I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
HATI YANG TERSAKITI


__ADS_3

Pembawa acara pun menuntun para tamu dalam acara itu , dari sambutan sambutan , hingga penghargaan dalam dunia bisnis ini . Dan sampailah pada acara terakhir dimana semua bersantai sambil menikmati jamuan malam pesta ini .


"Tring...tring..." bunyi telphone dari saku KENZO .


"Aku permisi dulu " pamitnya pada temen satu mejanya dimana ada JOE , ANDINI dan TIKA .


"DIN , dari siapa ?" JOE penasaran .


"Ntah bos , sepertinya penting sampai menjauh dari kita "


"Kau ini , makan lah dulu , baru kepo dengan orang lain " ucap TIKA kemudian .


"Iya baik lah " JOE pun menurut saja .


"Maaf teman teman , aku permisi duluan , oh ya ANDINI kalau ke dua pemabuk cinta ini pergi , kau ke kamar saja , aku pergi sebentar , nanti aku kembali ke sini dahhh " putusnya tiba tiba .


"Dari siapa si...sampai dia ninggalin kita , tak kasihan apa dengan ANDINI " Kesal JOE itu .


"Sudah lah bos, aku tidak apa apa, aku tak lupa dengan nomor kamar ku "


"Untung kau baik "


Semuannya pun lanjut menikmati makanannya , sebenar nya ANDINI pun penasaran siapa yang telah menelphone lelaki itu , hingga dirinya mau meninggalkan acara malam itu .


Semakin malam acara pun semakin ramai , apa lagi di tambah ada acara berdansa untuk semuannya yang berkenan , tentunya JOE tak mau ketinggalan bersama TIKA , mereka dengan semangat bersama pasangan lain pun mulai berlenggak lenggok mengikuti lantunan melodi .


"Hei...kau sendirian "


Terkejut ANDINI saat tuan muda MARCO mengagetkannya .


"Aku fikir siapa , iya ... lagi pula aku tak pandai berdansa seperti mereka "


"Tak masalah , aku akan mengajarimu , boleh kah ?"


"Kalau anda tak keberatan dengan injakan kaki saya "


"Tidak masalah , aku masih ada stok plester di rumah " goda tuan MICHELLE sambil meraih tangan ANDINI . Membuat ANDINI tak kuasa dengan godaannya dan terkikik lirih


Tak sedikit yang tak ikut berdansa , meskipun ada yang sudah mahir dan ada pula yang harus belajar seperti ANDINI , tak jarang MICHELLE pun menerima pijakan demi pijakan oleh ANDINI .

__ADS_1


Tanpa mereka sadari dari kejauhan terlihatlah seorang tuan besar MARCO yang entah dari mana kemudian mendapati putra nya yang sedang berdansa bersama ANDINI . Raut wajah nya sangat sangat menunjukan kekhawatiran , meskipun beliau menutupinya dengan senyuman sembari menyapa sapaan dari tamu yang datang .


Sementara itu di lain tempat di dalam hotel , dimana ada sebuah ruangan di hotel yang sudah disulap menjadi BAR kecil , dimana tengah terduduk seorang SOFIA yang tengah menangis sendirian didepan meja bartender , ditemani sebotol minuman di depannya yang sudah diminumnya pantaslah dirinya setemgah sadar saja


"SOFIA ??? Ada apa ? Bagaimana kau tiba tiba menangis disini" khawatir KENZO .


Perempuan itu diam saja , sambil sesekali mengusap air matanya .


"Maaf tuan , tadinya dia ke sini dengan seorang pria ber jas sepertimu , tapi mereka bertengkar dan meninggalkan nona ini " terang bartender itu dan kembalu melayani pengunjung lainnya .


"Terimakasih "


"Sama sama , maaf saya tinggal dulu " pamitnya lagi .


"Apa yang terjadi pada mu ?"


"Kau tau KEN , ayah ku mau menjodohkan ku dengan seorang pria , aku tak mencintainya hik..hik..."


"Siapa dia..."


