
Pagi itu rasanya seluruh badan serasa remuk semua , apalagi lebam lebam di tubuh ANDINI pun sampai lupa belum dia olesi dengan crem lebam yang di belinya .
ANDINI dengan mata masih sayup mencoba membuka matanya perlahan yang masih malas itu ,sampai sampai dia tak menyadari dengan siapa di sebelahnya .
"Ngomong ngomong , kapan aku mulai tidur ya ? Semalam seingat ku , terakhir aku saat...." ANDINI pun mulai mengingat ingat kejadian terakhir saat dia sadarkan diri , dimana saat dia sedang berciuman dengan KENZO semalam diatas sofa kamar .
"Benar...itulah kejadian terakhir yang aku ingat , setelah itu apa ya...kenapa aku jadi pikun begini " kesalnya .
Tanpa sadar dia pun berbalik ke arah belakangnya dan
WHAT...!!!!!!!!c
Disebelahnya sudah ada KENZO dengan tanpa baju masih terlelap dalam selimut di pinggangnya , sontak ANDINI langsung menatap badannya dimana dia pula kini hanya memakai pakaian dalam nya saja .
Hampir saja dia berteriak tapi langsung dia tutup dengan ke dua tangannya , buru buru dia memakai atasan dan bawahannya .
"KENZO..!!! bangun , ayo bangun " kesalnya membangunkan pria malas itu .
"Ada apa si..DIN , aku masih ngantuk "malasnya sambil menutup selimut di sekujur tubuhnya .
"Apaan si ... hey bangun !! Aku butuh penjelasanmu "
"Penjelasan apa , aku tak ada apa apa ko dengan SOFIA " ngelatur lelaki itu .
"Aku bukan mau menanyai hubunganmu dengan dia , yang mau aku tanyakan , semalam kau apakan aku sampai hannya tersisa baju dalam ku !!" Kesal gadis itu .
KENZO sendiri masih agak agak bingung dengan apa yang ditanya oleh gadis itu , jelas jelas semalam tak ada apa apa diantara dia dan gadis itu selain berciuman mesra yang sangat lama , dan tanpa sadar dia sendiri justru terlelap dengan sendiri di pelukannya .
("Aahhh....mumpung dia mengira begitu , biar sekalian saja kan , siapa suruh semalam kepanasan dan seenaknya melempar baju kemana mana , lagian dia belum tau luka luka kecil di dadaku hehehehehe....") licik KENZO seketika .
"Kau ini kenapa pagi pagi sudah ngomel kemana mana sih , kamu tak kasihan dengan ku yang semalam jadi mangsamu ?" Pura puranya sambil memperlihatkan badan sixpac nya yang dipenuhi lebam dan rona merah di beberapa tempat .
("Apa ini , mana mungkin aku sampai seliar itu , lagi pula aku tak minum minuman aneh kok , ini pasti akal akalan KENZO ") fikir ANDINI dalam dalam .
"Aku tau kau pasti bohong kan , aku bukan gadis gampangan yang suka aneh aneh , aku gak percaya dengan omonganmu "
"Ya sudah kalau tak percaya , masih untung aku tak sampai khilaf "
__ADS_1
"Maksudmu ??"
"Kau tanyakan saja dengan dirimu sendiri "
"Pokoknya aku tak akan percaya dengan semua tuduhanmu " kesalnya terus .
"Okey kalau mau bukti , lihat lah dipojok sana ada cctv , aku harap kamu tak akan malu melihatnya sendiri " KENZO pun dengan celana kolor nya dengan santai beranjak dari ranjang mewah itu .
"Ya sudah..kali ini akan aku maafkan , kalau memang aku yang agresif , aku minta maaf " manyunnya masih tak terima dengan apa yang dituduhkan , tapi jika kejadian itu benar tentunys dia tak ingin pula melihat rekaman nya di cctv .
Pada Akhirnya dia pun memilih masuk ke kamar mandi unruk membersihkan tubuhnya .
