
Begitu sampai di kantor ANDINI langsung menuju mejanya untuk mengemas beberapa bahan yang nanti dibutuhkan selama di MENTAWAI , Nampaknya juga ke tiga kawannya tak ada yang mampir ke kantor karna mereka sudah membawa keperluan mereka .
"Loo...kamu masuk hari ini ? Bukannya besok kamu ke MENTAWAI dengan perusahaan SAPUTRA ?"
"Iya mba TIKA , kebetulan kemarin note ku dan semua bahan kerjaan aku tinggal dikantor , terpaksa deh kesini dulu "
"Oo... eh ANDINI , ngomong ngomong kamu pacaran ya sama bos SAPUTRA ?"
"AAhh... mba TIKA ada ada saja nih , ya enggak lah "
"Tuhh..ko bisa si sampe dianterin ke sini segala , sampe ditungguin lagi "
"Masa sih ?" Penasaran ANDINI .
(" Harusnya dia udah pergi kan ? ") gumamnya dalam hati .
Tapi rupanya lelaki itu justru bersandar di mobilnya sambil memainkan HP , seolah menunggu ANDINI berkemas di mejanya .
"Hayooo lloooo...ketahuan , siap siap dapat traktiran nih " goda sekertaris itu sembari pergi ke tempat kerjanya .
"Ngapain si.. nungguin , aku kan juga bisa pulang sendiri" kesal ANDINI .
Sementara itu disebuah rumah nan besar dimana di hari lalu pernah ANDINI dan JOE datangi , disebuah ruang kerja tengah terduduk seorang pria berusia 50 an tahun tengah terduduk dikursinya menatap pemandangan hijau dari jendela kaca lantai dua itu .
Seorang ajudan khusus miliknya pagi itu datang menemui beliau ke ruang kerjanya .
"Maaf saya mengganggu istirahat tuan " ucap ajudannya itu .
"Ada kabar apa robi ?"
"Maaf tuan , seperti yang dilaporkan tuan muda tadi malam , kalung itu sudah tak dipakai oleh Nona ANDINI , Sementara itu disetiap pergerakannya dia selalu diantar oleh KENZO " Lapor ROBI itu .
"Mereka benar benar seperti parasit , anaknya pun sudah dilatih untuk melawanku "
"Tuan saya dengar dari laporan mata mata , mereka akan pergi ke MENTAWAI esok hari "
"Segera kerahkan orang untuk kesana , atur segala cara untuk bisa menangkap gadis itu , dan ingat jangan sampai ada yang terluka padanya "
"Baik tuan "
"Aku akan meminta KEY pula untuk kesana memancing KENZO , aku yakin kalung itu ada di tangan mereka , pergilah "
"Siap tuan saya permisi .." pamit ajudannya itu .
Tuan itu pun masih sibuk menatap pemandangan di luar dari balik jendela nya . Wajah nya merah padam menahan amarahnya yang sudah memuncak . Tangannya terus mengepal menahan amarahnya .
__ADS_1
Untuk meredakan amarah nya ,Beliau pun pergi ke ruangan lainnya , ke sebuah kamar dimana seorang kakek kakek berusia sekitar 75 tahunan tengah terbaring lemah sedangkan selang oksigen dan selang selang lainnya menempel ditubuhnya .
"Maaf kan aku ayah , sudah selama ini aku tak bisa berbuat apa apa untuk perusahaan kita , untuk menemukan keberadaan kakak saja aku tak bisa , apa lagi harus membawanya ke hadapanmu " sedihnya sambil duduk disebelah tubuh lemah itu .
"Papa jangan bicara seperti itu , meskipun papa hanya wakil dari mas INDRA , tapi setelah kepergian mas INDRA papa sudah melakuan banyak hal untuk mempertahankan perusahaan " istrinya menenangkan .
"Tidak mah , sepertinya setelah 10 tahun aku ini perusahaan akan benar benar jatuh , aku tak bisa melakukannya "
"Papa tenang saja , disini masih ada mama , KEY dan LILIANA yang selalu menemani papa , sebisa mungkin kami akan selalu mendukung papa dari belakang , tolong jangan menyerah demi kita semua "
"Terimakasih mah , maaf kan papa ya mah "
"Iya pah ".
