
Malam itu , ANDINI yang sudah terdiam dari isakannya di sudut parkiran pun berjalan kembali ke dalam kamar hotel , mengemasi baju dan barang barangnya yang masih tertinggal , tak lupa memesan taksi online agar bisa langsung pergi begitu dia keluar dari pintu .
Sebuah mobil online pun sudah terparkir begitu dia keluar , masuklah dia ke dalamnya dan pulang menuju rumah nya .
Begitu tiba dirumah , pak HENDRA yang masih terjaga dengan pak UDIN pun segera membuka gerbang dan turut membawakan bawaannya .
Berhubung melihat mata yang bengkak dan memerah dan pipi yang basah , kedua bapak itu pun tak berani menanyainnya kenapa .
Begitu mengantar gadis itu ke dalam , mereka pun kembali ke pos penjagaan untuk melanjutkan penantian mereka akan pertandingan bola malam ini .
Saat itu Jam sudah menunjuk pukul 23.00 , tapi tiba tiba ANDINI keluar lengkap dengan koper dan tas nya .
"Loh...non mau kemana malam malam ?" Tannya pak UDIN .
"ANDINI ada tugas kantor pak ke luar kota besok siang , jadi harus berangkat malam malam biar sempat istirahat disana "
"Kalau begitu pak HENDRA antar ke bandara ya non ?"
"Oke pak..ANDINI tunggu disini sama pak UDIN ya "
"Okey non " semangat bapak itu ke pintu garasi .
Pak UDIN yang menyadari akan keanehan nona mudanya itu pun memberanikan diri untuk bertannya .
"Non maaf , apa terjadi sesuatu ? Tiba tiba non pergi keluar kota , sedangkan tadi pak UDIN lihat non pulang tapi seperti habis menangis ?"
__ADS_1
"Ga ada apa apa ko pak UDIN , ANDINI tiba tiba kangen pak sama orang tua ANDINI , jadi ANDINI mengambil cuti sebentar , kalau KENZO bertanya , bilang saja ANDINI mau liburan ya Pak "
"Ya udah non , pak UDIN juga gak bakal ngabarin ke den KENZO kalau non mau pergi sekarang , pak UDIN harap , semoga kalo non ada masalahan cepet selesai , dan semoga non bisa kumpul lagi sama orang tua "
"Amin.. makasih ya pak "
Tak butuh waktu lama , pak HENDRA pun sudah menjalankan mobilnya di depan gerbang .
"ANDINI berangkat dulu pak , salam buat bu RUM "
"Iya non hati hati , cepet pulang ya keluar kota nya " pesan bapak itu .
"Iya pak.."
"Pak UDIN nitip jagoan ku dulu semoga bisa cetak goal.."
"Iya pak...duluan ya "
Mobil pun pergi meninggalkan rumah , pak UDIN pun kembali menutup gerbang hitam itu .
"Sepertinya non habis nangis gara gara den KENZO , dia saja gak nganterin pulang , kalau gak cepet cepet selesai bisa gak pulang pulang non ANDINI " resah bapak itu .
"Huufff...anak muda jaman sekarang ada ada saja , dulu aku sama istri , paling masalahnya cuma capek ngurus anak banyak , semoga bisa baikan lagi amin.."doa bapak itu .
Di sisi lain KENZO yang baru saja pulang ke hotel setelah mengantar SOFIA buru buru dia kembali ke ruang pesta , dirinya menyisir dari setiap bagian , tapi tak ditemukan gadis itu , begitu pula dengan JOE dan TIKA .
__ADS_1
Sehingga dirinya pun mengarah pada kamar hotel , dengan langkah yang mulai panik , tombol lantai pada lift pun dia pencet buru buru , begitu terbuka dia langsung berlari dan membuka kamarnya .
Disitulah KENZO tambah panik , dimana baju , tas dan alat alat nya sudah tak ada di meja , kamar sebelah pun tak luput dia ketuk dengan keras .
"JOE...JOE..!!!! buka lah sebentar , apa ANDINI ada
disini ?!!" Panik nya seketika .
"Iya ..iya sebentar , aku baru selesai mandi " ucap yang di dalam .
"Ada apa si..malem malem "santainya membuka pintu .
"ANDINI gak ada di kamar , kau tau dia kemana ?"
"APA..!!! kau serius ??"
"Iya aku serius , masalahnya semua barangnya sudah tak ada semua "
"Ko bisa si...aku temani kau cari dia , aku ganti baju dulu " pesan pria itu sambil menutup lagi pintunya .
Tak lama kemudian JOE keluar dan bersama KENZO pun pergi meniggalkan kamarnya .
"Kau tahu terakhir dia dengan siapa?"
"Yang aku tahu si...terakhir dia diajak dansa sama MICHELLE , tapi...kulihat dia masih di pesta dengan tuan HERY "
__ADS_1
"Iya ... aku juga tadi melihatnya masih disini , tapi kita coba temui dia dulu "
" okey...ayo "