"Hahaha... semudah itu dia percaya , dia fikir semalem aku tak kaget apa , tiba tiba dia kegerahan , bisa bisa nya dengan mata tertutup di lempar lempar baju ke mukaku , sekarang rasakan pembalasanku hehehehehhe.." oceh KENZO namun dengan nada lirih , begitu puas dia bersandiwara .
Sedangkan yang dikamar mandi dia terus mencoba mengingat ingat kejadian semalam , yang jelas memang tak ada rasa sakit atau perih padanya , sekiramyà itulah yang masih membuatnya lega , bila lelaki itu memang tak macam macam padanya .
"Kalau benar semalam aku begitu , AAKKHHHH.....benar benar memalukan , mau taruh dimana muka ku ini " gumamnya penuh malu didepan wastafel .
Matahari pun kian naik ke atas , sebuah orderan makanan pun datang , sehingga setelah mereka mandi dan berbenah , mereka langsung menyantap sarapannya masing masing .
Mamanya yang meskipun semalam sudah di telfon oleh KENZO rupanya masih saja cemas ,
"Hallo...DINI "
"iya mah "
"DINI gimana lukannya , kalau masih sakit ke rumah sakit saja nanti mama sama papa langsung kesana "
"Gak ko mah , DINI mah baik baik saja , ini DINI sama KENZO mau pulang ke rumah "
"Bener ga papa nih ?"
"Iya mamah ku sayang , mama masih dirumah ayah INDRA ya ?"
"Iya nak , cepet ya pulang , mama khawatir loo..bisa bisa nya kamu diajarin bela diri begitu , kalau kamu kenapa napa...pokoknya ayahmu harus tanggung jawab " oceh mamanya itu .
"Hihihi....mamah bisa saja , udah ya mah , KENZO udah keluar mau ke mobil , dah..mamah i love you "
__ADS_1
"Hati hati ya nak...i love you too " putus telphone nya .
"Dari mamah ya ?" Tanya lelaki itu yang baru masuk dan memasang sabuk pengamannya .
"Iya mamah Khawatir sama kita , takutnya kita kapa napa "
"Kamu tak cerita tentang luka luka ku kan ?"
"Nggak lah , aku juga gak mau kan kalo ibu juga jadi khawatir "
"Bagus lah..."
Sementara itu di kediaman MAHARDIKA selepas sarapan pagi dan mengajak terapi kakek MAHARDIKA , para pria pun memilih rapat tersendiri untuk menyusun siasat pembebasan pak SLAMET yang masih di tahan di kediaman MARCO .
"Mba...aku gak habis fikir deh , kok ada ya orang serem kaya tuan MARCO itu ?" Penasaran PUTRI ibu dari KEY itu .
"Iya.... untung nya dulu aku tak sampai menerima cinta darinya " terang SANDRA
"Apa !!! jadi bener ya SANDRA , kalau dulu CHRISTIAN pernah suka padamu ?" Kaget RATNA kemudian .
"Waahhh...untung saja mba SANDRA gak sampai menerimanya , seandainya kita cuma dekat dengan lelaki lain , bisa bisa dia bakal berbuat lebih kan sama mba "
"Kau benar PUT , dan asal kalian tahu saja , istrinya itu adalah teman dekat ku "
"Maksudmu si BELA itu teman mu ? Tapi dia sudah meninggal lama lo...kalau tak salah saat KENZO SD " terang RATNA .
"iya ... dan yang membuat aku bertanya tanya adalah kematiannya yang masih misteri "
"Bener mba... kalo gak salah cuma keluarga inti saja kan yang diperbolehkan datang , itu pun cuma CHRISTIAN , anak anak nya dan nyonya dan tuan besar MARCO "timpal PUTRI .
"YA ... aku saja sampai kaget saat orang tua BELA datang ke BALI , dan bercerita kalau selama ini BELA tak di perbolehkan berkomunikasi dengan orang luar oleh CHRISTIAN , aneh kan ..."
"Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh CHRISTIAN , kita harus menceritakan hal ini pada para pria pria itu "
"Okey..aku kita temui mereka "
Ke 3 srikandi itu pun masuk ke dalam rumah itu .
__ADS_1