I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
SANG ASSISTEN


__ADS_3

Dengan wajah kesal bercampur malu ANDINI pun melangkah ke arah gedung perkantoran milik keluarga SAPUTRA itu . Para karyawan pun sudah hilir mudik masuk ke dalam untuk absen dan segera menuju meha kerja masing masing .


Tentunya tak hanya satu dua orang yang mendapati ANDINI yang seolah menunggu seseorang untuk masuk kedalam pintu itu .


Tiba tiba dari arah parkiran muncul seorang HENDRI yang sudah melambainya dari kejauhan .


"Loh...mba ANDINI ko sendirian , gak bareng sama bos ?" Bisik pria itu .


"Dia masih di belakang , sebentar lagi juga sampai "


"Sebagai teman kerja yang baik aku akan menemani mu disini "


"Kenapa tidak mengantar ku langsung ke ruangannya "


"Disini ada peraturan tak tertulis , bila bos kami belum kedalam ruangannya kami tak dibolehkan masuk kesana "


"Benarkah ??? Ko bisa aneh gitu...emang ada sesuatu gitu yang disembunyikan bos mu "


"Entah lah , kalau dari rumor sih...sepertinya bos punya rahasia di brangkasnya , dulu si..pernah ada yang memergoki bos membaca semacam buku agenda lalu buru buru melipatnya begitu ada karyawan yang masuk " bisik pria itu lagi .


"Lalu mejaku ada di mana ?"


"Kalau itu kebetulan kita berada didepan pintu ruangan bos , makanya setiap pagi diruangan kita pasti dipenuhi berkas berkas "


"Oohh.... sepertinya disini aku lebih sibuk ya " keluh ANDINI .


"Oh iya ... disini kau tenang saja , tak ada yang tau perihal kalian tinggal serumah selain aku , jadi tak apa apa kan kalau kau ber akting sedikit , dan disini aku lah yang merekomendasikan mu sebagai assisten yang juga teman mu ANDINI "


"Tak masalah lah HENDRI ... Terimakasih ya "


"Tenang saja "


Tak lama kemudian mobil sport hitam itu pun muncul dari kejauhan dan memasuki ke dalam tempat parkir perkantoran . Seorang pria gagah pun melangkah menuju ke depan pintu dimana sudah ada sang assistennya yang setia sudah menunggunya bersama sang sekertaris baru .


"Selamat pagi tuan .... ini adalah sekertaris baru yang anda minta " hormat HENDRI .


"Terimakasih HENDRI ... bawa dia keruangannya dan ajari tugas tugas nya "


" baik tuan .."


Ke tiga orang itu pun masuk ke gedung perkantoran , seperti hal nya saat di kantor bos JOE , semua karyawan tak terkecuali langsung menyapa tuan muda pemilik gedung itu , barulah mereka kembali ke meja masing masing setelah sang bos masuk ke pintu LIFT untuk menuju ke ruangannya .

__ADS_1


Tentunya sudah menjadi hal biasa untuk mereka melihat adanya lagi lagi wajah sekertaris baru yang paling paling hanya sehari , seminggu , paling lama sebulan mereka bertahan di sebelah Bos nya itu .


Di salah satu ruangan dilantai 4 itu justru sudah berkumpul beberapa karyawan KENZO itu .


"Saatnya kita bertarung !!!!!!."semangat seorang karyawan bernama SARI .


"Yyeeeee...." teriak semua yang ada diruangan itu .


"Aku seminggu deh sar " ucap temannya yang bernama DESI .


"Aku 4 hari sar " REDO pun ikut serta pula .


"Aku.....sebulan deh " ucap SARI .


"Tumben kamu pasang sebulan SAR ?" Ucap seorang lagi bernama INTAN .


"Iya...soalnya kalau dilihat lihat dari aura nya , sepertinya dia bisa bertahan lama "


"Baiklah...aku 2 minggu " INTAN pun tak kalah ikut serta .


