
Malam nya ke dua keluarga kecil itu memilih bersantai sambil ngobrol ngobrol tetang berbagai hal , dari yang akan pulang bersama , hingga tempat tempat yang akan mereka datangi nanti .
Dan benar saja , esok harinya mereka berkeliling bersama ke beberapa tempat wisata disana .
Tanpa mereka sadari bila di beberapa sudur yang jauh , ada mata mata yang menjaga mereka .
"Bos .... mereka aman disini , tak ada tanda tanda dari orang tuan MARCO dan nona SOFIA " Lapor salah satu matamata itu .
"Terus awasi sekitar mereka , jangan sampai kita kecolongan dengan mata mata ayah atau pun SOFIA"
"Baik bos " putus pasukannya itu .
(" Kali ini , Aku tak mau lagi dimanfaatkan oleh mereka , sudah cukup mereka menghancurkan beberapa perusahaan , maaf ayah , SOFIA .... kali ini aku tak mau menjadi bidak kalian lagi, aku tak sepolos dulu sampai mau dimanfaatkan oleh kalian , kalian sudah terlalu serakah ") gumam MICHELLE .
Di sini selain ayahnya , tak ada yang tahu bila di balik ke jeniusannya sebagai HACKER , ada seorang SOFIA yang lihai dalam tipu muslihat , dia lah dalang dari rencana kehancuran perusahaan INDRA di BALI , meski diumurnya yang baru menginjal 8 tahunan , tapi dia lah jenius yang sebenarnya dalam tak tik perbisnisan dengan ilmu ilmu yang diberikan ayah nya sedari dini . Wajar saja bila dia pun lompat kelas dari seusiannya mengikuti jejak MICHELLE .
Maka dari itu ,Pamannya yang berada di AMERIKA pun memilih membawa MICHELLE untuk bersekolah disana, maksudnya agar dia tak terlalu terpengaruh oleh pendidikan ayahnya . Bila perlu segera merubah tujuan akhir dari ayahnya yang ingin menguasai seluruh bisnis perhiasan dengan menghancurkan para rekan rekannya .
# # # #
Hari berikutnya , kedua keluarga itu pun bertolak kembali ke INDONESIA , 6 kursi pesawat pun dipesan mereka , kali ini dengan beberapa persiapan tentunya yang sudah di lakukan oleh INDRA untuk keluarganya , karena setelah perawatannya bersama istri di INGGRIS , yang pertama akan dia datangi di INDONESIA adalah ayahnya , beliau sangat yakin bila ayah nya pasti tidak dalam kondisi yang baik , begitu lah yang terakhir dia tahu kondisi dari ayahnya .
"Pulang nanti , apa kamu akan ikut dengan ayah INDRA ?"
"Mau bagaimana lagi , ayah adalah orang tua ku kan , pastinya aku akan menjaganya kemana pun dia pergi "
"Kau tahu KENZO , dulu aku ingin sekali bertemu dan tinggal dengan mama papa , tapi sekarang.... aku juga sedih ya saat berpisah dengan kalian "
__ADS_1
"Tentu saja , kita sudah lama tinggal dengan mereka , meskipun hanya orang tua asuh , mereka sudah kita anggap seperti orang tua sendiri "
"Iya...kau benar "
"Begitu juga dengan kita , kita juga sodara kan ?"
Sontak terkejut lah ANDINI dengan perkataan KENZO kali ini , belum sempat ANDINI menanyakan soal malam kemarin dirinya bersama SOFIA , sekarang justru terang terangan , dia berkata bila mereka hanya sodara .
"Aku mau istirahat , tolong jangan bangunkan aku sebelum mendarat " putus ANDINI dengan ketusnya .
("Maafkan aku ANDINI , aku hanya bisa membantu sampai sini ,agar kamu , papa dan mama selalu aman , kali ini aku akan jarang bertemu dengan kalian , semoga apa yang aku tinggalkan bisa membantu kalian , pasti aku akan sering main bila ada waktu ") renung KENZO , sambil pergi ke kursi lain yang juga kosong oleh penumpang .
(" I HATE YOU MY BROTHER , kata kata itu layak bila kau hanya menganggapku seorang adik...semoga kau puas dengan semua keputusanmu itu , begitu sampai di INDONESIA kita jalani hidup kita masing masing ")
Dan benar saja , begitu tiba di bandara , ayah INDRA dan ibu SANDRA beserta KENZO pun berpamitan untuk pulang kE kediaman MAHARDIKA . Begitu berpamitan dengan ayah ibunya ANDINI langsung pergi ke parkiran tanpa berpamitan dengan KENZO .
"Pa , ma ANDINI ke kamar dulu ya " pamitnya begitu tiba dirumah .
"Pa , kayaknya ada sesuatu deh waktu di pesawat , perasaan sebelum berangkat dia baik baik saja dengan kita " terka mama nya .
"Paling masalah anak muda , biar lah , mereka juga harus belajar kan cara penyreesaiannya " terang tuan ZAIN pada istrinya .
"Lo..non, den KENZO ga ikut pulang ?"
"Ikut bu RUM , tapi kali ini dia sudah pulang dengan orang tuanya "
"Waahhh... pantesan ada yang cemberut , tapi syukur lah kalau bapak ibunya selamat "
__ADS_1
"Iya bu RUM , rasanya baru kemarin ya kita merawat dia "
"Iya non , tapi kan ada non ANDINI , kita gak bakal kesepian "
"Iya bu....bagaimana pun sekarang anakku sudah ada disini , mari bu kita ke dalam "
"Iya non.."
Sementara itu di kediaman MAHARDIKA pun tak kalah hebohnya dengan kedatangan INDRA , SANDRA baserta KENZO . Jangan kan Pasangan PUTRA dan PUTRI , anak mereka KEY juga sempat tak percaya dengan apa yang terjadi sebenar nya .
Tapi hal itu , tentu saja membuatnya senang bukan main , apa lagi dengan beberapa rencana baru untuk mengembalikan lagi perusahaan keluarga mereka .
Tempat perawatan tuan MAHARDIKA pun tak luput ditengok oleh ke 3 pendatang baru itu , kebetulan memang dengan dokter spesialis mereka yang ready merawat tuan nya .
"Ini kamar mu KEN , istirahat lah dulu , dan jangan sungkan sungkan kepadaku , sekarang kita adalah keluarga "
"Buat apa sungkan kepadaku , aku tak menyangka saja bisa bersaudara dengan pria sepertimu "
"Sial kau ini , tapi ngomong ngomong , bagaimana dengan ANDINI setelah kalian tahu rahasia ini "
"Ya... beginilah , semuannya harus terbiasa dengan peran yang sebenarnya entah aku atau pun dia "
"Kau benar , masalah ini adalah tentang keluarga kita , bagaimana pun dia sudah berperan besar sebagai penggantimu , ya sudah..aku tak akan mengganggumu lagi , selamat beristirahat ya "
"Ya....terimakasih "
KENZO pun merebahkan dirinya ke ranjang besar itu , matanya masih menerawang ke atas , mengingat kembali wajah ANDINI saat terpukul oleh perkataannya .
__ADS_1
Rasa rindu yang amat sangat begitu menyakitkan di relung hati KENZO , tapi.... jika beginilah FAKTA nya , dia tak mau lagi gadis itu terus menjadi kartu AS untuk MARCO demi menjatuhnya .