
Hari berikutnya , secara resmi tuan ZAIN dan istri serta ANDINI datang ke kantor bersama , rapat pun digelar sebagai peresmian untuk ANDINI yang mulai terjun di perusahaannya ,dengan alasan bila KENZO menggantikan ANDINI sementara yang belum matang dalam perusahaan , pun dapat diterima oleh para staf .
Tentunya mereka pun turut kecewa bila kini lelaki tampan nan rupawan itu tak akan lagi menjadi sarapan mata selama mereka dikantor .
Hari itu pula dengan bantuan HENDRI , ANDINI pun mulai belajar satu per satu hal apa saja yang ada di kantornya , termasuk mengenai saham dan investor yang ada di kantornya .
"Loh...kak HEN , bukannya kita ada projek yang bekerja sama dengan MARCO grup ya?"
"Masa DIN ? kita tak ada kerja sama dengan mereka looo...dari dulu "
"Benar kah ??? Lalu mengenai perusahaan kita yang sering dapat undangan dari mereka itu ?"
"Aahhh...kau tahu sendiri kan pesona KENZO pada anak perempuan mereka , mungkin karena itu "
Tapi rasa penasarannya pun tak terbendung , hingga semua berkas berkas pun diperiksa lagi olehnya , tapi memang tak ada satu projek mereka yang tertulis nama nama itu .
("Benar....Jadi selama ini , dia meminta keluargaku berakting bila SOFIA adalah investor dalam projek perusahaan , dia mendekati karena ada maksud tertentu padanya , sial !!! Jadi selama ini aku sudah dibodohi olehnya , tapi...apa dia sebodoh itu tak tau bila SOFIA lah musuh yang sebenarnya ")
Tok.tok...
"Maaf DIN , sepertinya ada kiriman surat perdanamu"
Ucap HENDRI .
"Dari siapa kak HEN ?"
"Entah lah , cuma tertulis untuk CEO baru , bacalah...siapa tau penggemarmu "
"Terimakasih ya kak "
__ADS_1
" okey.."
Lalu perlahan , surat itu pun dibuka oleh ANDINI , sekilas diluar amplop terlihat tulisan menggunakan bolpoin tebal .
Pagi..
Bagaimana setelah duduk dihari pertama menggantikanku ?
Pasti gadis bodoh sepertimu langsung membuka semua dokumen dokumen termasuk investor projek perusahaan kan ? Tenang saja disana tak akan tertulis nama SOFIA atau pun juga MICHELLE sebagai investor . Semua itu hanya akal akalan ku untuk mendekatinya , aku juga tak sebodoh itu tak sampai mencari tahu siapa musuh yang sebenarnya ,dan Aku juga tak suka ya kalau kamu dekat dekat dengan MICHELLE .
"Apa pedulimu , pacar juga bukan , suami apa lagi " oceh ANDINI dan melanjutkan lagi .
Aku minta maaf dengan sikap ku di hari lalu saat di pesawat , kali ini biarkan lah aku yang berjuang demi keluargaku , aku juga sudah menyiapkan sesuatu demi memutar balikan lagi keadaan keluargaku .
Asal kau tahu saja , hanya membuatmu sedih saja aku sampai di hajar oleh KEY , entah lah kalau sampai membuatmu berdarah , mungkin ayah ku akan membunuhku .
Buru buru ANDINI meninggalkan ruangannya , didepan ruangannya pun rupannya sudah tak ada lagi HENDRI yang selalu SIAGA dibutuhkan , begitupun ruangan di sekitar nya , tapi begitu dia sampai di sekitar lobi , rupanya mereka sudah berkumpul disana , ada pun di sebrang ada seorang KENZO yang lebam di beberapa mukannya , begitu pun dengan KEY yang berada di sebelahnya .
Siulan siulan kecil pun di layangkan oleh para staf staf nya sehingga suasanya semakin riuh dibuatnya .
"Ada apa ini , kenapa wajah kalian seperti ini ?" Terkejut ANDINI dibuat nya .
"Ini adalah balasan bila dia sampai mempermainkan mu " tegas KEY .
"Sebagai saudara yang baik , aku harap kau mau berterus terang pada nya KEN, Ayo ...semuanya aku traktir kalian di cafe depan !!! Biarkan musafir cinta itu mengobrol !!!" Teriak KEY pada karyawan itu .
Tentu saja para karyawan karyawan itu tanpa basa basi mereka berbondong bondong pergi ke cafe sebrang gedung perkantoran .
"Kak KEY....kau..."
__ADS_1
"Kali ini saja , selesaikanlah masalah kalian , aku sudah berjuang lo sampai biru biru begini , dahhhh...." pamitnya sambil pergi bersama para karyawan itu .
"Maaf atas sikap ku kemarin kepadamu , aku sudah salah... ingin melindungimu tapi justru dengan menyakitimu "
"Itu kau tahu ...."
"Dan.... ini yang mau aku berikan pada mu "
Rupanya sebuah cincin berlian nan mengkilau lah yang tengah diperlihatkan oleh KENZO , tentu saja hal itu membuat ANDINI tak bisa berkata kata .
"Apa maksudmu KEN ?"
"Hari ini , aku mau melamarmu , apa kau mau menikah dengan ku ???? "
Gadis mana yang tak akan tersanjung bila mendapatkan perlakuan seperti ini oleh lelaki yang di cintainya . Tapi untunglah ANDINI masih bisa mengontrol , paling tidak dia kini tau bila mantan kakaknya itu mencintainya .
"Bukannya kau menganggap ku seperti adik mu sendiri , lalu bagaimana dengan malam lalu di hotel Kak FAUZAN , aku juga tau kok kalau kau sempat mengintip di cctv hotel , kau masih hutang penjelasan kepada ku " Cuek ANDINI yang justru pergi meninggalkan lelaki itu .
"Aku akan jelaskan DIN , yang jelas aku tak ada apa apa dengan SOFIA " oceh KENZO sambil mengikut di sisinya .
"Maaf aku sibuk , aku sedang tak berselera membahas masalah ini , lain kali saja " ANDINI kembali cuek padanya .
"Din.....ANDINI , beri aku 10 menit saja DIN !!" Mohonya terus menerus .
"Hehehehe..." tertawa lirihlah ANDINI saat mendapati KENZO yang tak bisa masuk lagi ke dalam karena akses atas namanya sudah terblokir mulai tadi pagi .
"Kau fikir segampang itu aku akan menerimamu , jika benar kau mencintaiku , maka harusnya kau bisa menerima konsekuensi dari perlakuanmu dulu " lirihnya semakin menjauh ke dalam .
Sementara KENZO , tentu saja hanya sampai ke lobi dan tak bisa melewati pintu pertama meja perkantoran . Dirinya masih saja teriak teriak meminta waktu untuk menjelaskan semuanya pada ANDINI .
__ADS_1