
Dengan wajah kesal bercampur malu ANDINI pun melangkah ke arah gedung perkantoran milik keluarga SAPUTRA itu . Para karyawan pun sudah hilir mudik masuk ke dalam untuk absen dan segera menuju meha kerja masing masing .
Tentunya tak hanya satu dua orang yang mendapati ANDINI yang seolah menunggu seseorang untuk masuk kedalam pintu itu .
Tiba tiba dari arah parkiran muncul seorang HENDRI yang sudah melambainya dari kejauhan .
"Loh...mba ANDINI ko sendirian , gak bareng sama bos ?" Bisik pria itu .
"Dia masih di belakang , sebentar lagi juga sampai "
"Sebagai teman kerja yang baik aku akan menemani mu disini "
"Kenapa tidak mengantar ku langsung ke ruangannya "
"Disini ada peraturan tak tertulis , bila bos kami belum kedalam ruangannya kami tak dibolehkan masuk kesana "
"Benarkah ??? Ko bisa aneh gitu...emang ada sesuatu gitu yang disembunyikan bos mu "
"Entah lah , kalau dari rumor sih...sepertinya bos punya rahasia di brangkasnya , dulu si..pernah ada yang memergoki bos membaca semacam buku agenda lalu buru buru melipatnya begitu ada karyawan yang masuk " bisik pria itu lagi .
"Lalu mejaku ada di mana ?"
"Kalau itu kebetulan kita berada didepan pintu ruangan bos , makanya setiap pagi diruangan kita pasti dipenuhi berkas berkas "
"Oohh.... sepertinya disini aku lebih sibuk ya " keluh ANDINI .
"Oh iya ... disini kau tenang saja , tak ada yang tau perihal kalian tinggal serumah selain aku , jadi tak apa apa kan kalau kau ber akting sedikit , dan disini aku lah yang merekomendasikan mu sebagai assisten yang juga teman mu ANDINI "
"Tak masalah lah HENDRI ... Terimakasih ya "
"Tenang saja "
Tak lama kemudian mobil sport hitam itu pun muncul dari kejauhan dan memasuki ke dalam tempat parkir perkantoran . Seorang pria gagah pun melangkah menuju ke depan pintu dimana sudah ada sang assistennya yang setia sudah menunggunya bersama sang sekertaris baru .
"Selamat pagi tuan .... ini adalah sekertaris baru yang anda minta " hormat HENDRI .
"Terimakasih HENDRI ... bawa dia keruangannya dan ajari tugas tugas nya "
" baik tuan .."
Ke tiga orang itu pun masuk ke gedung perkantoran , seperti hal nya saat di kantor bos JOE , semua karyawan tak terkecuali langsung menyapa tuan muda pemilik gedung itu , barulah mereka kembali ke meja masing masing setelah sang bos masuk ke pintu LIFT untuk menuju ke ruangannya .
__ADS_1
Tentunya sudah menjadi hal biasa untuk mereka melihat adanya lagi lagi wajah sekertaris baru yang paling paling hanya sehari , seminggu , paling lama sebulan mereka bertahan di sebelah Bos nya itu .
Di salah satu ruangan dilantai 4 itu justru sudah berkumpul beberapa karyawan KENZO itu .
"Saatnya kita bertarung !!!!!!."semangat seorang karyawan bernama SARI .
"Yyeeeee...." teriak semua yang ada diruangan itu .
"Aku seminggu deh sar " ucap temannya yang bernama DESI .
"Aku 4 hari sar " REDO pun ikut serta pula .
"Aku.....sebulan deh " ucap SARI .
"Tumben kamu pasang sebulan SAR ?" Ucap seorang lagi bernama INTAN .
"Iya...soalnya kalau dilihat lihat dari aura nya , sepertinya dia bisa bertahan lama "
"Baiklah...aku 2 minggu " INTAN pun tak kalah ikut serta .
"RAFI.... mau ikut tidak ?" Tanya SARI itu .
"Tak usah lah , bulan ini aku lagi banyak pengeluaran"
Tiba tiba handphone sari pun berbunyi .
"Siapa...???" Penasaran semuannya .
"Kalian tahu , pak HENDRI juga ikut pasang taruhan 1 juta !!!!"
"Wwwaaaawwwww...." girang orang orang itu .
"Tapi ko aneh ya...??" Bingung SARI .
"Kenapa SAR ??" Tanya DESI .
"Lihat lah , dia menaruh taruhannya pada karyawan tetap , alias dia bisa bertahan selamanya.."
"APA..!!!" Heran semuanya .
"Dasar orang orang kurang kerjaan.."
__ADS_1
Disisi lain HENDRI pun memberikan pengajaran sedikit demi sedikit tentang pekerjaan ANDINI sebagai sekertaris di perusahaan ini , dari mulai laporan laporan , hingga persiapan bila ada rapat para petinggi perusahaan dan masih banyak lagi yang di berikan oleh HENDRI itu .
Kring..kring...kring
Bunyi telphone kantor dari ruangan sang tuan muda SAPUTRA itu .
"Hallo ..."
"Buat kan aku kopi ...sekarang " singkatnya .
"ANDINI....semangat .." ucap HENDRA dari sebrang mejanya .
"Okey..." putusnya sembari menuju dapur .
Sesuai yang diarahkan HENDRI tadi , ANDINI pun meracik kopi itu dengan penuh ketelitian .
"Untung saja dirumah aku sering lihat bu RUM buat kopi ini , jadi aku tak terlalu cemas saat HENDRI memberitahu kopi favorit nya " ucapnya sambil mengaduk kopi itu .
"Awas saja kalau sampai dia berkata aneh aneh , aku siram saja sekalian hihihi " ocehnya kemudian .
Kopi pun siap diantarkan ke ruangan tuan muda SAPUTRA itu , pintu pun ANDINI buka perlahan karena dia sembari membawa baki . Terlihat lelaki itu justru sedang sibuk dengan laptop nya di sofa ruangannya .
ANDINI pun melangkah ketempatnya dan dengan hati hati dia meletakan kopi dan camilannya itu .
"Kopinya sudah aku antar , aku kembali ke ruanganku dulu " pamit ANDINI kemudian .
"Heyy... tunggu dulu , kamu fikir sudah beres dengan kopinya ,kalau kopimu terlalu pahit bagaimana ? kalau bukan rekomendasi dari papa , sudah aku pecat sekertaris tak sopan sepertimu "
"Iiissss...menyebalkan , meskipun kau menjadi atasanku ,jangan harap aku akan sopan kepadamu" kesalnya kemudian .
"Bukankah sekertaris baru ku yang tak sopan , aku minta apa , justru malah mencium ku dengan lahap " goda KENZO kemudian .
"Kau...." ANDINI pun membuang mukannya , wajah nya kesal bercampur malu dengan kejadian tadi pagi .
"Bertengkar denganmu membuatku tak nafsu meminum kopi , kau habis kan saja kopi nya dan temui aku di resto depan kantor , aku ada jadwal makan siang disana" tegasnya lalu pergi dari ruangan itu .
"Awas kalau kopi itu masih ada dan kau tak menemui aku , aku potong gajimu bulan ini " pesannya lagi sebelum menutup pintunya .
"Aaaahhhhhj !!!!!!!!! " teriak ANDINI diruangan itu .
"Kerja bagus HENDRI.."
__ADS_1
"Terimakasih tuan.." balas HENDRI kemudian .
"Untung dari awal aku sudah memprediksi " bangganya karena sebenarnya dia lah yang mengirimkan foto ANDINI yang sedikit terkantuk karna pekerjaan yang menumpuk di siang tadi .