
Ke 5 orang itu pun duduk bersama di kursi taman rumah itu .
"Jadi kamu sudah tahu nak , dengan apa yang terjadi diantara kita ?"
"Iya mah , ANDINI sudah tahu cerita 22 tahun lalu itu"
"Kamu tak marah pada kami , setelah apa yang kami lakukan pada mu dan KENZO selama ini ?" Haru nyonya RATNA .
"Tidak mah , dulu memang aku sempat marah pada ibu dan ayah INDRA "
"Kau tau ZAIN , anakmu ini mencerca kami habis habisan setelah acara pengecekan darah di sekolahnya " timpal tuan INDRA .
"Benar RATNA , kami pun tak tau ada pengecekan seperti itu , tanpa sadar kami justru memberikan ketengangan asli , karena diantara kami tak ada yang berdarah AB , dia pun pulang dan menangis semalaman " lanjut nyonya SANDRA .
"Maaf...kami terpaksa menceritakan semuannya , saat terjadi kekacauan di kantor dan di keluargaku , yang kami fikirkan adalah memboyong ANDINI aman bersama kalian " terang Tuan INDRA .
"Papa dan mama juga minta maaf ya nak , begitu kamu datang , kita justru pergi ke INGGRIS " Sedih papa ZAIN .
"ANDINI tau ko pah , kalau papa , mama dan KENZO ke sini untuk mencari informasi tetang ayah INDRA dan ibu , lagi pula ANDINI lebih kerasan ko dirumah tanpa KENZO "
"Sepertinya anak mu sama rewelnya dengan mu ya INDRA ?" goda tuan ZAIN pada temannya itu .
"Aku pun bingung , bagaimana reaksinya bila dia tahu siapa dia sebenarnya " cemas tuan INDRA .
"Dulu..jika dia tak sampai kehilangan ingatannya saat STEP , mungkin saja aku akan menceritakan padanya lebih dulu , tapi...biar lah , lagi pula kau bilang ini untuk keamanannya dari ayah mu dan tangan MARCO kan "
"Benar ZAIN , terimakasih .... kalian sudah merawat anakku dengan baik "
__ADS_1
"Sama sama , aku juga terimakasih kalian sudah membesarkan putri cantik kami dengan baik "
"Kalau begitu sebagai perayaan malam ini kita BARBEQUE bersama..!!!!"
"Ayo...!!!!!" Semangat ke 5 orang itu .
Sementara itu , KENZO yang kini sedang berdiam dirumah , sudah dari malam lalu dia tak kunjung keluar dari kamarnya sekali pun , sudah dari pagi hingga malam ini bu RUM , Pak UDIN dan Pak HENDRA bergantian mengetuk pintu kamarnya , tapi tak sekalipun penghuni kamar itu menjawabnya .
HENDRI saja sampai mendatangi rumah direkturnya itu , tapi hasilnya tetap sama , tak ada satu pun dari mereka yang dibukakan pintu olehnya . Anehnya dari dalam pun tampak lengang , tak ada suara apa pun yang terdengar dari luar , padahal sudah dari semalam tuan mudanya belum makan sedikit pun .
Hal itu lah yang pula membuat penghuni rumah lainnya ikut cemas .
"Bu , HENDRI nitip berkas ini ya , tolong kalau bos KENZO keluar , kami butuh tanda tangannya "
"Iya den ... gak makan dulu ?"
Dia pun melangkah pergi , namun sebelumnya dia berpapasan dengan ayah nya yaitu tak lain adalah pak HENDRA .
"Yah , sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan muda KENZO ?"
"Ayah juga tidak tahu , yang ayah tahu tiba tiba bos mu pulang dengan wajah cemasnya , setelah sebelumnya non ANDINI pergi ke bandara "
"Pasti ada apa apa dengan mereka , kalau tuan ZAIN menelfon bagaimana ini "
"Kemungkinan besar , non ANDINI pergi ke sana , itu sebabnya tuan ZAIN belum juga menelfon ke sini "
"Kemungkinan bos merasa tak mampu dengan tanggung jawabnya menjaga ANDINI , jadi dia di penuhi rasa bersalah karena sampai membuat ANDINI pergi dari rumah "
__ADS_1
"Semoga dia tak sampai berlarut larut dalam kesalahannya " gumam tuan HENDRA .
"Ya ayah , baiklah aku pulang dulu , pasti ibu sudah menunggu ku "
"Ya.... jangan lupa ya besok ayah pulang , kita makan di tempat biasa..."
"Ssiiippp yah...kita tunggu ya besok "
Sementara itu , didalam kamar yang masih gelap , dimana sang pemilik yang masih duduk terkulai lemah di samping ranjangnya , sepertinya dia benar benar tenggelam ke dalam lembah tak berdayanya itu . Hp nya saja sudah rusak karna kekesalannya , wajar saja HENDRI sampai menemuinya ke rumah .
Tapi malam itu , tiba tiba telphone rumah dikamar itu berdering tak biasanya . Buru buru dia meraihnya penuh harap .
"Hallo..." ucapnya menyapa sang penelphone itu .
Entah siapa yang menelphone nya tiba tiba , bu RUM , pak UDIN dan pak HENDRA pun dikejutkan dengan tuan mudanya yang tiba tiba keluar dari kamarnya dengan kondisi dia sudah membersihkan diri dan menuju ruang makan dimana 3 orang itu sedang rapat plano .
"Bu ... KENZO lapar , bisa tolong masakan KENZO sesuatu ?"
"Siappp den.." ucap bu RUM segera meraih beberapa peralatannya .
"Pak HENDRA , minta tolong panaskan mobil ya..tolong antar saya ke bandara sekarang , kalo pak UDIN ...temani aku saja disini "
" oh iya den..ada titipan dari mas HENDRI , mang tolong ambilin ya yang di rak " pinta bu RUM pada pak UDIN .
"Okey...bu " sigap nya .
Betapa legannya ke tiga orang itu , dimana mereka sudah mendapati majikan mudannya kembali fres dan tak mengurungkan dirinya lagi . Seperti yang mereka dengar , sepertinya telphone tadi dari tuan besar mereka , entah apa yang di bahas mereka , sepertinya tuan mudanya berkenan untuk bertolak ke inggris pula.
__ADS_1