
Siang itu kebetulan ANDINI sedang diajak oleh ke dua nyonya besar untuk berkeliling di kota LONDON . Kedatangan KENZO memang sengaja di rahasiakan oleh mereka , selain mereka terlebih dulu akan menceritakan siapa KENZO , juga sureprize untuk ANDINI agar mereka bisa berbaikan disana .
Tapi tentu saja bukan keluarga MARCO namanya bila tidak bisa melacak dimana seorang ANDINI sekarang . Di malam yang sama dengan KENZO , MICHELLE dengan jet pribadinya justru sudah bertolak ke inggris bersama dengan AGUS pengawal kepercayaannya .Tentunya Dengan beberapa alasan yang meyakinkan , sehingga dia tak sampai dicurigai ayahnya .
Siang di waktu INGGRIS , para nyonya nyonya yang kelelahan berbelanja pun memilih pulang ke rumah , sementara ANDINI masih betah dengan suasana HYDE PARK yang masih saja ramai oleh pengunjung , dari yang bersama keluarga , pasangan , atau pun teman teman tongkrongan .
ANDINI yang sore itu sedang membaca sebuah buku , dibuat kaget dengan se kaleng minuman dingin berada di pipinya tiba tiba .
"Hey.....loh...MICHELLE , dari mana kau tahu aku disini ?"
"Apa sih yang gak bisa dilacak oleh keluarga ku " gurau nya .
"Sombong amat ya....oke deh yang orang kaya "
"Hehehehe.." tawa mereka .
"Btw...kau ke INGGRIS tiba tiba itu kenapa ? Asal Kau tau...bos mu itu sudah kelabakan lo mencarimu "
"Maksudmu KENZO ?"
"Siapa lagi .... jadi tanpa basa basi aku meminta tolong pada staf ku untuk melacak kamu dan nomormu , masih bagus hp mu masih aktif "
"Dasar orang kaya "
"Memanfaatkan sedikit kekayaan keluarga , tak masalah lah , nih minum " pintanya sembari memberikan minuman yang kini sudah dibuka tutupnya .
__ADS_1
"MIC....BTW memangnya kau tak sadar ya dengan siapa diriku dimata keluargamu ?"
"Aku tahu ko..kalau keluarga MAHARDIKA mu , dan beberapa lainnya adalah pesaing ayah ku , dan aku juga tahu bila perusahaan ayahmu dulu , justru bangkrut karena ku "
"Jangan jangan kau mendekatiku karena ada UDANG DI BALIK BATU ?"
"Jujur saja , saat pertama aku pulang memang itu adalah rencanaku mendekatimu , tapi.. setelah aku bertemu dengan mu di mall , entah kenapa niat itu lama kelamaan kian memudar , aku tak menyangka saja, justru merasa nyaman berbincang denganmu "
"Kalau begitu kau juga tahu dong , tentang adikmu dan KENZO ?"
"Tentu saja Aku tahu , kalau bosmu mencoba mendekati adik ku untuk beberapa keuntungan , apa lagi karena ada satu invertasi kami di salah satu projek SAPUTRA "
"Tapi aku rasa , adikmu tak sebodoh itu untuk didekati KENZO "
"Melindungiku ?"
"Iya , yang aku khawatirkan adalah , mereka punya rencana rencana lain dibelakangku , aku juga sudah menyelidiki soal kasus penculikanmu "
"Benarkah ? "
"Ya.. itu adalah ulah SOFIA dan beberapa bawahannya , orang kepercayaanku lah yang menceritakan semuannya " tunjuk nya pada seorang pria yang berdiri tak jauh dari mereka , dimana dia bersama dengan yang lainnya , sengaja berbaur dengan pakaian santai , sehingga tak mencurigakan untuk yang melihatnya .
"Sepertinya aku harus waspada ya dengan adik mu "
"Selagi ada aku disini , dia tak akan berani macam macam padamu , percaya padaku "
__ADS_1
"Okey...."
Sementara itu dikediaman ZAIN , seperti yang di jadwalkan , bila siang ini pesawat yang dipesan KENZO pun sampai disana . Buru buru dia memesan taksi dan pergi ke rumahnya , bermaksud untuk segera bertemu dengan ANDINI , Tapi kini yang dia lihat justru orang tuanya beserta ayah dan ibu ANDINI yang sudah susah payah dia cari di belahan negara ini .
Baru saja dia hendak menemui ke empat orang tua itu , tapi tiba tiba dia pun terhenti saat mendengar pembicaraan mereka , yang tak lain menjurus pada niat mereka memberitahukan KENZO tentang siapa jati diri nya .
Pintu belakang pun terbuka tiba tiba .
"ANDINI , kamu sudah..." belum selesai tuan ZAIN berkata , ke tiga lainnya pun terbelalak lebar dengan siapa tamu mereka .
"KENZO .... kau sudah tiba nak " gugup tuan INDRA berkata , sambil mengganti topik karena sudah pasti anaknya itu tau yang tadi dibicarakannya .
"Pah...tolong jelaskan apa yang tadi sedang dibicarakan papah dan ayah INDRA " Tegas KENZO pada ke empat orang tua itu .
Rencana hanyalah rencana , ke empat orang tua itu pun saling menceritakan apa yang terjadi di
22 TAHUN YANG LALU ...
Malam itu adalah tepat 4 tahun pernikahan INDRA dan juga SANDRA digelar , keluarga kecil nan romantis yang tinggal disalah satu wilayah di pulau dewata BALI .
Sebuah perusahaan kecil yang juga bergerak dalam dunia perhiasan nya pun juga kini kian berkembang pesat , apa lagi dirinya sudah berkecimpung dalam dunia perhiasan selama membantu di perusahaan ayahnya .
Tapi tentunya , seperti yang kita tahu bila tuan MAHARDIKA tak begitu setuju dengan wanita pilihan anaknya itu , hal ini lah yang membuat INDRA berusaha mengembangkan ilmunya itu dan harus berkembang mandiri , selain tak ingin merepoti ayah nya dia juga tau bila dia lebih memilih SANDRA dari pada gadis pilihan ayahnya .
Namun malam itu tanpa kabar dan berita , tiba tiba adiknya PUTRA datang berkunjung sembari berlibur ke pulau dewata .
__ADS_1