"RAFI.... mau ikut tidak ?" Tanya SARI itu .


"Tak usah lah , bulan ini aku lagi banyak pengeluaran"


Tiba tiba handphone sari pun berbunyi .


"Siapa...???" Penasaran semuannya .


"Kalian tahu , pak HENDRI juga ikut pasang taruhan 1 juta !!!!"


"Wwwaaaawwwww...." girang orang orang itu .


"Tapi ko aneh ya...??" Bingung SARI .


"Kenapa SAR ??" Tanya DESI .


"Lihat lah , dia menaruh taruhannya pada karyawan tetap , alias dia bisa bertahan selamanya.."


"APA..!!!" Heran semuanya .


"Dasar orang orang kurang kerjaan.."

__ADS_1


Disisi lain HENDRI pun memberikan pengajaran sedikit demi sedikit tentang pekerjaan ANDINI sebagai sekertaris di perusahaan ini , dari mulai laporan laporan , hingga persiapan bila ada rapat para petinggi perusahaan dan masih banyak lagi yang di berikan oleh HENDRI itu .


Kring..kring...kring


Bunyi telphone kantor dari ruangan sang tuan muda SAPUTRA itu .


"Hallo ..."


"Buat kan aku kopi ...sekarang " singkatnya .


"ANDINI....semangat .." ucap HENDRA dari sebrang mejanya .


"Okey..." putusnya sembari menuju dapur .


Sesuai yang diarahkan HENDRI tadi , ANDINI pun meracik kopi itu dengan penuh ketelitian .


"Untung saja dirumah aku sering lihat bu RUM buat kopi ini , jadi aku tak terlalu cemas saat HENDRI memberitahu kopi favorit nya " ucapnya sambil mengaduk kopi itu .


"Awas saja kalau sampai dia berkata aneh aneh , aku siram saja sekalian hihihi " ocehnya kemudian .


Kopi pun siap diantarkan ke ruangan tuan muda SAPUTRA itu , pintu pun ANDINI buka perlahan karena dia sembari membawa baki . Terlihat lelaki itu justru sedang sibuk dengan laptop nya di sofa ruangannya .


ANDINI pun melangkah ketempatnya dan dengan hati hati dia meletakan kopi dan camilannya itu .


"Kopinya sudah aku antar , aku kembali ke ruanganku dulu " pamit ANDINI kemudian .


"Heyy... tunggu dulu , kamu fikir sudah beres dengan kopinya ,kalau kopimu terlalu pahit bagaimana ? kalau bukan rekomendasi dari papa , sudah aku pecat sekertaris tak sopan sepertimu "


"Iiissss...menyebalkan , meskipun kau menjadi atasanku ,jangan harap aku akan sopan kepadamu" kesalnya kemudian .


"Bukankah sekertaris baru ku yang tak sopan , aku minta apa , justru malah mencium ku dengan lahap " goda KENZO kemudian .


"Kau...." ANDINI pun membuang mukannya , wajah nya kesal bercampur malu dengan kejadian tadi pagi .


"Bertengkar denganmu membuatku tak nafsu meminum kopi , kau habis kan saja kopi nya dan temui aku di resto depan kantor , aku ada jadwal makan siang disana" tegasnya lalu pergi dari ruangan itu .


"Awas kalau kopi itu masih ada dan kau tak menemui aku , aku potong gajimu bulan ini " pesannya lagi sebelum menutup pintunya .


"Aaaahhhhhj !!!!!!!!! " teriak ANDINI diruangan itu .


"Kerja bagus HENDRI.."

__ADS_1


"Terimakasih tuan.." balas HENDRI kemudian .


"Untung dari awal aku sudah memprediksi " bangganya karena sebenarnya dia lah yang mengirimkan foto ANDINI yang sedikit terkantuk karna pekerjaan yang menumpuk di siang tadi .


__ADS_2