
Begitu hari beranjak siang , seseorang menelfon LEO dan mengajaknya bertemu di suatu tempat nan jauh dari pusat kota . Tempat yang sangat jauh dan juga tempat yang mempunyai banyak cerita tentang LEO bersama seorang wanita yang dicintainya .
Seorang wanita dengan menggunakan masker di wajahnya dan juga ber kaca mata tengah duduk disana . Di sebelahnya ada seorang anak berusia satu tahunan yang sibuk dengan sebotol susu ditangannya .
"MILY , apa sudah lama menunggu ku ?" Tannya LEO dari kejauhan , sepertinya dia belum sadar ada seorang anak di sebelah wanita itu .
"Tidak juga "
"Hey...siapa gadis kecil ini , dia cantik sekali "
"LEO .... maaf , aku sudah pergi dari mu selama 2 tahun ini , ini lah alasan kenapa aku memutuskan pergi " terangnya sembari memangku gadis kecil itu .
"Dia anakmu ? Bagaimana mungkin ... ? " LEO benar benar terkejut hingga terbelalak matanya .
"Iya..dia adalah anak ku , namanya LANI , dia sudah pulang dulu dengan orangku , jadi tak akan diketahui oleh publik "
"Katakan kepadaku , Siapa ayah dari anakmu ?"
"Maaf LEO , aku belum bisa menceritakan kepadamu , kau tahu kan apa jadinya bila RIO tahu akan hal ini ?"
"Yah.... tentunya dia akan kecewa kepadamu , apa lagi dia belum memikirkan arah hubungan kalian kan ?"
"Itu yang aku takutkan , jadi... aku mohon kepadamu , tolong... untuk sementara waktu kau rawat anak ku LEO , aku tak tahu harus meminta tolong kepada siapa selain dirimu , tak mungkin aku membawanya ke panti , apa kata bunda nanti " mohon perempuan itu sambil menangis sejadi jadinya .
"Baik lah , kau tenang saja ... aku akan merawat anak mu seperti anakku sendiri " lembut LEO padanya .
"Terimakasih LEO , terimakasih " senang nya sambil memeluk LEO itu .
LEO benar benar tak tega melihat wanita yang dulu sudah begitu lama mengisi hatinya itu menderita sendirian , karena dia sangat tahu bila MILY adalah anak dari panti asuhan dekat rumahnya dulu , jadi tentu saja dia tak mungkin membawa anak tanpa ayah itu ke dalam panti asuhannya .
Seorang bodyguard nya pun datang bersama asisten pribadi MILY , mereka membawakan sebuah tas pakaian anaknya dan juga stok susu yang nanti dibutuhkan anaknya .
__ADS_1
"Tolong kalian masukan ke dalam mobilku "
"Baik tuan " ucap ke dua orang itu .
"Kamu pulang lah , selagi dia tidur berikanlah dia padaku , sebisa mungkin aku akan merawatnya , paling kalau aku tak mampu merawatnya , aku akan sewa seorang suster anak "
"Aku akan bertanggung jawab semua kebutuhannya , atau pun untuk biaya baby suster itu "
"Kau mengejek ku ya.." godanya .
"Sekali lagi aku minta maaf selalu merepotkanmu LEO "
"Sudah lah ...pulang lah segera , bukankah kau diundang sebuah pesta ?"
"Kau benar , aku pulang dulu "
Mmuuaacchh....
"Kamu jangan rewel ya nak , baik baiklah dengan papa LEO , boleh kah...?"
"Dia pasti senang dan bangga punya papa yang baik sepertimu "
"Sudah lah pergi sana ... mulai sekarang dia anakku "
"Dahh...jaga dirimu juga , kalau ada waktu aku akan mengunjungi kalian "
"Ya...."
EMELY dan ke dua orang nya itu pun pergi meninggalkan LEO sendiri di bukit sana . Tak bisa dipungkiri dia sebenarnya pun tak ingin berpisah dari anaknya , hannya saja rumah kediamannya kurang aman untuk menutupi keberadaan anaknya itu , sementara publik hannya tahu dia menjalin hubungan 3 tahun terakhir ini dengan seorang anak pemilik perusahaan ELEKTRONIK yang malam ini akan menggelar acara pesta untuk pengangkatan anaknya di perusahaan .
"Siapa ayahmu ?? apa kah perlu aku melakukan tes DNA atas kejadian 2 tahun lalu di hotel " cemas LEO sembari menatap gadis kecil yang kini terlelap dalam tidurnya .
__ADS_1
# # # #
Sore itu ANDINI dan MERA anaknya selepas membersihkan diri dirumah , mereka pun pergi ke sebuah salon langganannya . Benar benar penuh perjuangan untuk mengajak MERA ke sana , rambutnya yang panjang namun jarang diberikan vitamin , tentu saja menambah kerjaan agar rambutnya di bersihkan dan diberi perawatan yang extra . Untung saja dengan jurus pemangkasan uang saku begitu manjur kepadanya , sehingga dia pun pasrah diotak atik oleh beberapa pekerja disana .
Untung saja Ibu nya sudah siap sehingga tinggal menunggu si anaknya itu di make up oleh para MUA itu .
"Maaf bu ANDINI harus lama , habis non MERA nya gak bisa diem " keluh seorang karyawan itu .
"Benarkah ? Tapi aku berterimakasih kalau kalian mampu mengatasinya , aku akan menambahkan tips buat kalian , jangan bilang si abang GUN ya "
"Siap bu... non MERA juga sudah siap , silahkan bu kalau mau melihatnya , tapi bu ANDINI jangan kaget ya "
Benar saja kata pegawai bang GUN itu , ANDINI saja dibuat pangling dengan anaknya sendiri yang kini terduduk sedang mengenakan sepatu heells nya .
Seorang gadis cantik berbalut gaun hitam yang sama dengannya begitu manis nan anggun , berbeda jauh dengan penampilannya yang seperti lelaki di setiap harinya .
"Bu....ibu ga papa ?" Tanya anaknya itu yang bingung dengan ibunya yang terpesona melihat anaknya .
"Ya ampun nak , sudah ibu duga kamu sangat cantik dengan penampilan seperti ini "
"Bu... tapi aku ga suka , ribet tahu , ada pake crem lah , terus yang kuning kuning itu lah , bedak , bulu mata , udah pipi kaya di tonjok preman " keluh anaknya itu , sehingga membuat tawa seisi ruangan itu .
"Kau itu , ini lah dunia wanita , inilah yang disebut make up , yang di pipimu itu blush on , bukan ditampar nak "
"Tau ah.... pokoknya MERA cuma sebentar di pesta , habis itu pulang , MERA pegel pake sepatu cuma tompangan satu jari "
"High hells namanya "
"Tau lah namanya , ribet "
"Ta udah yuk berangkat , papa sudah menunggu dibelakang , pasti terkejut juga "
__ADS_1
"Terserah ibu lah ... yang penting jangan ngancem MERA lagi ya dengan uang saku "
"Beressss..."