
Tak terasa sudah seminggu INDRA, PUTRA dan ke dua anaknya pontang panting di kantor dan berbagai tempat , meskipun baru 30 % kenaikan pendapatan, tapi hal itu tentunya menjadi motivasi bagi mereka, karyawan dan beberapa rekan bisnis lainnya . Beberapa rekan yang sudah keluar dari bisnisnya pun sudah mulai mendaftarkan diri , tapi tentunya di pilah pilah lagi oleh INDRA , bagaimana pun berkat dari kemunduran perusahaannya dia jadi tahu bila ada beberapa rekan yang ternyata kaki tangan MARCO sendiri , pantaslah mereka dengan mudahnya memasuki sistem keamanan INDRA meski sudah berlapis keamanan .
Mengingat perkembangan perusahaan yang selalu menjadi cerita setiap sore keluarga itu di ruang perawatan kakeknya , hingga para dokter yang sudah dianggap keluarga pun ikut merasakan ke haruan keluarga itu , dan tanpa mereka sadari tuan MAHARDIKA pun sudah disela perbincangan mereka . Dengan sigap para dokter pun langsung mengecek keadaannya .
Tak butuh waktu lama , keluarga besar itu pun dipanggil ke ruangan ayah nya .
"Ayah , apa sudah lebih baik ?" Tannya INDRA pada ayahnya yang kini sudah membuka matannya . Meski tak sepatah kata yang diucapkannya , dari matanya terpancar rasa bahagiannya yang masih bisa melihat anak sulungnya itu .
"Ayah , kami semua sudah menanti kan ayah untuk bergabung di kantor , hehehhe " senang PUTRA .
"Apa kakek tidak rindu pada KEY ? " manja lelaki itu memeluk kakeknya .
"Ayah..maaf kan aku , selama ini aku tak pernah menengokmu , dan maaf aku membohongimu bila cucu mu adalah perempuan , sebenarnya dia adalah anak sahabatku , dan sekarang aku perkenalkan anak ku padamu , KENZO...kemarilah temui kakekmu " ajak ayahnya itu .
Dengan menggenggam ibunya pula pun dia mendekat pada kakeknya , disitu terlihat bila kakeknya pun terkejut kalau cucunya begitu persis saat INDRA seusiannya , tangan itu pun berusaha meraih KENZO , sehingga dia pin meraihnya dan meletakan di wajahnya . Air matanya meleleh meski tanpa kata kata .
Semua tanpa terkecuali pun memeluk pria tua itu bersama sama .
INDRA dan PUTRA pun di panggil oleh dokter WIBOWO itu untuk sedikit menjauh pada keluarga lainnya .
"Ada apa dokter , apa ada masalah dengan ayah kami ?" Penasaran INDRA .
" Benar tuan , mengingat masalah jatuhnya beliau dulu , bisa dibilang kini beliau mengalami STROK , selanjutnya kita harus menterapi beliau untuk berjalan dan berbicara , kabar baiknya beliau tidak mengalami amnesia yang sering terjadi mengingat usianya yang sudah menua "
"Untuk semua kerja keras dokter selama ini , saya sangat berterimakasih "
"Sama sama tuan , ini semua pun karena tuan selalu memprioritaskan untuk kesembuhan tuan MAHARDIKA , jadi...kami bisa bekerja dengan mudah , kalau begitu saya permisi dulu " pamit dokter wibowo itu .
"Baik dokter terimakasih " ucap ke dua kakak beradik itu .
__ADS_1
PUTRA pun seketika langsung memeluk kakaknya erat erat , air mata bahagia pun tak luput membasahi matanya . Sudah lama dia menantikan hari bahagia seperti ini , selama ini hannya dia dan KEY saja yang terus sibuk dengan pengobatan ayahnya tanpa banyak peduli dengan usahanya , kini dengan keberadaan kakaknya itu , dia semakin yakin bila kondisi keluarga mereka akan semakin membaik .
# # # #
Malam di ke diaman SAPUTRA pun tak luput dari kemeriahan makan malam di taman depan , kebetulan hari ini adalah ulang tahun bu RUM yang ke 75 Beberapa kejutan tentusaja sudah disiapkan oleh keluarga SAPUTRA .
