
Dan benar saja , malam ini pula sebuah aplikasi pemesanan tiket pun dibukanya dan memesan satu buah kursi keberangkatan ke INGGRIS . Buru buru KENZO mengepak beberapa barang dan pakaian ganti untuknya . Berkas berkas yang tadi di bawa HENDRI pun tak lupa dia bawa ditas nya untuk nanti dia pelajari di dalam pesawat .
Rasanya sudah tak sabar dia untuk pergi menemui ANDINI , setelah kejadian kemarin saat dia kembali ke hotel milih FAUZAN itu .
Malam kemarin saat setelah dia bertemu dengan pak HENDRA malam itu , buru buru dia kembali menuju ke kamar hotel , selain pakaian , beberapa berkas berkas pekerjaannya pun masih tertinggal disana .
Begitu cemasnya KENZO masuk ke hotel itu , sampai sampai hampir bertabrakan dengan salah satu karyawan hotel .
"Maaf tuan , saya tidak sengaja , tolong jangan laporkan saya pada atasan , saya butuh pekerjaan ini" mohon pelayan yang sudah 40 tahunan itu , karna bagaimana pun dengan bawaan meja sisa makannya sempat mengenai KENZO .
"Saya yang minta maaf bu , maaf saya tidak hati hati karena buru buru " terang KENZO padanya .
Nampaknya dari kejauhan FAUZAN pun melihat nya sehingga segera menuju ke arah KENZO itu .
"Ada apa KEN ? apa ada masalah ?"
"Oh...aku minta maaf dengan ibu ini , aku buru buru jadi menabraknya "
"Hey...walau pun kau orang kaya , asal kau yang salah aku tetap membela para pekerjaku ya hehehe " santai si FAUZAN itu .
"Saya permisi tuan "
"Iya bu..maaf ya "
"Kau buru buru ada apa ?oh iya... Ku kira kau tadi menggrndong ANDINI , eehhh...malah aku ketemu dia di lift , kalian gak ketemu ?" Terang FAUZAN .
"Jadi kau sempat bertemu dengannya ? " girang KENZO .
__ADS_1
"Iya.. ku fikir dia ke tempat parkir menyusulmu "
"Benar kah ? Kalau bisa , apa aku boleh melihat rekamannya di ruang cctv mu FAUZAN , Masalahnya dia pergi tanpa memberitahuku "
"Bisa saja si...ayo aku antar , tapi aku tak bisa menemanimu ya "
"Oke lah....tapi makasih banyak ya "
"Sama sama "
Ke dua pria itu pun pergi ke suatu tempat didekat para penjagaan Hotel , dimana ada sebuah ruangan tempat pemantauan cctv .
"Pak , ini teman ku , tolong bantu dia melihat rekaman cctv ya "
"Siap tuan " kata si penjaga itu .
"KEN , aku tinggal ya "
"Ah.. kau ini " ucap pria itu sambil meninggalkan KENZO pada pekerjanya itu .
Akhirnya KENZO pun meminta rekaman beberapa menit lalu dimana setelah di meninggalkan cafe /bar dimana dia membawa SOFIA pergi , dimana terlihat selang beberapa menit dimana ANDINI yang keluar dari ruang pesta , bertemu dengan FAUZAN , dan yang membuatnya terbelalak lebar adalah saat di beberapa sudut cctv menangkap gambar gadis itu yang tengah menangis setelah menelfon dirinya yang kala itu tak bisa mengangkat karna hp nya yang mati kehabisan baterai .
Mata KENZO saja sampai berkaca kaca saat mendapati gadis itu yang tengah menangis sejadi jadinya . Hatinya pun ikut tersayat mendapatinya yang menangis hingga tersendu sendu .
Mengingat tangisannya itu lah , sehingga membuat KENZO pula merasa bersalah dan merasa tak bisa bertanggung jawab atas dirinya .
Pantas saja papa ZAIN nya menelfon dan mencercanya berbagai pertannyaan kepadanya atas apa yang terjadi sehingga membuat ANDINI sampai berniat untuk pergi ke INGGRIS .
__ADS_1
"Kau yang membuatnya menangis , kau juga yang harus membuatnya tersenyum , papa tak mau tahu , papa tak pernah mengajarimu seperti itu!!!"
Kiranya begitulah ancaman dari papa ZAIN yang sudah dilayangkan padannya , sehingga KENZO pun langsung bertolak kesana setelah mendapat ancaman darinya . Sesungguhnya Bukan maksudnya tak bisa langsung menemui ANDINI , tapi.... dia sendiri pun malu karena tak bisa bertanggung jawab pada ANDINI hingga sampai pergi ke sana . Tentunya beberapa penjelasan pun harus dia berikan pada ANDINI , tentang apa yang terjadi di malam itu .
Pak HENDRA pun segera membawa tuan mudanya itu ke bandara , berbagai pengecekan pun dilakukan , dan masuk lah KENZO ke salah satu pesawat yang akan bertolak ke INGGRIS di malam ini . Hati nya saja sudah berbunga bunga meskipun baru duduk di dalam pesawat , senyumnya saja sampai tak pelit dia berikan pada orang yang dia temui , rasanya seperti seseorang yang sudah kasmaran dan sudah rindu untuk bertemu kekasihnya .
Perbedaan 6 jam waktu INGGRIS , dimana sekarang dikediaman tuan ZAIN itu tengah pesta kecil kecilan di halaman belakang rumah .
Dari daging , ikan , dan beberapa seafood lainnya pun mereka siap kan untuk memberi kehangatan udara dingin di INGGRIS .
"Tak sangka ya ZAIN , anak kita sudah besar besar " ucap INDRA pada temannya itu , dimana mereka berdua yang sedang membersihkan bahan barbeque .
"Iya , dan sepertinya sudah saat nya dia tau siapa orang tuannya , toh anak ku saja bisa memahaminya kan saat dia mengetahuinya "
"Apa dia tak akan marah padaku , pada kita semua ?"
"Sebaiknya , sesegera mungkin saja kita ceritakan , karena sepertinya anakmu tergila gila pada gadis ku ya "
"Tentu saja , dia juga anakku kan "
"Nampaknya , anakmu juga punya saingan loo "
"Aahhh..benar juga , pesona anak gadis kita benar benar bisa meluluhkan anak MARCO "
"Itu berita besar atau apa yah ?? "
"Tapi...sepertinya MICHELLE tak se buruk ayah dan adiknya , kalau KENZO masih meneruskan rencana nya , bisa bisa ANDINI bisa berpaling looo "
__ADS_1
"Iya juga...sia sia dong , aku kan sudah memilih calonnya dari sedini mungkin "
"Hahahahaha..." tawa ke dua bapak 50 tahunan itu . Sehingga membuat para wanita di sebrangnya pun turut tertawa dibuatnya .