I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
KEPERGIAN MERA


__ADS_3

Sejak hari pendaftaran itu , MERA dan ANNA dengan giat terus mengikuti pelajaran kurikulum suster anak disana , dari teori hingga praktek pun mereka termasuk tangkas pada setiap pembelajaran .


Untuk setiap ujian pun dari yayasan mendatangkan balita langsung sebagai praktek nya . Pantas saja nama yayasan ini begitu kondang dimana mana , bahkan hingga masuk ke keluarga selebriti indonesia dan beberapa pengusaha sukses .


Syukur lah , dengan serangkaian tes pembelajaran selama beberapa minggu ini dari ke dua jurusan suster , para peserta berhasil lulus dengan nilai memuaskan . All hasil sebuah piagam kelulusan berhasil mereka raih di malam minggu terakhir mereka belajar , dan kedepannya mereka sudah dipastikan siap mendapat panggilan untuk ditempatkan .


Malam ini di aula lantai 3 dimana disulap sementara sebagai lahan penyerahan piagam dari suster kepala , sekaligus beberapa wejangannya yang beliau berikan untuk nantinya sebagai bekal mereka yang akan tinggal bersama tuan atau nyonya yang akan menggunakan jasa mereka .


"Baiklah , mari kita bekerja sama dengan baik , dimulai dari senin besok , yayanan kita akan membuka jasa suster kita , SEMANGAT semuanya !!!" Semangat suster kepala itu .


"SEMANGAT !!!!" Teriak para peserta itu dengan semangat nya .


"Baiklah kita akhiri penghargaan malam ini , sampai jumpa di hari senin " putus ibu kepala itu sembari meninggalkan mimbarnya .


("Bu , lihat lah , meskipun dengan susah payah aku belajar sabar dengan para balita , akhirnya aku bisa lulus tepat pada waktunya , aku tak menyangka bila aku sudah sangat membuat ibu kerepotan dari kecil hingga sekarang , terimakasih bu ") renung MERA hingga tak terasa air matanya meleleh di pipinya .


"Heeiii...MERA , kau menangis ?" Cemas ANNA yang menyadarinya .


"Aahhh...ya , aku hanya teringat dengan balita dan anak anak yang kemarin sangat bengal diatur , rasanya aku seperti mengenang diri ku yang dulu , tapi ... aku tak menyangka kalau aku berhasil melaluinya dengan baik "


"Ya ... kau tahu , aku tadinya juga meremehkanmu , karna kelihatannya kau bukan tipe penyabar untuk pekerjaan seorang suster "


"Kau benar , tapi.... sepertinya aku sangat berterimakasih selama pembelajaran disini , paling tidak aku dapat ilmu untuk ber sabar kan "


"Baik lah..ayo aku traktik mie ayam di dekat kos kosan , kita rayakan kelulusan kita "


"Ayo.." semangat ke 2 perempuan itu .


Namun tiba tiba dari arah lantai satu terdengat suara keributan puluhan orang dan beberapa suara barang barang yang berjatuhan dari sana , sehingga semua orang pun berlari ke bawah , karena penasaran dengan apa yang terjadi .


Disana terlihat kak SANTI yang tengah ketakutan dan terduduk di lantai disebelah meja resepcionisnya . Rupannya disana ada puluhan preman yang tengah merusak barang barang di sana . Tentu saja hal itu membuat seluruh wanita disana ketakutan .


"Kau bilang tak ada suster disini , lalu mereka apa !!!" Teriak lelaki itu yang sepertinya adalah ketua kelompok nya .

__ADS_1


"Siapa kalian , kenapa membuat ribut disini , aku adalah penanggung jawab disini , aku akan melaporkan kalian pada pihak kepolisian !!" Ancam ibu suster kepala .


PRANG..!!!!!


Pecahlah kaca besar itu dihantam seketika oleh anggota preman itu dengan kapak .


"Ini sudah kelewatan " cemas MERA yang mendesak turun ke bawah .


"Jangan MERA , Berbahaya kau bisa saja dibunuh oleh mereka " cegah ANNA dan lainnya .


"Mereka tidak akan bisa membunuh ku , tapi.. apa kalian tak kasihan melihat ibu kepala dan kak SANTI ketakutan disana , aku bisa menangani mereka "


Para preman itu terus memecahkan peralatan sehingga semakin membuat ibu kepala dan kak SANTI yang ketakutan sambil saling berpelukan .


