
Malam itu selepas MERA mengemasi beberapa pakaiannya di kos kosan , dia pun masuk ke dalam salah satu mobil yang di bawa oleh ketua geng tadi .
Entah daerah mana yang akan ditujunya , yang jelas demi keselamatan yayasan mau tak mau dia tak bannyak bertannya dan menurut saja kemana dia harus dibawa pergi .
Bohong kalau berkata dia tak takut , hatinya gelisah dan badannya pun gemetar , hannya saja dia mencoba menutupinya sebisa mungkin agar mereka tak berusaha memanfaatkan ketakutannya itu .
Setelah berkendara lebih dari 30 menit , akhirnya mobil mobil itu berhenti di sebuah rumah yang lumayan luas dengan halamannya . Terlihat beberapa orang membukakan gerbang saat bos mereka pulang .
"Hey kamu , yang benar saja , kau membawa ku sejauh ini untuk merawat anak kan ? Aku tak sudi kalau merawat preman preman macam kalian ?"
"Hey kau , kami masih cukup segar bugar ya , kami juga tak butuh suster sepertimu bila tak kedatangan anak bos kami " ucap pria yang tadi dikira bos oleh MERA .
"Jadi , kau bukan bos mereka ? "
"Ya bukan lah , aku hanya salah satu tangan kanan bos kami , cepet turun " perintahnya kemudian .
"Iya iya "
MERA pun menurut dengan pria itu untuk masuk ke dalam sana .
("Tak habis fikir , rumah sebesar dan seluas ini ternyata adalah markas besar sekelompok penjahat , mau jadi apa negri ini , bila pemuda diusia mereka justru sudah terjun sebagai penjahat , kacau sudah ... benar benar kacau ") fikir MERA dalam hati .
Sebuah pintu besar pun di buka lelaki itu , seketika nampaklah bagian dalam rumah megah itu . Sulit dikatakan bila rumah seperti ini adalah markas komplotan penjahat , semua barang tertata rapih , sementara lantai , kaca , jendela , rak , semua pun mengkilap .
Seorang pria pun menghampiri MERA dan lelaki tadi .
"Bos dimana ?"
"Bos di ruang atas ketua "
"Bagaimana dengan LANI ?"
__ADS_1
"baby tadi sudah tidur , terus sudah di bawa ke kamar baby "
"Ya sudah , kembali dengan pekerjaanmu "
"Baik ketua " fahamnya dan melangkah pergi .
"Ikut aku ke atas " perintah lelaki itu .
Mereka pun melangkah ke bagian lantai dua dirumah ini , di sana pun terlihat ada beberapa kamar dan ruang bersantai .
Tak disangka , disana terdapat Sebuah lukisan cantik seorang wanita yang anggun dengan balutan batik ditubuhnya .
"Kau tunggu disini dulu , dan jangan berkeliaran kemana mana , mengerti "
"Iya faham " kesal MERA .
Lelaki itu pun masuk kesalah satu kamar disana , sementara MERA berdiri didepan lukisan wanita cantik itu seraya mengagumi kecantikan dan keanggunannya .
"Wwaahhh...cantik sekali wanita ini , pelukisnya benar benar profesional " kagumnya terus memperhatikan lukisan itu .
"Haah..ya ampun "terkejut MERA dalam dalam , dia sangat terkejut tangannya tiba tiba di tahan oleh seseorang .
"Siapa yang mengijinkanmu naik ke ruang atas " tegas lelaki itu .
Rupannya Seorang pria tampan setinggi 170 an dan berbadan atletis yang telah mengagetkannya dengan menahan tangannya yang hendak meraih lukisan itu . Sesaat MERA sempat mengagumi paras lelaki itu , namun tersadar dengan tangannya yang di pegang erat olehnya .
"Oohh... aku disuruh ikut ke atas sama lelaki yang masuk ke pintu itu " tunjuknya kemudian .
"Jadi begitu .." singkatnya sembil menghempaskan tangan MERA .
Seketika tanpa basa basi lelaki itu menghampiri pintu ruangan yang ditunjuk MERA tadi , tapi bersamaan pula pintu itu terbuka dari dalam .
__ADS_1
"Ooh..bos maaf , aku fikir bos ada didalam " kagetnya mendapati bos nya dari luar .
"Masuk lah dan jelaskan siapa wanita ini "
"Baik bos " fahamnya kembali masuk ke dalam .
Lelaki itu pun duduk di sofa kamarnya , sementara MERA dan lelaki tadi hannya berdiri didepan meja sofa nya .
"Ceritakan semuanya DEFRI " Titahnya pada pria bernama DEFRI itu .
"Jadi... dari sekian yayasan suster yang aku datangi , dia lah yang bisa bela diri bos "
"Pantas pipimu merah , aku percaya padamu DEF "
"Terimakasih bos "
"Dan kau , ku ingatkan sekali lagi , jangan pernah kau berani menyentuh semua barang barangku sembarangan , tanpa perintah dari ku !!" Geram bos itu .
"Aku kan tidak tahu , lagi pula tak ada peringatannya kan " enteng MERA tanpa basa basi .
"Menarik , sungguh menarik , DEFRI , beri dia 4 juta untuk setiap bulannya , dan tolong beri dia hadiah nomor 1 , bawa dia pergi ke kamarnya !!" Titah ketua itu dan dengan segera DEFRI yang tadinya terkejut dengan perintah bos nya segera membawa MERA pergi dari ruangan bos nya .
"Heii...apa maksudnya ini , apa itu hadiah nomor 1 " bingung MERA .
"Sudahlah nanti aku jelaskan , lagian kau juga , kenapa harus menyentuh lukisan itu "
"Aku kan tidak tahu "
"Sudahlah , lebih baik kamu istirahat dulu , aku antar ke kamar mu "
Ke dua orang itu pun menuju ke lantai bawah dimana terdapat beberapa kamar tamu yang di sediakan .
__ADS_1
"Ini kamar mu , sebelah itu kamar LANI , jadi kamu bisa denger setiap dia bangun , soal hadiah nomor 1 , itu artinya kau bertugas membersihkan toilet di rumah sebelah " terang DEFRI itu .
"Apa !!! Toilet !!! ????"