"Dia adalah NATANIEL , anak teman ayahku yang tinggal di AMERIKA"


"Tentu saja dengan MICHELLE , dia sebelumnya sudah tahu , tapi justru tak memberitahuku , aku tak mau dijodohkan KEN..wwaaaa " tangisnya semakin kencang .


Untung saja tak membuat orang lain terganggu karena alunan suara yang keras di sana .


"Tak baik kau disini sendirian , nomor berapa kamarmu , biar aku antar "


"Aku tak mau pulang ke kamar , aku mau ke rumah " pintanya .


"Baiklah "


Setelah mbayar minuman gadis itu , KEN yang kesulitan memapah gadis yang tak sadar itu akhirnya pun menggendong nya untuk memudahkan . Matanya terpejam meski pipinya masih basah dengan air matanya .


"Aku tak mau dijodohkan , setelah apa yang aku lakukan untuknya , beraninya dia menjodohkanku " gumam nya tak karuan .


"Aku turut prihatin padamu .."


"KEN .... didunia ini yang aku cintai adalah KENZO , aku tak mau dengan yang lain hik..hik... , ayah jahat hik..hik.." isak nya tanpa sadar berkata seperti itu .

__ADS_1


Ditempat dansa , setelah lagu pertama usai ANDINI pun diam diam pergi begitu MICHELLE di panggil assisten ayahnya . Dirinya tak begitu biasa apa lagi dengan obrolan bisnis para petinggi itu , apa lagi tak ada KENZO , JOE dan mba TARI , dari pada sendirian lebih baik dia pergi ke kamarnya .


Terlihat di luar ruangan pesta , para pelayan dengan sibuk bekerja kesana kemari , hingga saat hendak memasuki pintu lift , ANDINI justru ber papasan dengan FAUZAN si pemilik hotel ini .


"Kak FAUZAN ?"


"ANDINI .. kau juga ikut ke pesta ?"


"Iya kak , malas si..tapi mau tak mau harus membantu KENZO "


"Loh...bukannya dia tadi menggendong seseorang ke arah parkiran ?"


"Benar kah ? Siapa ya kak ?"


"Maaf ANDINI , kalau itu aku tak tau , aku hannya melihatnya dari belakang saat keluar dari lantai 3 "


"Baiklah ..terimakasih ya kak "


"Iya..maaf ya aku tak bisa berlama lama , aku harus mengontrol katering pesta "


"Cciieee..yang lagi sibuk , selamat bertugas.."


"See u...." perginya saat itu .


ANDINI pun langsung menekan tombol lift tercepat menuju arah parkiran , semoga saja dia sempat untuk bertemu dengan KENZO .


(" Siapa gadis itu , kenapa bisa langsung membuat KENZO pergi begitu mendapat telfonnya , sepenting itu kah dia sampai tak mengabariku seperti ini ") resahnya kemudian .


Di area parkir , dengan susah payah KENZO pun bisa membawa SOFIA ke dalam mobilnya , dengan hati hati dia meletakaan gadis itu dan memasangkan sabuk pengamannya . Hal itu pula yang terlihat oleh ANDINI , Mrski samar samar dari kejauhan dia tahu betul bila gadis itu adalah SOFIA yang tal sadarkan diri .


"Kau dimana ?" Pesannya melalui chat setelah sebelumnya Dia men silence kan HP nya .


Nampak nya lelaki itu sadar dengan pesan di HP nya dan segera membalas chat itu .


"Maaf aku ada urusan " balasnya singkat .


Mendapat jawaban yang kurang memuaskan itu , ANDINI pun langsung menelfon nomornya , tapi siapa sangka kini yang didapatinya justru jawaban dari operator bila handphone lelaki itu tak aktif .


Mendapat perlakuan seperti ini , entah kenapa membuat sesak di dada ANDINI yang bersembunyi di sudut parkiran . Begitu mobil itu pergi tangisannya pun tak terbendung , untuk kali pertamanya dia merasa sakit saat mendapati lelaki itu pergi bersama wanita lain .

__ADS_1


"Bodoh kau ANDINI....buat apa kau menangisi pria plin plan seperti itu " gumamnya disela tangisannya .


__ADS_2