"Berhentilah kalian semua !!!!" Teriak MERA kemudian sehingga mengagetkan para preman itu .


"Waaahhh.... ini dia yang aku cari , suster pemberani dan tak ketakutan menghadapi para preman " senang preman itu .


bukan begini caranya , apa kalian tak tahu betapa mahalnya peralatan ini dan kaca kaca jendela yang kalian pecahkan "


"Anak anak , beri dia pelajaran dulu " ucap sang ketua itu .


Sehingga dengan reflek MERA langsung menyobek sisi kan dan kiri roknya dan siap ber kuda kuda menghadang beberapa preman yang diperintahkan bos nya itu . Hingga pertarungan itu pun terjadi antara MERA dan ke tiga anak buah yang di perintahkan bosnya itu .


Hal itu tentu saja membuat ibu kepala , kak SANTI dan para temen teman susternya terkejut melihat MERA dengan ulet mampu menangkis dan menghajar 3 preman di depannya itu .


Tak butuh waktu lama kini ke tiga preman itu satu persatu tersungkur di lantai .


"Waawww , hebat juga kau rupannya "


"Lebih baik kau pergi dan bawa semua anggotamu , dan bila kau masih ingin hidup segera kau bayar kerugian kami atas kekacauan yang kalian buat "


"Itu mudah , tapi kami tak bisa pulang begitu saja , kau harus ikut dengan kami " ucap preman itu .

__ADS_1


"Huuhh....Kau mimpi ya , kita disini adalah suster anak dan lansia , kau bodoh ya masih harus memakai suster sampai sebesar ini " hina MERA padanya .


Sehingga membuat marah lelaki itu , namun sepertinya dia berusaha menahan hinaan yang diterimannya .


"Memang perlu aku katakan padamu , sebaiknya jika kau tak ingin gedung ini roboh dalam semalam dan melihat mayat teman teman mu disini , kau segera ikut denganku " ancam lelaki itu sembari beberapa mengeluarkan sebuah pistol dari dalam jaketnya .


Tentu saja membuat semua orang disana sangat ketakutan termasuk MERA .


"Baiklah , Aku akan ikut dengan kalian , tapi... kalian ganti dulu semua barang yang kalian hancurkan " ancam MERA .


Lalu seorang preman pun datang dan menyodorkan segepok uang didalam amplop besar .


"Ini uang muka 100 juta untuk biaya perbaikan , kalian bisa hubungi gadis ini bila masih ada kekurangan " pesannya kemudian .


"Dan kau , aku tunggu kau di depan jalan , kau tahu sendiri kan bila kabur dari kami " pesannya dan pergi bersama kawanannya itu .


"MERA , apa kamu yakin nak untuk ikut dengan mereka ?" Cemas bu ULFA si suster kepala itu .


"Ini jalan satu satunya bu , aku juga tak mau kalian dihabisi oleh mereka "


"MERA .... aku harap kau tak menerima kerja bersama mereka , apa jadinya kehidupanmu nanti " tangis ANNA sembari memeluknya .


"Mereka juga sudah membayar ganti ruginya NA , aku tak bisa kabur lagi , atau nanti kalian akan celaka , aku tak mau seperti itu "


"Maaf kan ibu juga , sebenarnya beberapa minggu lalu di yayasan termasuk kantor pusat kita juga diserang mereka , tapi lagi lagi mereka diancam pistol untuk tidak melapor ke polisi , ibu kepala disana sudah mengingatkan ibu untuk hati hati , tapi...ibu tak tahu bila mereka akan pergi ke tempat baru kita , bahkan sebelum pembukaan lowongan jasa disini "


"Jangan pernah menyalahkan ibu sendiri , MERA mohon ibu segera membenahi tempat ini kembali agar tak berantakan seperti ini , jika nanti MERA bisa libur , MERA pasti akan main kesini "


"Iya .... tolong jaga dirimu disana ya , kalau ada apa apa segera kabari kami "


"Baik bu , MERA pergi dulu "


Semua pun akhirnya memeluk MERA bersama sama , penuh tangis akan perginya dia yang tiba tiba karena untuk melindungi semuannya .

__ADS_1


__ADS_2