
Begitu masuk ke kantor dan mendapati sang sekertaris itu nampak masam , membuat pekerja yang suka ber gosip itu kembali merapat .
"Waaahhh.... kayanya bakal REDO yang cair nih " SARI langsung membuka topik .
"Tenang....saku ku sudah melambai dengan uang kalian " girang REDO kemudian .
"Jangan senang dulu ya , semoga saja sekertaris ANDINI bisa bertahan seminggu " celah DESI .
"Paling tidak 2 minggu lah...tapi tenang saja ,dengan tambahan 1 juta dari pak HENDRI akan aku keluarkan buat makan makan di resto depan !!! " seru INTAN .
"Aaahhhh...berarti harapan aku dan pak HENDRI harus sirna dong , yahhhhh" kecewa SARI kemudian .
"Benar benar .... kelakuan mereka itu " pusing RAFI yang kebisingan .
Sementara itu begitu sampai ke mejanya , yang tadinya HENDRI mau menggodannya , harus melongo mendapati barang godaannya tampak tengah menahan kemarahan .
"Aaaa.....apa kamu baik baik saja ANDINI ?"
"Uuuhhhhh....aku tidak baik baik saja HENDRI , Aku ingin marah dan mencakar wajah bos mu itu !!! " kesal ANDINI sambil menepuk nepuk mejanya untuk melampiaskan kemarahannya sehingga membuat HENDRI justru ketakutan , takutnya selain meja yang ditepuknya , benda benda lain pun bisa melayang .
"Tenang lah ANDINI , sabarlah sedikit , aku hannya memberi saran saja , bagaimana bila kau melampiaskannya saat dirumah " ide HENDRI itu .
"Benar juga.., oke lah ... aku akan menahannya selagi disini , tunggu saja nanti dirumah , akan aku remas remas badannya , akan aku cakar cakar wajah nya " geram ANDINI .
Sedangkan sang assisten itu diam diam mengetik sebuah pesan peringatan pada bos besar nya itu .
"Udara panas begini kenapa di lobi aku merinding ya.." gumam KENZO dalam hati .
__ADS_1
Ting...tong.....
"Bos...sepertinya anda harus hati hati saat dirumah , sepertinya seseorang akan menerkammu hidup hidup "
Kirannya itulah pesan dari HENDRI , yang justru membuat KENZO justru tersenyum saat mendapati reaksi gadis itu lewat cctv di hp nya .
"Dasar kucing liar..... baik lah , sepertinya kau pun harus berhati hati saat dirumah " gumam nya sembari kembali ke lantai atas .
Tak lama pun jam menunjukan pukul 4 sore dimana semuanya pun bersiap untuk pulang setelah menyimpan semua data yang dikerjakan pagi tadi .
Pintu besar milik CEO itu pun terbuka diiringi keluar dirinya yang sudah ber siap untuk pulang ,karena para karyawan pun tak berani untuk melarikan diri sebelum bos nya keluar dari tempat .
"Selamat sore pak..." hormat para karyawan itu .
Sementara dibelakangnya membuntuti seorang ANDINI dan HENDRI yang turut meninggalkan kantor bersamannya .
"Ya...hati hati di jalan "
"Baik bos "
"Kak... sampai jumpa besok "
"Ya..." putus mereka .
"KENZO ... hari ini aku mau ke tempat AULIA , kau bisa pulang sendiri "
"Kau tak boleh ke mana mana hari ini , ikut aku pulang "
__ADS_1
"Tapi...."
"Pulang !!! "
Suara nya begitu lantang , hingga membuat ANDINI langsung tak bisa berkata apa apa selain menurutinya menuju mobil dan kembali ke rumah bersamanya .
"Maaf..aku tak bisa ikut acara makan makan perayaan BIRTH DAY , tapi lain kali pasti aku akan meluangkan waktu bersama kalian , salam maaf untuk bos JOE , FAUZAN , RENI dan HARIS , tolong sampaikan kalau kali ini aku tak bisa datang " sekirannya itulah pesan yang di kirimnya pada AULIA .
Dengan wajah masam ANDINI pun ikut pulang ke rumah bersama KENZO , tak ada sepatah kata pun yang mereka ucapkan , meskipun bertemu kemacetan atau pun hiruk pikuk jalanan JAKARTA , mereka tetap membisu dengan lamunan masing masing .
Begitu sampai di depan garasi yang belum tertutup rapat oleh pak HENDRA , ANDINI buru buru keluar dan melangkah dengan cepat menuju pintu masuk .
"SUREPRIZE....!!!!!!!! " ucap beberapa orang yang tiba tiba keluar dari dalam rumah nya .
Rupanya ada kumpulan 5 orang yang harusnya dia temui di acara makan makan malam ini . Betapa terkejutnya ANDINI , seketika perasaan marahnya tadi sirna dan kini justru air matanya meleleh deras hingga terisak isak membuat AULIA dan RENI pun memeluknya untuk meredakan rasa haru bercampur bahagianya , sementara yang lain hannya tertawa ria sambil bersama sama masuk kedalam rumah .
Entahlah ini hari apa , karena ini kali pertamanya KENZO mau membuka rumahnya untuk orang lain selain ANDINI .
Ruang tamu pun rupannya sudah disulap oleh orang orang itu menjadi tempat pesta meski dengan peralatan apa adanya . KENZO hannya memandangi mereka itu dari kejauhan , tanpa sadar dia pun tersenyum melihat pemandangan didepannya .
"Oh ya... sebelum aku pergi mandi , sebaiknya kalian lihat siapa yang ada di belakang dapur selain bu RUM dan pak UDIN " pinta KENZO .
Sehingga orang orang itu segera menengok ke arah dapur , dimana ada seorang bartender gadungan yang sedang bermain 2 gelas mainan bersama pak UDIN dan Bu RUM .
"Kami siap melayani kalian ..." ucap bartender gadungan itu yang tak lain adalah KEY dengan pakaian ala bartender profesional sehingga membuat gelak tawa semuannya .
"Syukurlah kalau itu bisa membuat mu tersenyum.."
__ADS_1
#TERUS DUKUNG AUTHOR YA DENGAN LIKE DAN KOMENTAR / VOTE NYA , TERIMAKASIH BANYAK...READER SEMUANNYA..SEHAT SELALU..