
SOFIA selaku sekertaris ayahnya tentu saja selalu menempel disebelah ayahnya , dengan penampilannya yang anggun dan senyuman manisnya , dia pun dengan lembut menjawab setiap pertanyaan dari awak media , berbeda sekali dengan nada liciknya saat menangkap basah MICHELLE yang baru datang dari INGGRIS .
Dari kejauhan terlihat dia yang mendapat pesan dari seseorang dan seketika wajahnya berubah panik dan tanpa basa basi pamit meninggalkan para awak media itu .
"SOFIA sudah pergi , PUTRA tayangkan sekarang " pesan INDRA .
"Okey....saat nya kita berpesta "
Tiba tiba lampu padam dan bersamaan munculah sebuah video di salah satu dinding yang sangat sangat mengejutkan semua orang .
Video disaat dia berada di gudang brankas emas milih tuan MAHARDIKA , dimana dia mengakui akan kematian ayahnya atas perbuatannya yang sengaja menutupnya dengan bantal tidurnya .
"Waahh...yang benar saja , rupanya tuan CHRISTIAN lah pembunuh ayah nya , padahal diberita dia menyebutkan terkena serangan jantung " ucap salah seorang .
"Kalau begitu dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya "
Orang orang pun kian ramai membicarakannya , dari pihak negara yang tadinya akan menjalin kerja sama pun akhirnya pergi meninggalkan gedung perkantoran itu .
"Apa apaan ini , siapa yang menayangkan ini " terkejut tuan CHRISTIAN itu bukan main .
Dia langsung kabur dari kerumunan sebelum semua orang menghujat dan membawanya ke kepolisian .
Dia langsung pergi lewat lift dan menuju ruang parkir perkantoran .
"SOFIA ...ada apa ini ? Kenapa semua kacau begini " kagetnya karena melihat SOFIA bersama pengawalnya tengah memeriksa pengawal lainnya yang babak belur dan terikat di tiang gedung parkiran .
"Aku tak tahu ayah , tadi aku mendapat pesan dari salah satu pengawal kalau dia tidak bisa menghubungi yang lainnya "
"Tidak ada waktu lagi , kita harus cepat pulang kerumah " gugupnya sambil berlari menuju mobilnya .
"Ada apa ayah , bukannya sebentar lagi ayah akan menandatangani perjanjian dengan anggota dewan "
"Lupakan , seseorang sudah menghancurkan semuannya , kita harus kabur dengan pesawat kita , ayo..cepat !!!"
__ADS_1
"Iya ayah..." patuh anaknya dan buru buru ikut masuk ke mobil ayahnya .
Dengan kecepatan penuh beliau membawa mobil itu dan melewati puluhan kendaraan didepannya .
# # # #
KENZO , ANDINI dan KEY pula berhasil menemukan gudang tua bawah tanah tempat dimana MICHELLE dan pak SLAMET di sekap oleh tuan CHRISTIAN itu .
"MICHELLE , pak SLAMET syukurlah kalian tidak apa apa " lega ANDINI mendapati dua orang itu .
Namun riba tiba pintu terbuka kembali sehingga mereka menyodorkan senapan di tangan mereka .
"Jangan ...dia adalah orang ku KEN , dia lah yang aku pinjami HP dan sudah membius semua pengawal disini " cegah MICHELLE karena KENZO sudah hendak menembak .
"Untung saja kau langsung bicara , kalau tidak kakinya bisa pincang siang ini " ucap KENZO .
"Tuan..walau pun hanya senapan , sebaiknya hati hati juga , kalau salah orang bagaimana ?" Kesalnya yang juga terkejut hendak ditembak .
"Ya sudah mana kuncinya , kita mau menyelamatkan tuan mudamu juga tau " oceh KEY pula .
"Tak perlu marah teman , mereka hannya waspada takut kau kawanan ayah ku " terang MICKEY kemudian .
