I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
TAMBANG EMAS PART 1


__ADS_3

Tepatnya di sebuah bukit nan jauh dari hiruk pikuk perkotaan , nampaklah dibalik kegelapan dimana kini sudah memasuki area perbukitan ,tapi tentunya jalanan yang penuh dengan tanjakan dan kelokan tajam pun mereka lalui .


Untung saja pengemudi kontainer termasuk profesional sehingga dengan mudah mereka melaluinya .


Lapisan penjagaan pun mereka lewati di bagian paling luar , pagar besi yang menjulang tinggi pun mereka buka dengan segera begitu tau tuan mereka yang datang .


Begitu masuk gerbang ,sebuah jalanan menanjak menyapa mereka sebelum akhirnya sebuah lahan parkiran nan luas ada didepan sana .


Suara nyaring dari benturan alat dan bebatuan pun serasa menjadi lagu di gelapnya malam .


"Tuan INDRA ..sudah lama kita tak bertemu " tanya salah satu pekerja senior disana , umurnya mugkin sudah 60 tahunan .


"Pak SLAMET , apa kabar , maaf saya baru bisa kesini setelah situasi aman "


"Iya....saya dengar tuan juga sudah membaik , itu adalah berita bagus untuk kita "


"Benar pak ... oh ya , kali ini tolong semua pekerja membantu kami di gudang untuk mengangkut tabungan emas kita "


"Siap tuan !!! SEMUA NYA AYO KE GUDANG , ANGKUT SEMUA KE KONTAINER ITU !!!" teriak lelaki itu , sehingga selain yang masih membersihkan emas , mereka pun berbondong bondong membantu tuan mereka membawa hasil tambang mereka yang dulu .


Sebuah terowongan nan besar pun mereka masuki dengan hati hati , tak jauh dari pintu masuk sampailah mereka di sebuah brangkas besar mirip milik per BANK an melekat di dinding terowongan , INDRA yang tahu kunci di dalam nya pun langsung berdiri didepan sana , dia terdiam sejenak mengingat berapa digit angka nya sebelum setelahnya dia menggunakan kalung nya di sebuah celah .


Dengan penuh hati hati beliau mulai memutar nya perlahan menuju nomor brankasnya , tak lama kemudian terdengar bunyi KLIK di pintu itu .


"SELAMAT DATANG TUAN , SILAHKAN ANDA MASUKAN KODE YANG SEBENARNYA "


Sebuah suara terdengar dari pintu itu , sehingga KENZO pun memberikan kalung di lehernya pada ayahnya itu .


"TERIMA KASIH , SELAMAT DATANG DI DALAM BERANKAS ANDA " pesan suara itu lagi .


"Oh iya pak SELAMET , kebetulan pintu didesain dengan DNA keluarga kita , jadi aku , KENZO dan KEY akan membantu anda mengangkutnya " pesan PUTRA .


"Baik tuan "


Buru buru INDRA , PUTRA , KENZO dan KEY , masuk ke dalam , dimana rupanya di dalam ruangan kecil itu , justru emas emas yang masih bongkahan itu masih terbungkus rapih didalam sebuah kantong kain , sepertinya dulu ayah mereka begitu teliti menyimpannya , sehingga di buatlah layaknya rak galeri EMAS di dalamnya dari berbagai ukuran .

__ADS_1


Tanpa basa basi dengan di pandu oleh PUTRA , KENZO dan KEY , mereka pun mengangkut ke dalam truk kontainer itu .


Siapa sangka bila di mana di dalamnya sudah berisi mobil lain untuk keamanan kondisi dari segala macam gangguan di perjalanan mereka . Tentu saja hal itu membuat semua orang berdecak kagum termasuk KEY dan KENZO .


"Waawwww...tak ku sangka sekarang kita menggunakannya ayah " takjub KEY saat itu .


"Yahhh...kita memang memesan ini untuk keadaan darurat seperti sekarang , kita tak tahu kan apa yang akan terjadi nanti "


"Benar om , aku juga sampai tak percaya dengan rencana yang begitu matang oleh om dan juga ayah " timpal KENZO pula .


"Tentu saja , siapa dulu keluarga kita ...." bangga orang tua itu .


Sementara ke tiga orang itu bolak balik membawa emas mereka , INDRA justru sibuk dengan komputer yang ada di dalam gudang itu . Entah apa yang dia copy di dalam flasdick nya , sehingga dia pun tak mau di ganggu oleh siapa pun .


Begitu semua sudah masuk ke dalam mobil , selagi menunggu INDRA , pak SELAMET pun mengajak ke 3 tuannya berbincang bincang di depan .


"Oh iya pak , sebenarnya yang terjadi 11 tahun yang lalu itu selengkap seperti apa ?" Tanya PUTRA pada nya .


Pak SELAMET pun mulai menerawang , mengingat kembali kejadian lama itu .


Tapi siang itu beliau yang memang asli warga sana dan juga penanggung jawab tambang segera ditelfon oleh tuannya untuk sekedar mampir ke pertambangan .


Disana tengah berdiri tuannya dengan seorang teman didalam mobilnya .


Meskipun ada penjagaan tapi tanpa kunci khusus yang ada pada pak SLAMET , mereka tak bisa membuka pintu jika beliau tak ada di dalam pertambangan .


"Maaf ya MET , aku lagi lagi merepotkanmu "


"Ga apa apa mas ini kan tanggung jawab saya , monggo mas.." ucap mempersilahkan mobil itu masuk ke dalam .


"Saya ada urusan di dalam gudang , tolong jangan ada yang mengganggu " pesan tuan MAHARDIKA .


"Baik tuan..." patuh semuannya .


Tapi begitu melihat tuan mereka parkir dan masuk kedalam area gudang brankas , pak SELAMET pun diam diam mengikuti ke arah atas .

__ADS_1


"Loh pak nanti tuan marah bagaimana ?" Cegah salah satu penjaga .


"Kalian inget gak pesan dari bos INDRA , kita harus hati hati jika setelah beliau pergi ada rekan bisnis yang meminta masuk ke dalam pertambangan ?"


"Oh iya...ya udah pak kita yang bagian jaga aja, siapa tahu ada yang mencurigakan dari luar "


"Alahhhh bilang saja takut "


" hehehe...."


"Yo wes bapak aja yang diam diam ke sana "


Orang tua itu pun diam diam berjalan penuh hati hati menuju ke parkiran di lahan atas dimana biasa digunakan mobil mobil milik tuannya . Tapi kali ini tak biasanya tuan mereka berani membawa teman hingga sampai masuk ke dalam pertambangan , biasanya mereka hannya bertamu di bagian luar saja .


Tak lama kemudian setelah masuknya pak SLAMET , sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mengerem secepatnya di depan pagar .


Dengan tergesa gesa keluarlah sang pengendara yang ternyata adalah tuan muda mereka yang sudah lama tinggal di BALI .


"Pak INDRA , tumben nih ke sini ?"


"Mang...tadi ayah masuk kesini ya ?"


"Iya pak betul "


"Sendirian atau sama orang lain ?"


"Sama orang lain pak , kami saja..." belum selesai pekerjanya berbicara , buru buru INDRA berlari sekencang mungkin .


"Yahhh...pak INDRA malah kabur duluan "


"Biar lah..urusan orang atas kita mah tau nya tiap bulan dapet gaji , iya gak "


"Iya mas ...yuk lanjut catur nya "


kedua pekerja itu pun kembali melanjutkan permainan catur mereka , tanpa mereka tahu bencana apa yang nanti akan terjadi .

__ADS_1


__ADS_2