
"Pagi semuanya....maaf sudah menunggu " santainya sembari meraih susu di mejannya .
"Waahhh...anak mama memang tampan ya , gadis mana yang tak ingin jadi menantuku " bangga mamanya itu .
"Sudah tentulah..siapa dulu papa nya "
"Heh....sombong nya , aku yakin pamor ANDINI lebih unggul dari KENZO , Iya kan ANDINI.."
"Iya dong mah , siapa dulu mama nya .."
"Masih pagi..kenapa ribut si mah , iya deh KENZO mah ga ada apa apa nya dari dia "kecut anak lelakinya itu .
"Tuh mah...jadi ngambek looo..."
"Papa bisa aja... siapa juga yang ngambek "
"Hehehehehh....." kedua orangtua itu pun tertawa mendapati raut muka pria muda itu .
Semuannya pun kembali menikmati sarapan yang disediakan bu RUM , sampai akhirnya tuan ZAIN dan istrinya pun pamit pula untuk bertolak ke INGGRIS .
"Papa sama mama yakin mau langsung pergi , kan belum lama pulang ke INDONESIA " tanya ANDINI di luar jendela mobil dimana di dalam sudah berada tuan dan nyonya SAPUTRA .
"Maaf ya nak , mama sama papa tak bisa berlama lama disini , kita sudah diminta untuk pergi memantau beberapa tempat "
"Hati hati ya mah disana , sering sering telfon kita "
"Itu sudah pasti , oh iya ... selain kamu juga jaga diri , mama juga titip KENZO ya ANDINI , kamu tenang saja , meskipun dia jd atasan yang garang tapi sebetulnya dia baik , dan kamu tak perlu khawatir "
"Iya mah ... ANDINI akan mencoba s3baik mugkin menjadi bawahannya "
__ADS_1
"Ya sudah papa dan mama berangkat dulu ya , ayo pak HENDRA kita berangkat "
"SIAP BOS ..."
Begitu mobil keluar gerbang ANDINI pun masuk ke dalam mobil bos barunya itu , dimana dia sudah menunggunya sedari tadi . Mobil pun seketika dijalankan begitu ANDINI masuk .
"Kau tak ada kata kata apa sebelum orang tua mu ke luar negri lagi "
"Buat apa , toh hampir setiap hari mereka juga selalu memantau perusahaan "
"Kau jahat sekali ... seperti bukan anaknya saja "
"Sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur urusan atasanmu , kalau kau tak mau kehilangan gajimu bulan ini "
"Kau.....kau berani tak menggaji ku di perusahaanmu , kau fikir aku tak berani melawan atasan yang semena mena sepertimu "
"KENZO..!!!!! KAU PRIA BRENGSEK..!!!!! " teriaknya kemudian .
Mobil sport itu pun pergi meninggalkan rumah itu , menyusuri hiruk pikuk nya jalanan jakarta di pagi hari , dari macet hingga bertemu dengan lampu merah di beberapa jalan . Tapi tetap saja gadis disebelahnya masih kesal dengannya . Tiba tiba mobil itu terhenti di jarak 200 meter dari gedung perkantoran .
"Loh..kenapa kita berhenti disini ?" Heran ANDINI .
"Kau tak diberitahu pak HENDRA apa? Kalau aku punya kebiasaan sebelum masuk ke kantor " ucap pria itu sambil memasang wajahnya lebih dekat ke arah ANDINI .
"Apa yah...terus kenapa wajahmu malah mendekat ?" ANDINI mencoba mengingat ingat saat di rumah sakit tempo hari .
Saat itu.....
"Inget ya non , kalau masalah kantor si bisa ditannyakan sama nak HENDRI , Tapi ada beberapa catatan yang harus non bawa saat menjadi sekertaris nya , soalnya kata nak HENDRI sebelum nya pernah ada sekertaris yang bahkan sampai menangis di bentak olehnya "kata pak HENDRA sembari memberikan buku catatan .
__ADS_1
"Banyak sekali pak ,sampai sapu tangan pun harus aku yang menyediakan ? " ucapnya keheranan mendapati berbagai catatan mengenai KENZO itu .
"Dan....ada satu hal lagi yang harus benar benar non ingat " lirih pak HENDRA .
"Apa itu pak ??"
"Itu adalah.......kalau nak KENZO..."
Tiba tiba pintu terbuka yang dimana ada seorang KENZO yang masuk kala itu .
("Sayang sekali pak HENDRA tak jadi mengatakannya , lalu dengan tampang manisnya memejamkan mata ini apa , masa iya ada kecupan sayang sebelum ke kantor ..... iya si..kalau bibir ku sudah pernah dicium olehnya , tapi kan gila saja kalau setiap pagi ada kecupan seperti itu , pantas saja sampai sekarang selalu ramai untuk pendaftaran sekertaris , masalah mereka keluar , memang mahluk ini kan agak aneh ") lamun ANDINI sambil memerhatikan wajah tampan itu .
("Terpaksa lah aku harus melakukannya..") gumam ANDINI sambil dengan berat hati dia mengecup bibir lelaki itu . Awalnya dia sempat kaget , mungkin tak menyangka jika ANDINI mau melakukan kecupan itu , tapi siapa sangka justru membalas kecupan itu sehingga kini justru dia yang ******* bibir itu dalam dalam .
Entah berapa menit mereka melakukan ciuman itu dan seketika menyadarkan ANDINI .
"Aku pergi dulu..." gugupnya langsung pergi meninggalkan mobil itu.
"Dasar.... siapa suruh kau tiba tiba mencium ku , aku kan hannya minta seperti biasa untuk dipakaikan dasi , seperti kucing liar saja...." senang KENZO pagi itu .
"Hosh...hosh...hosh....den KENZO..maaf lupa... ini dasinya kebawa di mobil satunya " ucap pak HENDRA sambil terengah engah berlari ke arah mobil itu berada .
"Makasih ya pak....oh iya , bapak tak memberi tahu anak itu kan soal ini "
"Nggak den...kalo gak salah waktu mau cerita di rumah sakit , eee...aden malah dateng "
"Bagus deh pak..jangan cerita deh sekalian , makasih ya pak...KENZO ke kantor dulu "
"Siap den..hati hati "
__ADS_1