"Iya tuan saya minta maaf kalau tadi kasar dengan teman teman tuan " sopannya pada tuannya itu .
Begitu pintu berhasil terbuka , tak lupa ruang tahanan pak SLAMET pun mereka buka dan tanpa berfikir lagi , ke enam orang itu langsung meninggalkan ruangan dengan segera sebelum ada yang sudah sadar kan diri .
Di jalanan beberapa polisi sudah barang tentu mengejar mobil milik tuan CHRISTIAN iti , selain mengenai video nya , dia seenaknya menerobos lampu lalu lintas , sehingga membuat kekacauan di beberapa tempat .
INDRA , PUTRA dan ZAIN pun tak luput ikut serta mengejar bersama para polisi dibelakang mobil CHRISTIAN itu .
"Ayah , mereka s3makin banyak yang mengejar kita " gelisah SOFIA sembari dengan erat berpegangan di mobilnya akibat ayahnya yang terus mengegas mobilnya dengan kencang .
"Tenang saja , aku sudah menghubungi TOMI untuk membawa pesawat kita ke suatu tempat agar kita bisa segera pergi dari sini "
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan MICKEY ayah ? kita meninggalkannya ?"
"Buat apa kau memperdulikan anak penghianat seperti dia , aku tidak akan memaafkan seorang penghianat sekalipun dia adalah anakku "
"Lalu....bagaimana dengan kematian ibu , bagaimana dia sampai tertembak di kediamannya sendiri "
"Jangan pernah kamu membahas tentang wanita itu lagi , ayah sudah lama menguburnya dari ingatan ayah " gertak ayahnya sehingga SOFIA yang tengah meneteskan air matanya pun terdiam .
Mobil pun terus melaju dengan cepat , SOFIA hanya terdiam disebelah ayahnya , dia hannya memandangi area sekitar yang begitu akrab dengannya karena mereka tengah menuju ke villa mereka dimana disana ada lahan parkir yang sangat luas untuk sekedar mereka memarkirkan pesawat pribadi nya .
"TOMI sebentar lagi aku sampai disana , kau segera lah nyalakan mesin nya agar kita tak menunggu lama "
"Siap bos " tegas bawahannya itu .
Dan benar saja , pesawat yang terparkir di halaman timur mereka kini sudah dipersiapkan untuk terbang membawa tuannya untuk kabur dari pencarian .
CHRISTIAN dan anak perempuannya pun langsung turun dari mobilnya . Disana bukan hanya TOMI seorang , selain pilot dan co pilot , masih ada beberapa pengawal di sekitar mereka .
"Bagaimana TOM , semua beres ?"
"Iya tuan , pesawat siap diterbangkan , hanya saja bahan bakar belum terisi penuh , jadi anda akan beristirahat di pertengahan jalan "
"Itu masalah nanti , sekarang ayo kita pergi dari sini " ajak tuan CHRISTIAN itu .
Tanpa dia sadari di sekelilingnya kini sudah bermunculan banyak polisi dan juga INDRA dan kawanannya , hal itulah yang membuat SOFIA tak berani melangkahkan kakinya dari mobil .
"Jangan bergerak , segera keluar dari pesawat karena tempat ini sudah kami kepung " perintah seorang ketua kepolisian disana .
Hal itu membuat semua orang disana terkejut termasuk para pilot yang akan menerbangkan pesawat itu .
"maaf ayah ..... aku sudah memanggil mereka ke sini " ucap SOFIA sembari menahan air matanya .
"Anak bodoh !!! tak tahu diri , bisa bisa nya kau menyerahkan diri dan membawa mereka ke sini , kalian memang sama bodohnya dengan ibu kalian !!!" teriak ayahnya itu dengan keras .
__ADS_1
"Jika ayah tak sampai mengurung kakak mungkin aku masih bisa membelamu ayah , tapi kali ini ayah sudah kelewatan !!!" teriak SOFIA meski air matanya mengalir dimana mana .