Malam itu tak terkecuali JOE , KENZO , ANDINI , AULIA,RENI dan HARIS tengah bersiap siap Menata semua peraatan untuk seminggu penuh berada di MENTAWAI . Dari pakaian cemilan dan make up sudah tentu tak boleh tertinggal untuk kaum hawa .
"Aduh ..tinggal peralatan mandi nih , tapi udah banyak tentengan , oh iya...ada ide nih " girangnya pergi menuju kamar sebelah .
Terlihat pria tampan itu sedang memilah milah tiap helai pakaian di lemarinya , kopernya pun masih kosong melompong .
"KENZO....boleh minta tolong ?"
"Apa aku sibuk.." ketus nya seperti biasa .
"Terus...mau numpang gitu "
"Iya..boleh ya pleaseee..."
KENZO pun berfikir keras dan sepertinya dia punya ide yang menarik .
"Oke...."
"Yes....makasih ya "
"Ehh..mau kemana , jangan kamu kira tak ada bayarannya "
"Ko gitu.."
"Iya lah...kau tak salah kan menyuruh bos SAPUTRA untuk membawa peralatan mandimu , dan sebagai bayarannya kau harus tata sendiri isi koper ku agar peralatanmu bisa aku bawa , kalau kau tak bisa menata itu bukan salahku " entengnya sambil meninggalkan kamarnya . Sementara gadis itu masih terbengong melihat bagaimana berantakannya kamar itu .
"Oh ya...kalau bisa kau pilih pilih juga pakaian ku dan awas ya underwear ku jangan sampai ketinggalan , aku bisa saja memintamu nanti membelikannya " pungkasnya kembali .
__ADS_1
"Hii..hii...."puas KENZO .
"Uuuuhhhhh... bodohh !!! Bodoh..!!! kau ANDINI...bisa bisanya kau meminta tolong si MONSTER , mana berantakan lagi , aku kan ga tau dia mau pakai apa saja " kesalnya .
Tapi mau tak mau dia menata satu demi satu pakaian itu ke dalam koper besar , meskipun dengan wajah musam dan ngomel sana sini dia terus menatanya dan menaruh kembali helaian pakaian yang tak diperlukan nanti . Sampai akhirnya peralatan mandinya pun masuk bersama ke koper milik KENZO .
"HHUUFFF....akhirnya selesai juga , capek juga..haus nih " ucapnya kelelahan .
Sementara lelaki itu justru sedang bersantai di sofa sambil menonton tv .
"Haus ya non ?"
"Iya bu..habis dikerjain sama orang itu " tunjuknya pada orang di sofa .
"Hihihi...tadinya bu RUM mau bantuin tapi gak boleh , ya sudah , tapi udah selesai kan ?"
"Udah ko bu "
"Ya sudah nih di makan mumpung anget , ibu buatin pisang soreng "
"Makasih bu "
"Iya..dimakan ya , besok juga hati hati non disana "
"Pasti bu "
"ibu tinggal ya " ucap ibu itu sembari pergi .
sepiring pisang itu pun dibawa ANDINI ke sofa dimana ada KENZO yang rebahan disana . Santai benar lelaki itu tanpa bersalah sedikit pun sampai akhirnya dia tersadar dengan sepiring pisang goreng dimeja .
"Waahh...sudah s3lesai ya "
"iya lah , kamu sengaja kan ngerjain aku buat nata nata isi koper mu ?"
"sengaja gimana , wajar lah aku minta upah dari membawa peralatan mandi mu "
"tapi gak segitunya dong , jahat banget si bu RUM mau bantuin juga ga boleh " kesalnya sambil pergi ke kamarnya .
"Heyy...tapi isi koper ku sudah beres semua kan ?"
"cek aja sendiri , sorry ya kalo ada yang aku tinggal " sinis ANDINI .
"awass ya kalo sampe underwear ku tak kau bawa " kesalnya kemudian .
__ADS_1