
Malam ini sesuai yang di jadwalkan oleh dokter JEE , obat penawarnya akan siap jam 8 nanti , sehingga bisa langsung di berikan pada ANDINI .
Untuk mengisi kejenuhan dia sengaja membawa laptop nya untuk menggarap beberapa pekerjaan yang sudah dia lewatkan selama di PAPUA .
Dan benar saja malam itu dokter JEE bersama ke dua assistennya datang memeriksa kondisi ANDINI sebelum diberi obat itu .
"Bagaimana ?" Tanya sang dokter .
"Semuanya normal dok , obat bisa diberikan pada pasien "
"KEN ... sebelum aku berikan obat ini , aku hannya berpesan biasanya pasien bisa mengalami kedinginan atau pun kepanasan sesuai dengan kondisi tubuhnya "
"Aku mengerti , aku akan mengecek suhunya selang 15 menitan "
"Bagus kalau begitu ...memang ya calon calon suami SIAGA " goda dokter JEE .
Cairan itupun beliau suntikan pada tabung infusan sehingga bisa masuk ke dalam tubuh ANDINI . Beberapa pengecekan pun kembali dilakukan dan kemudian dua assisten perawatnya pun pergi terlebih dahulu .
"Oh ya...pesanku nanti kalau dia berkeringat tolong kau atur suhu AC nya , kalau mau ya.... buka sedikit kancingnya" goda dokter itu yang sehingga membuat wajah KENZO memerah .
"Apa sii....kau itu , tak bisa ya kalau tak menggodaku sehari saja "
"Aku kan cuma berpesan ,oya... kalau ANDINI kedinginan juga beri dia kehangatan , selimuti dia ya..kalau tak mau ya peluk saja dia , anggap saja balita yang butuh kehangatan hehehehheeh"
"JEE .....kau ya..bisa bisa nya meledek ku terus "
"Aku serus tahu ..lagian kau kan PRESIDEN JOMLO dri dulu , tak banyak cewe cewe yang dekat denganmu , paling hannya nona muda MARCO GRUP dan ANDINI ini , iya kan "
"Sok tau kau , sudah lah pergi sana , jangan kesini kalau aku belum memanggil "kesal KENZO sambil mendorong pria itu keluar kemudian .
__ADS_1
"Kau ini jahat sekali ya...." gumam dokter JEE .
"Kalian betah ya kerja dengan orang gila seperti KENZO ?"tannya Dokter pada dua ajudan itu .
Dua Ajudan itu hanya tersenyum saja .
"Bilang ya pada bos kalian , buat periksa ke bagian kejiwaan , tempatnya diujung lorong ini ya "
"Aku dengar ucapanmu JEE " jawab KENZO dari dalam .
Dokter itu pun pergi meninggalkan ruangan itu , sedangkan KENZO kembali dengan laptop dan kerjaannya yang menggunung . Sesekali dia menengok ke arah ANDINI takut takut ada kondisi seperti yang di ceritakan sang dokter itu , tapi nampaknya dia masih baik baik saja sehingga KENZO tetap tenang dengan pekerjaannya .
Hari pun semakin malam sementara KENZO masih terjaga , hannya saja matà nnya sudah mulai kelelahan sehingga setelah pekerjaannya di save dia bermaksud untuk kedepan untuk menghirup udara segar .
"Bos ... kenapa keluar ? Perlu aku belikan kopi ?" Tannya salah satu ajudannya .
"Tadi jam 7 bos kita sudah makan " ucap satunya lagi .
"Sekalian saja kalian beli makanan untuk kalian makan , aku kopi biasa ya "
"Siap bos " ucap ajudanya sembari sebuah kartu di berikan padanya untuk membayar belanjanya .
"Terimakasih ya sudah menjaga dia selama ini , maaf juga kalau weekend kalian juga tersita "
"Tidak apa apa bos , kan sudah tugas kita disini menjaga keluarga bos KENZO "
__ADS_1
"Ya sudah aku masuk dulu , kalau aku tak keluar kalian minum saja kopi ku , mungkin aku ketiduran "
"Siap bos "
KENZO pun kembali ke dalam , tadinya bermaksud mau merebahkan dirinya tapi tiba tiba di atas ranjang ANDINI nampak seperti kedinginan dengan menggigil ke dua bibir nya , sementara keringat dingin mengguyur di badannya , sehingga KENZO yang kecemasaan langsung melakukan sesuai arahan dari dokter JEE , dia menempatkan selimut tebal kepada ANDINI dan mematikan AC ruangannya . Wajahnya begitu ketakutan seketika , barulah dia tenang saat bibir itu sudah tak menggigil lagi .
"Untunglah .... sepertinya kau sudah lebih baik sekarang " ucapnya dengan lega sembari duduk di sebelah ranjang pasien .
"Dingin...dingin...."rintih ANDINI kemudian sehingga mengejutkan KENZO yang tertungkup disebelahnya.
"Bagaimana ini , masa iya aku harus melakukan yang dikatakan oleh JEE "resahnya saat melihat gadis itu bercucuran keringat dingin .
Semakin lama semakin melihat penderitaan yang dilalui oleh ANDINI , sehingga tanpa perpikir panjang KENZO pun memberanikan diri naik ke atas ranjang pasien , untung saja ranjangnya lumayan besar , sehingga mampu menampungnya juga .
"Maaf kan aku , ini semua semata mata untuk menjaga suhu tubuhmu " pesannya .
Dengan hati hati dia buka satu persatu kancing baju itu , tangannya gemetaran karena seumur hidup belum pernah dia lancang seperti ini kepada seorang wanita . Begitu selesai kancing itu terbuka tentunya terpampanglah pemandangan indah kedua buah dada nan ramun itu , sudah tentu membuat KENZO terpana meski barang sesaat , dan menyadarkan KENZO sehingga langsung dengan sigap memeluk tubuh gadis itu dengan erat nya .
Semakin lama suara rintihan dari ANDINI pun tak terdengar lagi , KENZO pun tanpa sadar ikut terlelap dalam dekapannya itu , entah jam berapa dia terbangun karena keringat yang bercucuran , berdua dalam satu selimut sambil memeluk seorang wanita untuk pertama kali nya sudah pasti membuat keringat KENZO kemana mana sehingga dia pun ikut melepaskan kemeja nya . Dirinya tak berani beranjak dari ranjang itu , takut takut ANDINI terbangun dan menggigil kembali , mau tak mau dia pun ikut merebah kembali di sana .
"Semoga kau cepat sembuh " ucapnya sembari mencium kening gadis itu .
Tanpa sadar KENZO pun ikut tertidur kembali sambil terus memeluk tubuh itu . Kedua orang itu benar benar tidur sangat pulas , apa lagi KENZO yang sedari pulang ke JAKARTA dia belum beristirahat dengan baik , saat di PAPUA dia juga sibuk mengerjakan projek nya sambil sesekali menelfon para ajudannya untuk perihal masalah penculikan di PADANG yang belum terungkap .
__ADS_1