I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
LAMARAN


__ADS_3

Hari berikutnya , secara resmi tuan ZAIN dan istri serta ANDINI datang ke kantor bersama , rapat pun digelar sebagai peresmian untuk ANDINI yang mulai terjun di perusahaannya ,dengan alasan bila KENZO menggantikan ANDINI sementara yang belum matang dalam perusahaan , pun dapat diterima oleh para staf .


Tentunya mereka pun turut kecewa bila kini lelaki tampan nan rupawan itu tak akan lagi menjadi sarapan mata selama mereka dikantor .


Hari itu pula dengan bantuan HENDRI , ANDINI pun mulai belajar satu per satu hal apa saja yang ada di kantornya , termasuk mengenai saham dan investor yang ada di kantornya .


"Loh...kak HEN , bukannya kita ada projek yang bekerja sama dengan MARCO grup ya?"


"Masa DIN ? kita tak ada kerja sama dengan mereka looo...dari dulu "


"Benar kah ??? Lalu mengenai perusahaan kita yang sering dapat undangan dari mereka itu ?"


"Aahhh...kau tahu sendiri kan pesona KENZO pada anak perempuan mereka , mungkin karena itu "


Tapi rasa penasarannya pun tak terbendung , hingga semua berkas berkas pun diperiksa lagi olehnya , tapi memang tak ada satu projek mereka yang tertulis nama nama itu .


("Benar....Jadi selama ini , dia meminta keluargaku berakting bila SOFIA adalah investor dalam projek perusahaan , dia mendekati karena ada maksud tertentu padanya , sial !!! Jadi selama ini aku sudah dibodohi olehnya , tapi...apa dia sebodoh itu tak tau bila SOFIA lah musuh yang sebenarnya ")


Tok.tok...


"Maaf DIN , sepertinya ada kiriman surat perdanamu"


Ucap HENDRI .


"Dari siapa kak HEN ?"


"Entah lah , cuma tertulis untuk CEO baru , bacalah...siapa tau penggemarmu "


"Terimakasih ya kak "

__ADS_1


" okey.."


Lalu perlahan , surat itu pun dibuka oleh ANDINI , sekilas diluar amplop terlihat tulisan menggunakan bolpoin tebal .


Pagi..


Bagaimana setelah duduk dihari pertama menggantikanku ?


Pasti gadis bodoh sepertimu langsung membuka semua dokumen dokumen termasuk investor projek perusahaan kan ? Tenang saja disana tak akan tertulis nama SOFIA atau pun juga MICHELLE sebagai investor . Semua itu hanya akal akalan ku untuk mendekatinya , aku juga tak sebodoh itu tak sampai mencari tahu siapa musuh yang sebenarnya ,dan Aku juga tak suka ya kalau kamu dekat dekat dengan MICHELLE .


"Apa pedulimu , pacar juga bukan , suami apa lagi " oceh ANDINI dan melanjutkan lagi .


Aku minta maaf dengan sikap ku di hari lalu saat di pesawat , kali ini biarkan lah aku yang berjuang demi keluargaku , aku juga sudah menyiapkan sesuatu demi memutar balikan lagi keadaan keluargaku .


Asal kau tahu saja , hanya membuatmu sedih saja aku sampai di hajar oleh KEY , entah lah kalau sampai membuatmu berdarah , mungkin ayah ku akan membunuhku .


Buru buru ANDINI meninggalkan ruangannya , didepan ruangannya pun rupannya sudah tak ada lagi HENDRI yang selalu SIAGA dibutuhkan , begitupun ruangan di sekitar nya , tapi begitu dia sampai di sekitar lobi , rupanya mereka sudah berkumpul disana , ada pun di sebrang ada seorang KENZO yang lebam di beberapa mukannya , begitu pun dengan KEY yang berada di sebelahnya .


Siulan siulan kecil pun di layangkan oleh para staf staf nya sehingga suasanya semakin riuh dibuatnya .


"Ada apa ini , kenapa wajah kalian seperti ini ?" Terkejut ANDINI dibuat nya .


"Ini adalah balasan bila dia sampai mempermainkan mu " tegas KEY .


"Sebagai saudara yang baik , aku harap kau mau berterus terang pada nya KEN, Ayo ...semuanya aku traktir kalian di cafe depan !!! Biarkan musafir cinta itu mengobrol !!!" Teriak KEY pada karyawan itu .


Tentu saja para karyawan karyawan itu tanpa basa basi mereka berbondong bondong pergi ke cafe sebrang gedung perkantoran .


"Kak KEY....kau..."

__ADS_1


"Kali ini saja , selesaikanlah masalah kalian , aku sudah berjuang lo sampai biru biru begini , dahhhh...." pamitnya sambil pergi bersama para karyawan itu .


"Maaf atas sikap ku kemarin kepadamu , aku sudah salah... ingin melindungimu tapi justru dengan menyakitimu "


"Itu kau tahu ...."


"Dan.... ini yang mau aku berikan pada mu "


Rupanya sebuah cincin berlian nan mengkilau lah yang tengah diperlihatkan oleh KENZO , tentu saja hal itu membuat ANDINI tak bisa berkata kata .


"Apa maksudmu KEN ?"


"Hari ini , aku mau melamarmu , apa kau mau menikah dengan ku ???? "


Gadis mana yang tak akan tersanjung bila mendapatkan perlakuan seperti ini oleh lelaki yang di cintainya . Tapi untunglah ANDINI masih bisa mengontrol , paling tidak dia kini tau bila mantan kakaknya itu mencintainya .


"Bukannya kau menganggap ku seperti adik mu sendiri , lalu bagaimana dengan malam lalu di hotel Kak FAUZAN , aku juga tau kok kalau kau sempat mengintip di cctv hotel , kau masih hutang penjelasan kepada ku " Cuek ANDINI yang justru pergi meninggalkan lelaki itu .


"Aku akan jelaskan DIN , yang jelas aku tak ada apa apa dengan SOFIA " oceh KENZO sambil mengikut di sisinya .


"Maaf aku sibuk , aku sedang tak berselera membahas masalah ini , lain kali saja " ANDINI kembali cuek padanya .


"Din.....ANDINI , beri aku 10 menit saja DIN !!" Mohonya terus menerus .


"Hehehehe..." tertawa lirihlah ANDINI saat mendapati KENZO yang tak bisa masuk lagi ke dalam karena akses atas namanya sudah terblokir mulai tadi pagi .


"Kau fikir segampang itu aku akan menerimamu , jika benar kau mencintaiku , maka harusnya kau bisa menerima konsekuensi dari perlakuanmu dulu " lirihnya semakin menjauh ke dalam .


Sementara KENZO , tentu saja hanya sampai ke lobi dan tak bisa melewati pintu pertama meja perkantoran . Dirinya masih saja teriak teriak meminta waktu untuk menjelaskan semuanya pada ANDINI .

__ADS_1


__ADS_2