Pak UDIN pun tak luput mendapat kejutan dengan kedatangan anak istri dan cucu cucunya , begitu pula pak HENDRA yang sudah pasti HENDRI dan ibunya pun turut hadir disana .
"Bu RUM ...kami sekluarga sangat berterimakasih atas dedikasi bu RUM yang selama puluhan tahun bekerja disini , saya hanya bisa memberi hadiah kecil sebagai rasa terimakasih kita buat ibu " ucap tuan ZAIN . Diiringi dengan gerbang yang terbuka dan masuklah keluarga bu RUM sekluarga pula , dari cucu cucu nya .
ZAIN dan istrinya memang sudah lama memasukan bu RUM dalam kartu keluarga mereka , sedangkan keluarganya dan juga keluarga pak UDIN dan HENDRA setiap bulan pun mereka sudah menyiapkan dana tersendiri . Mengingat mereka yang sudah berumur lebih , maka dari itu ada 3 pekerja harian yang mereka perkerjakan setiap harinya , meskipun kadang mereka masih ingin mengerjakan sendiri .
Acara tangisan haru pun menyertai mereka semua , meskipun hanya beberapa keluarga yang terkadang suka mampir , dengan kehadiran cucu cucunya tentu saja membuat bu RUM sangat bahagia malam ini .
"Saya mewakili keluarga ibu , kami sangat sangat berterimakasih dengan segala kebaikan pak ZAIN dan bu RATNA , sampai sampai kita dianggap keluarga " ucap salah satu anak bu rum yang paling tua .
"Sekarang giliran kejutan dari saya dong " bangga nyonya RATNA itu .
"Mama ada kejutan apa , ko nga ngasih tau ANDINI sih "
"Kan biar jadi kejutan..."
"Aahh..mama mah..gitu " kesal ANDINI sehingga membuat tawa para tamu tamu itu .
Seseorang pun di telphone oleh nya untuk segera masuk ke dalam .
Dimana sebuah mobil yang tak begitu asing yang pernah dipakai oleh KEY mengantar ANDINI pulang saat itu tiba tiba masuk ke dalam dengan cepat .
" SUREPRIZE...!!!!! " ucap sang pengemudi yang langsung keluar dari mobil itu , tak lain dan tak bukan adalah KENZO dengan seikat bunga dan beberapa bingkisan di tangannya .
__ADS_1
Dia pun langsung berlari ke arah bu RUM sembari memberikan bunga itu selayaknya dengan kekasihnya .
"Jadi ini kejutan mama ?" Bisik ANDINI pada mama nya .
"Tentu saja , kamu tak terkejut Ya "
"Biasa aja mah..."
"Wwaahhh...ada yang lagi marahan nih "
"Mama apaan si..."
Selepas menyalami para tamu , KENZO pun memberikan ke 3 kotak bawaannya pada ke 3 pekerja dirumah SAPUTRA ini .
Begitu dibuka rupanya sebuah kunci di masing masing kotaknya .
"Loh den , bukannya ini rumah yang tuan dan nyonya bangun ?" Tannya pak UDIN .
"Iya mas ZAIN , bahkan waktu itu sampai tannya saya baiknya modelnya bagaimana kan ?"
"Oh iya bener pak , bu RUM juga ditannyain waktu itu"
"Nah...jadi bu RUM, pak UDIN,dan pak HENDRA , sebenarnya ini adalah ide dari KENZO di tahun lalu , dia kebingungan mau memberi hadiah apa buat semuannya , jadi diam diam kami menanyakan rumah impian bu RUM , Pak UDIN dan pak HENDRA deh.."
"Ya ampun non , dengan di anggap keluarga saja kami sudah senang , rasanya ini terlalu berlebihan " ucap bu RUM tak enak hati .
"Nggak bu , selama ini semuannya sudah bekerja sangat lama membantu keluarga saya , jadi mohon diterima dari kami "
Tangisan haru pun kembali terjadi oleh ke 3 keluarga itu . Sehingga KENZO pun memilih menenangkan ibu berusia 75 tahun itu .
__ADS_1