I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
MALAM PESTA


__ADS_3

ANDINI pun bergegas duduk di meja rias , dimana beberapa peralatan make up nya sudah di bawa dalam tas nya , rambut yang sudah mulai mengering itu pun segera dia tata secantik mungkin .


Belum selesai bersiap lelaki itu sudah selesai dari mandinya , berhubung jubah hanya tersedia satu , dia pun mau tak mau hannya memakai handuk yang kini melingkar di perutnya yang membidang .


Tanpa harus menengok pun dari kaca sudah terlihat betapa ideal dan seksi nya tubuh pria itu , pantas saja banyak yang mengidolakannya .


ANDINI yang tersadar dari pandangannya itu pun langsung kembali melanjutkan kesibukannya yang tengah merias diri , entah lah lelaki itu sempat menyadarinya atau tidak .


KENZO pun terlihat ikut sibuk untuk bersiap diri pula , memakai kan satu persatu setelan jas hitam itu , badannya yang tinggi tegap seolah sudah menunjukan kewibawaannya tanpa dia bertutur kata sekali pun .


"Apa kau bisa pergi ke depan sebentar ?" Pinta ANDINI .


"Kenapa ? Sekarang kau mengusirku ?"


"Bukan...aku mau pakai gaun nya sekarang "


"Mau pakai , pakai saja sekarang , kamar mandi juga ada kan "


"Huufff... ya sudah di kamar mandi " sewotnya sambil meraih gaun itu .


Sementara ANDINI ke dalam kamar mandi , kini justru dirinya yang sibuk menyisir rambut dan memakaikan sedikit wewangian yang ada di meja make up gadis itu .


"Apa semua gadis seperti ini ya kalau ke pesta , peralatan bersoleknya bisa bermacam macam , tak cukup apa dengan satu warna lipstik ?" Herannya sambil melihat lihat beberapa alat make up disana .


"KEN..!!!! kau belum keluarkan ??" Teriaknya dari dalam .

__ADS_1


"Ada apa ??"


"Bisa menolong ku sebentar ???" Teriaknya lagi .


"Memang apa lagi ??"


Gadis itu pun keluar dari pintu kamar mandi , dia begitu cantik dengan gaun merah pilihannya itu , rambutnya yang sudah dihiasnya tadi , kini terlihat cantik dan serasi meski hannya di roll bagian bawahnya .


"KEN bisa tolong panggil kan mba TIKA ?"


"Ada apa sampai harus memanggil dia ?"


"Gaun nya kan harus ditarik resletingnya , tanganku tak sampai " resahnya .


"Ku fikir apa " ucapnya sambil berjalan kearah ANDINI .


"Kau fikir aku kurang kerjaan harus memanggil dia kalau aku pun bisa menariknya "


"Tapi kan ??"


"Kau masih malu ya dengan ku , kau tak ingat saat .."


"STOP...."Cegah ANDINI sembari menutup mulut pria itu .


"Baiklah ... jangan kau ungkit lagi kejadian itu , kau saja yang lakukan "

__ADS_1


"Bagus lah...lagi pula cuma punggung juga " lirih pria itu dan melangkah ke belakang dimana memang terlihat punggung yang belum tertutup itu .


Tak butuh waktu lama KENZO pun sudah menutupnya . Padahal si perempuan sangat malu di buatnya .


"Ayo sayang kita berangkat ?" Ajaknya dengan sok bergaya sehingga membuat ANDINI tersenyum dibuatnya .


"Baik lah...tunggu sebentar " jawabnya sambil terkikik manis sambil meraih tas kecil miliknya .


Mereka pun keluar dari kamarnya setelah mengunci kembali pintu kamarnya . Beberapa petinggi pun sudah terlihat keluar dengan gagah dan cantik nya para pasangan mereka .


"Lucu ya kalau aku mengajak wanita ke pesta ?"


"Lucu kenapa ?? Sah sah saja kan , kau juga pria sama dengan mereka , banyak looo wanita yang mengantri menunggu mu "


"Ya.... tapi aku tak suka pergi dengan mereka " enteng lelaki itu .


Tentu saja pernyataannya begitu kena pada gadis itu , tapi hatinya juga resah , apakah dia sadar dengan ucapannya , sementara sekarang dia sudah dua kali meminta ANDINI untuk menemaninya ke acara pesta .


"Selepas acara dan makan malam , apa kau bisa pergi ke kamar , ada sesuatu yang mau aku sampaikan "


"Iya " ucapnya simpel .


(" Memang ada pembicaraan apa lagi , kenapa aku justru khawatir begini , semoga bukan masalah serius ")


Malam itu di Aula hotel nampaklah para petinggi petinggi perusahaan yang hadir , sebelum acara puncak dimana penutupan konferensi tahunan kali ini , pengeras suara pun turut mengenalkan satu per satu para petinggi petinggi perusahaan yang telah tiba di tempat , sembari berjalan ke tempat yang telah dipersiapkan .

__ADS_1


Hidangan malam itu pun tak main main , begitu banyak dan beraneka macam , hingga kita dibuat pusing untuk memakannya sendiri .


Hingga tamu kehormatan dimana yang menempati posisi pertama di INDONESIA yaitu MARCO GRUP pun memasuki Aula , pengeras suara pun mengiringi mereka yang baru tiba , dimana seorang ayah dan dua anak nya itu tengah menyapa para tamu dan awak media yang hadir disana .


__ADS_2