
ANDINI kecil pun dibawa oleh INDRA dan juga SANDRA ke rumah kediaman MAHARDIKA , disana tentu saja tuan besar MAHARDIKA sudah menanti kedatangan cucunya itu .
Begitu bersemangat dia sampai membukakan pintunya sendiri . Tapi apa daya , begitu beliau melihat seorang gadis mungil yang kegirangan melihatnya itu , beliau seketika berwajah masam sembari mempersilahkan anak dan menantunya untuk makan bersama .
Tak banyak yang di bicarakan mereka , SANDRA saja lebih memilih di dapur menemani assisten rumah beres beres .
"Bu , sudah malam , kasihan ANDINI dia pasti sudah mengantuk " pinta suaminya yang menyambangi ke area dapur .
"Iya yah.."
Sementara itu diruang tamu , tuan besar MAHARDIKA justru sibuk dengan HP nya , meskipun diruang tengah ada PUTRA dan PUTRI beserta KEY dan ANDINI .
"Mas mau pulang sekarang ? Apa tak menginap disini saja ?"
"Iya PUT , lagi pula aku sudah memesan hotel untuk menginap "
"Mba .. kebetulan besok ada acara syukuran juga disini , besok jangan lupa kalian datang kesini ya "
"Akan kami usahakan , kami pamit dulu "
"Hati hati ya.."
Pamit keluarga kecil itu , namun sayang nya disaat mereka hendak berpamitan dengan tuan besar itu , boro boro dirinya mau menerima salam dari mereka , justru beliau malah pergi saat mereka memasuki ruang tamu .
Begitu perih hati mereka , sehingga dengan mata berkaca kaca mereka meninggalkan rumah itu .
Tapi..belum juga mereka sampai ke hotel , buru buru mereka dikejutkan oleh telphone dari ZAIN .
"INDRA.... panas anakmu mulai naik lagi , dokter bilang secepatnya harus dirujuk ke singapura atau mungkin ke inggris , bagaimana ?"
__ADS_1
" Aku mohon ZAIN , tolong kau jaga anakku seperti halnya anakmu sendiri , disini aku masih ada keperluan dengan keluargaku , sebagai gantinya aku pun akan menjaga anakmu seperti anakku sendiri "
"Baik lah , sekarang aku dan tenaga medis sedang menuju pangkalan HELI , untuk secepatnya membawa KENZO ke singapur "
"Aku percayakan dia padamu ZAIN "
"OKEY..."
Sekiranya begitulah cerita masa lalu yang diceritakan oleh ke 2 orang tua itu , sehingga membuka pemikiran KENZO meskipun tak semuanya dapat diterima olehnya .
"Sepertinya aku butuh waktu untuk mencernanya pah " pintanya masih setengah lemah sambil pergi meninggalkan rumah itu .
Para ibu ibu itu pun tak kuasa menahan air matanya , melihat bagaimana respon dari KENZO setelah tahu tentang siapa jati dirinya .
"Aku tak menyangka , rupannya aku sendiri adalah keluarga MAHARDIKA , jika seperti yang di ceritakan oleh papa , itu artinya KEY pun tak tahu bila aku adalah sepupunya , aakkkhhhhhhh....!!!!!" Kesalnya sambil terkulai di bangku taman perumahan itu .
Sementara itu ANDINI yang di antar dengan mobil oleh MICHELLE pun meminta turun di pintu utama saja , mengingat disana ada ayah ibu nya yang tentu saja belum saatnya untuk diketahui MICHELLE .
"Oke..."
Mobil itu pun pergi meninggalkan ANDINI sendirian , ANDINI pun lantas berbalik untuk memasuki perumahan , selepas memperlihatkan keanggotaan disana ANDINI pun masuk ke jalan utama itu . Berjalan santai sambil menikmati suasana sore di area perumahan itu , menikmati suasana tentram tanpa memikirkan semua masalah yang ada di JAKARTA .
Sayangnya , baru saja dia bersenandung ria , di sebuah lahan taman kompleks justru terlihat seorang KENZO yang tengah lemah lesu di kursi taman panjang . Hal itu membuat ANDINI bertannya tannya .
(" Kalau hanya masalah aku yang kabur dari rumah , dia tak akan se lemah begitu kan , aku sadar ko aku siapa , lalu... apa yang harus aku lakukan sekarang ? Ohh..iya..Jangan jangan dia.... ")
Buru buru ANDINI berjalan kearah lelaki itu , dia sampai tak sadar bila ada seseorang yang kini ada di dekat bangkunya . Lelaki itu masih terdiam dalam rebahannya , lengannya pun menutupi ke dua bola matanya .
(" Apa dia tertidur ? , sepertinya dia butuh waktu untuk sendiri ") terka ANDINI bermaksud meninggalkannya .
__ADS_1
Tapi sebuah tangan meraih tangannya dengan erat , sehingga dia tak bisa pergi . Disana terlihat lah seorang lelaki yang tengah putus asa dan matanya pun memerah , entah apa yang dia tahan hingga sampai menitikan air matanya .
KENZO pun terduduk sehingga ANDINI pun duduk pula disebelahnya . Tak ada kata kata diantara mereka , semuannya terdiam dalam fikirannya masing masing .
Hingga akhirnya KENZO pun menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu , dan dilanjutkan dengan memeluknya erat erat .
"Biarkan aku seperti ini barang sebentar " mohon lelaki itu .
"Iya " singkat ANDINI sambil sesekali membelai punggung lelaki itu dengan lembut .
Tak dipungkiri bila dia pun ada rasa rindu padanya saat tiba di inggris ini , tadinya dia tak memikirkan bila KENZO akan menyusulnya ke sini , karena pasti ke dua orang tuannya akan memberitahukan cerita 22 tahun lalu itu , seperti dulu saat dia masih duduk di sekolah dasar di jawa timur .
Entah berapa menit ANDINI meminjamkan pelukannya pada lelaki itu , bahunya serasa pegal menompang lengan dan kepalanya .
"Apa sudah lebih baik ?" Tannya nya pelan .
"Ya .... ku rasa begitu "
"Sepertinya kau sedang banyak masalah ya ?"
"Masalahku tidak penting , ya terpenting... kenapa kau kabur ke inggris dan tadi sampai diantar ojek yang aku kenal ?" Kesal lelaki itu .
"Sembarangan ojek , tadi itu MICHELLE tau , dia sampai pergi ke sini karena mencari ku "
"Kau fikir aku tidak , awas saja ya kalau sampai kau pergi pergi lagi dengannya "
"Idih...apa urusannya dengan mu , maaf ya aku mau pulang " buru buru ANDINI pergi meninggalkannya .
"Hey....aku belum selasai bicara , kenapa kau merahasiakan statusku "
__ADS_1
"Wwweeeeee...... emang enak baru tahu " ledeknya terus berlari takut takut lelaki itu mengejarnya .
"Gadis itu..benar benar.....kau fikir karena statusku yang membuat ku risau , justru kedekatanmu dengan MICHELLE lah yang membuatku pening " oceh lelaki itu kemudian . Mau tak mau dia menyusulnya