I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
INGGRIS


__ADS_3

Ke 5 orang itu pun duduk bersama di kursi taman rumah itu .


"Jadi kamu sudah tahu nak , dengan apa yang terjadi diantara kita ?"


"Iya mah , ANDINI sudah tahu cerita 22 tahun lalu itu"


"Kamu tak marah pada kami , setelah apa yang kami lakukan pada mu dan KENZO selama ini ?" Haru nyonya RATNA .


"Tidak mah , dulu memang aku sempat marah pada ibu dan ayah INDRA "


"Kau tau ZAIN , anakmu ini mencerca kami habis habisan setelah acara pengecekan darah di sekolahnya " timpal tuan INDRA .


"Benar RATNA , kami pun tak tau ada pengecekan seperti itu , tanpa sadar kami justru memberikan ketengangan asli , karena diantara kami tak ada yang berdarah AB , dia pun pulang dan menangis semalaman " lanjut nyonya SANDRA .


"Maaf...kami terpaksa menceritakan semuannya , saat terjadi kekacauan di kantor dan di keluargaku , yang kami fikirkan adalah memboyong ANDINI aman bersama kalian " terang Tuan INDRA .


"Papa dan mama juga minta maaf ya nak , begitu kamu datang , kita justru pergi ke INGGRIS " Sedih papa ZAIN .


"ANDINI tau ko pah , kalau papa , mama dan KENZO ke sini untuk mencari informasi tetang ayah INDRA dan ibu , lagi pula ANDINI lebih kerasan ko dirumah tanpa KENZO "


"Sepertinya anak mu sama rewelnya dengan mu ya INDRA ?" goda tuan ZAIN pada temannya itu .


"Aku pun bingung , bagaimana reaksinya bila dia tahu siapa dia sebenarnya " cemas tuan INDRA .


"Dulu..jika dia tak sampai kehilangan ingatannya saat STEP , mungkin saja aku akan menceritakan padanya lebih dulu , tapi...biar lah , lagi pula kau bilang ini untuk keamanannya dari ayah mu dan tangan MARCO kan "


"Benar ZAIN , terimakasih .... kalian sudah merawat anakku dengan baik "

__ADS_1


"Sama sama , aku juga terimakasih kalian sudah membesarkan putri cantik kami dengan baik "


"Kalau begitu sebagai perayaan malam ini kita BARBEQUE bersama..!!!!"


"Ayo...!!!!!" Semangat ke 5 orang itu .


Sementara itu , KENZO yang kini sedang berdiam dirumah , sudah dari malam lalu dia tak kunjung keluar dari kamarnya sekali pun , sudah dari pagi hingga malam ini bu RUM , Pak UDIN dan Pak HENDRA bergantian mengetuk pintu kamarnya , tapi tak sekalipun penghuni kamar itu menjawabnya .


HENDRI saja sampai mendatangi rumah direkturnya itu , tapi hasilnya tetap sama , tak ada satu pun dari mereka yang dibukakan pintu olehnya . Anehnya dari dalam pun tampak lengang , tak ada suara apa pun yang terdengar dari luar , padahal sudah dari semalam tuan mudanya belum makan sedikit pun .


Hal itu lah yang pula membuat penghuni rumah lainnya ikut cemas .


"Bu , HENDRI nitip berkas ini ya , tolong kalau bos KENZO keluar , kami butuh tanda tangannya "


"Iya den ... gak makan dulu ?"


Dia pun melangkah pergi , namun sebelumnya dia berpapasan dengan ayah nya yaitu tak lain adalah pak HENDRA .


"Yah , sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan muda KENZO ?"


"Ayah juga tidak tahu , yang ayah tahu tiba tiba bos mu pulang dengan wajah cemasnya , setelah sebelumnya non ANDINI pergi ke bandara "


"Pasti ada apa apa dengan mereka , kalau tuan ZAIN menelfon bagaimana ini "


"Kemungkinan besar , non ANDINI pergi ke sana , itu sebabnya tuan ZAIN belum juga menelfon ke sini "


"Kemungkinan bos merasa tak mampu dengan tanggung jawabnya menjaga ANDINI , jadi dia di penuhi rasa bersalah karena sampai membuat ANDINI pergi dari rumah "

__ADS_1


"Semoga dia tak sampai berlarut larut dalam kesalahannya " gumam tuan HENDRA .


"Ya ayah , baiklah aku pulang dulu , pasti ibu sudah menunggu ku "


"Ya.... jangan lupa ya besok ayah pulang , kita makan di tempat biasa..."


"Ssiiippp yah...kita tunggu ya besok "


Sementara itu , didalam kamar yang masih gelap , dimana sang pemilik yang masih duduk terkulai lemah di samping ranjangnya , sepertinya dia benar benar tenggelam ke dalam lembah tak berdayanya itu . Hp nya saja sudah rusak karna kekesalannya , wajar saja HENDRI sampai menemuinya ke rumah .


Tapi malam itu , tiba tiba telphone rumah dikamar itu berdering tak biasanya . Buru buru dia meraihnya penuh harap .


"Hallo..." ucapnya menyapa sang penelphone itu .


Entah siapa yang menelphone nya tiba tiba , bu RUM , pak UDIN dan pak HENDRA pun dikejutkan dengan tuan mudanya yang tiba tiba keluar dari kamarnya dengan kondisi dia sudah membersihkan diri dan menuju ruang makan dimana 3 orang itu sedang rapat plano .


"Bu ... KENZO lapar , bisa tolong masakan KENZO sesuatu ?"


"Siappp den.." ucap bu RUM segera meraih beberapa peralatannya .


"Pak HENDRA , minta tolong panaskan mobil ya..tolong antar saya ke bandara sekarang , kalo pak UDIN ...temani aku saja disini "


" oh iya den..ada titipan dari mas HENDRI , mang tolong ambilin ya yang di rak " pinta bu RUM pada pak UDIN .


"Okey...bu " sigap nya .


Betapa legannya ke tiga orang itu , dimana mereka sudah mendapati majikan mudannya kembali fres dan tak mengurungkan dirinya lagi . Seperti yang mereka dengar , sepertinya telphone tadi dari tuan besar mereka , entah apa yang di bahas mereka , sepertinya tuan mudanya berkenan untuk bertolak ke inggris pula.

__ADS_1


__ADS_2