mandi mu "



"tapi gak segitunya dong , jahat banget si bu RUM mau bantuin juga ga boleh " kesalnya sambil pergi ke kamarnya .



"Heyy...tapi isi koper ku sudah beres semua kan ?"



"cek aja sendiri , sorry ya kalo ada yang aku tinggal " sinis ANDINI .



"awass ya kalo sampe underwear ku tak kau bawa " kesalnya kemudian .

__ADS_1



__ADS_2