I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
KECUPAN PAGI HARI


__ADS_3

"Pagi semuanya....maaf sudah menunggu " santainya sembari meraih susu di mejannya .


"Waahhh...anak mama memang tampan ya , gadis mana yang tak ingin jadi menantuku " bangga mamanya itu .


"Sudah tentulah..siapa dulu papa nya "


"Heh....sombong nya , aku yakin pamor ANDINI lebih unggul dari KENZO , Iya kan ANDINI.."


"Iya dong mah , siapa dulu mama nya .."


"Masih pagi..kenapa ribut si mah , iya deh KENZO mah ga ada apa apa nya dari dia "kecut anak lelakinya itu .


"Tuh mah...jadi ngambek looo..."


"Papa bisa aja... siapa juga yang ngambek "


"Hehehehehh....." kedua orangtua itu pun tertawa mendapati raut muka pria muda itu .


Semuannya pun kembali menikmati sarapan yang disediakan bu RUM , sampai akhirnya tuan ZAIN dan istrinya pun pamit pula untuk bertolak ke INGGRIS .


"Papa sama mama yakin mau langsung pergi , kan belum lama pulang ke INDONESIA " tanya ANDINI di luar jendela mobil dimana di dalam sudah berada tuan dan nyonya SAPUTRA .


"Maaf ya nak , mama sama papa tak bisa berlama lama disini , kita sudah diminta untuk pergi memantau beberapa tempat "


"Hati hati ya mah disana , sering sering telfon kita "


"Itu sudah pasti , oh iya ... selain kamu juga jaga diri , mama juga titip KENZO ya ANDINI , kamu tenang saja , meskipun dia jd atasan yang garang tapi sebetulnya dia baik , dan kamu tak perlu khawatir "


"Iya mah ... ANDINI akan mencoba s3baik mugkin menjadi bawahannya "

__ADS_1


"Ya sudah papa dan mama berangkat dulu ya , ayo pak HENDRA kita berangkat "


"SIAP BOS ..."


Begitu mobil keluar gerbang ANDINI pun masuk ke dalam mobil bos barunya itu , dimana dia sudah menunggunya sedari tadi . Mobil pun seketika dijalankan begitu ANDINI masuk .


"Kau tak ada kata kata apa sebelum orang tua mu ke luar negri lagi "


"Buat apa , toh hampir setiap hari mereka juga selalu memantau perusahaan "


"Kau jahat sekali ... seperti bukan anaknya saja "


"Sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur urusan atasanmu , kalau kau tak mau kehilangan gajimu bulan ini "


"Kau.....kau berani tak menggaji ku di perusahaanmu , kau fikir aku tak berani melawan atasan yang semena mena sepertimu "


"KENZO..!!!!! KAU PRIA BRENGSEK..!!!!! " teriaknya kemudian .


Mobil sport itu pun pergi meninggalkan rumah itu , menyusuri hiruk pikuk nya jalanan jakarta di pagi hari , dari macet hingga bertemu dengan lampu merah di beberapa jalan . Tapi tetap saja gadis disebelahnya masih kesal dengannya . Tiba tiba mobil itu terhenti di jarak 200 meter dari gedung perkantoran .


"Loh..kenapa kita berhenti disini ?" Heran ANDINI .


"Kau tak diberitahu pak HENDRA apa? Kalau aku punya kebiasaan sebelum masuk ke kantor " ucap pria itu sambil memasang wajahnya lebih dekat ke arah ANDINI .


"Apa yah...terus kenapa wajahmu malah mendekat ?" ANDINI mencoba mengingat ingat saat di rumah sakit tempo hari .


Saat itu.....


"Inget ya non , kalau masalah kantor si bisa ditannyakan sama nak HENDRI , Tapi ada beberapa catatan yang harus non bawa saat menjadi sekertaris nya , soalnya kata nak HENDRI sebelum nya pernah ada sekertaris yang bahkan sampai menangis di bentak olehnya "kata pak HENDRA sembari memberikan buku catatan .

__ADS_1


"Banyak sekali pak ,sampai sapu tangan pun harus aku yang menyediakan ? " ucapnya keheranan mendapati berbagai catatan mengenai KENZO itu .


"Dan....ada satu hal lagi yang harus benar benar non ingat " lirih pak HENDRA .


"Apa itu pak ??"


"Itu adalah.......kalau nak KENZO..."


Tiba tiba pintu terbuka yang dimana ada seorang KENZO yang masuk kala itu .


("Sayang sekali pak HENDRA tak jadi mengatakannya , lalu dengan tampang manisnya memejamkan mata ini apa , masa iya ada kecupan sayang sebelum ke kantor ..... iya si..kalau bibir ku sudah pernah dicium olehnya , tapi kan gila saja kalau setiap pagi ada kecupan seperti itu , pantas saja sampai sekarang selalu ramai untuk pendaftaran sekertaris , masalah mereka keluar , memang mahluk ini kan agak aneh ") lamun ANDINI sambil memerhatikan wajah tampan itu .


("Terpaksa lah aku harus melakukannya..") gumam ANDINI sambil dengan berat hati dia mengecup bibir lelaki itu . Awalnya dia sempat kaget , mungkin tak menyangka jika ANDINI mau melakukan kecupan itu , tapi siapa sangka justru membalas kecupan itu sehingga kini justru dia yang ******* bibir itu dalam dalam .


Entah berapa menit mereka melakukan ciuman itu dan seketika menyadarkan ANDINI .


"Aku pergi dulu..." gugupnya langsung pergi meninggalkan mobil itu.


"Dasar.... siapa suruh kau tiba tiba mencium ku , aku kan hannya minta seperti biasa untuk dipakaikan dasi , seperti kucing liar saja...." senang KENZO pagi itu .


"Hosh...hosh...hosh....den KENZO..maaf lupa... ini dasinya kebawa di mobil satunya " ucap pak HENDRA sambil terengah engah berlari ke arah mobil itu berada .


"Makasih ya pak....oh iya , bapak tak memberi tahu anak itu kan soal ini "


"Nggak den...kalo gak salah waktu mau cerita di rumah sakit , eee...aden malah dateng "


"Bagus deh pak..jangan cerita deh sekalian , makasih ya pak...KENZO ke kantor dulu "


"Siap den..hati hati "

__ADS_1


__ADS_2