
Di lantai atas hotel tentu saja beberapa sudah di pesan oleh beberapa pesohor bisnis , semakin ke atas suasana lift pun semakin sepi pengunjung , meskipun bersama sepasang suami istri tapi tentunya dia tak berani untuk sekedar bertannya .
"Nona , kau mau ke lantai atas juga ?" Tannya sang wanita seumuran ibunya itu .
"Benar , ayah saya sedang bertemu dengan tuan di acara ini " sopannya menjawab .
"Oh ya , siapa ayah mu nak ?"
"Ayah saya KENZO MAHARDIKA pak "
"Waawww.... tak di sangka ya , rupannya kau anak dari KENZO , sayang ya dia sekarang memegang kantor keluarga SAPUTRA ?"
"Benar pak , untuk urusan perusahaan kakek di pegang oleh om KEY "
"Pantas saja saya jarang melihat ibumu dan ayahmu , Suamiku kan juga bekerja sama dengan KEY MAHARDIKA "
"Oh ya , maaf bu kalau saya tak mengenali ibu dan bapak "
"Tidak apa apa "
Pintu lift pun terbuka sehingga mereka pun berpisah di sana dan menuju ke pintu masing masing .
MERA pun mencari di setiap pintu untuk nomor yang ditinggalkan oleh ayahnya itu . Kebetulan di setiap pintu ada seorang penjaga sehingga dia bisa menannyai mereka dengan nomor yang dituju nya .
Sebuah pintu yang dijaga dua orang pengawal itu lah rupannya yang ditilis oleh ayahnya , begitu melihatkan pengenalnya , penjaga itu pun membukakan pintu itu .
Betapa terkejutnya MERA begitu dirinya masuk ke sana , ... bukan lagi dengan suasana di depannya yang begitu mewah melainkan dengan obrolan yang dibicarakan ayahnya dengan tuan DICKY itu di ruang tamu kamar hotel di bagian dalam .
"Sungguh kebetulan jika pak DICKY justru ingin meminang anak saya untuk anak anda " ucap ayahnya KENZO .
__ADS_1
"Aku sudah lama mendengar perihal anak mu KEN , ku harap dia bisa mengatur anakku ke depannya "
"Kita doakan saja tuan , semoga mereka cocok satu sama lain "
Namun , ibunya yang baru saja keluar dari toilet pun juga kaget mendapati anak perempuannya yang , terdiam di depan pintu itu .
"ALMEERA..." gumam ibunya yang masih terpaku , karena sudah barang tentu anaknya tau apa yang di bicarakan para orang tua itu .
Matanya pun memErah karena air matanya yang mengalir , namun kemudian dengan buru buru MERA membalikkan badannya dan beranjak keluar dari kamar hotel itu .
Dia pun berlari ke arah dimana tadi menuju ke pintu lift .
Begitu pintu terbuka dia langsung saja masuk tanpa melihat seseorang di depannya .
BRUKK..!!!!
"Maaf... saya buru buru , sampai tak melihat tuan "
"Oh.. kau lagi rupannya , maaf saya buru buru , saya harus pergi "
"Oh.. baik lah , ini ..sepertinya kau membutuhkannya ?" Ucapnya sembari memberikan sapu tangan di sisa pintu yang tinggal sedikit .
"Terima kasih banyak tuan "
"Oh ya , siapa nama .." baru saja dia akan bertannya , pintu itu sudah tertutup kembali menuju ke lantai dasar .
"Sial..lagi lagi aku lupa menanyai namanya , seharusnya bukan orang sembarangan yang bisa masuk ke sini , siapa dia...?" Penasarannya sambil terus menuju ke kamar nya itu .
Buru buru MERA memesan taksi online di HP nya untuk segera membawanya ke rumah dengan segera .
__ADS_1
("Tega tega nya ayah dan ibu berniat menjodohkan aku dengan anak tuan itu , tak ada yang peduli dengan perasaan ku , kalau begini....lebih baik aku pergi dari rumah , maaf ayah , ibu ... jika kalian punya keputusan , aku juga punya keputusan ku sendiri ") renungnya di dalam hati .
"Pak , tunggu saya sebentar ya , saya mau pergi lagi soalnya "
"Baik mba "
MERA pun segera berlari ke dalam rumahnya , kebetulan jam sudah hampir 10 malam , sehingga sudah tentu bu SITI pun sudah beristirahat dikamarnya , apa lagi malam ini pak AGUS ditinggal pergi pak HENDRA , tanpa bersusah payah MERA bisa masuk dengan pintu samping saja , dengan segera MERA mengemasi pakaian seadanya yang bisa dibawa .
Tak lupa agar dia tak gampang di lacak , ia tinggalkan kartu ATM nya , sekaligus perwujudan kekecewaannya pada ayah dan ibunya .
"Maaf ayah , ibu ...jaga diri kalian " pesannya sembari masuk ke mobil online itu dan pergi ke alamat yang ditujunya .
Kebetulan di dekat kos kosan geng SIGIT , dia pula ikut mengekos satu kamar di sana tanpa sepengetahuan ayahnya , KENAN dan ALAN , jadi dia bisa langsung masuk ke sana .
Untuk kuncinya dia memang menyerahkan kunci itu pada pemilik kos kosan untuk keamanan dan kebersihan kamarnya , tapi kali ini dia juga kaget dengan suasana kos kosan yang sepi dari tawa dan canda anak anak SIGIT itu .
"Non MERA , alhamdulilah..non sudah dateng "
"Bibi kenapa ? Terus anak anak ko sepi bi ?"
"Itu dia non , mereka semua pindah tadi pagi , aduh..bibi jadi sedih non , kok bisa pada pindah semua , katanya mereka bakal lama lagi disana "
"Ternyata mereka benar benar ninggalin MERA ya bi , padahal hari ini MERA ga ada temen buat cerita "
"Sabar ya non , bibi juga sedih , mana sebentar lagi anak anak bibi lulusan , tapi belum ada yang mau nge kos "
"Bibi juga sabar yah , MERA ke dalam dulu mau istirahat "
"Iya non , barusan bibi beresin malah "
__ADS_1
"Makasih ya bi assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "