
KENZO pun masih setia menemani gadis itu mengedit satu per satu laporan yang ada di meja nya , sementara ANDINI masih sibuk dengan setumpuk pekerjaannya .
"Tak salah JOE sampai menangis untuk melepaskanmu dari kantornya "
"Tak usah kamu banyak bicara , lebih baik kamu katakan apa rencana selanjutnya " kesalnya .
"Baik lah " setujunya sembari duduk di kursi depan ANDINI itu .
"Pertama , karena kau ceroboh terpaksa kalungmu akan aku simpan , ke dua , bersikaplah se biasa mungkin saat nanti kau bersama salah satu dari keluarga MARCO , aku yakin mereka sudah tau tentang siapa dirimu , apa lagi dengan kepulangan MICHELLE , pasti mereka tengah menyusun rencana baru setelah kepulangannya "
"Jangan jangan rencana mereka menculikku dulu adalah langkah awal mereka ?"
"Ya ... aku pun sudah tau bila mereka adalah dalang semua ini , dan saat aku di PAPUA kemarin , meski bukan tangan SOFIA sendiri yang mematikan anggrek hitam , pastilah salah satu petugas sudah menjadi kaki tangan mereka ".
"Berarti mereka punya rencana dengan berusaha mendekatiku ?"
"Itulah yang harus kita cari tahu , apa kau mau membantu rencana ku ??? , tapi.....konsekuensinya juga tak main main bila mengenai keluarga MARCO "
"Aku siap KEN , jika itu demi kebaikan keluargaku aku tak masalah jika menjadi umpan untuk mereka "
"Baik lah , tapi...meskipun kau dihadapkan dengan seorang MICHELLE , kau tak akan tergoda dengannya kan ?"
"Kenapa kau tanyakan itu ?? Kau takut aku tergoda dengan pesonanya "
"Siapa yang takut .... itu juga bukan urusanku , kau tanggung saja akibatnya bila sampai tergoda dengannya " malunya sambil pergi dari kamarnya .
"Apa sih maunya orang itu , memangnya kenapa bila aku sampai tergoda , siapa tau saja dia justru jadi melawan keluargannya " ocehnya kemudian .
"Aku masih dengar ocehanmu , pokoknya awas saja kalau sampai kau lepas kendali , akan aku buang kalung mu ini !!!!" Teriak KENZO dari luar kamarnya .
BRAAKKK..!!!!
__ADS_1
"Kau......sampai berani membuang kalung itu , akan aku patahkan ke dua tanganmu !!! " balasnya dengan ganas sembari berdiri menghentakan meja kerja itu dengan telapak tangannya .
"Aduhhh....sakit , ku pikir tak sesakit seperti di sinetron " keluhnya sambil mengusap usap telapak nya .
Esok hari nya , seperti yang sudah di jadwalkan , ada pertemuan di hotel milik FAUZI , dimana harus KENZO sendiri yang menghadiri nya . Pagi pagi sekali ANDINI bangun begitu pun dengan KENZO yang terdengar sudah ribut di kamarnya .
Jarak dari rumah menuju hotel bintang 5 itu memang cukup jauh , belum lagi dengan kemacetan sebelum jam 7 , jadi harus cepat cepat bersiap diri .
"KENZO....ini aku bawakan sarapan , apa aku boleh masuk ?"
"Iya masuk saja.." ucap lelaki itu .
Yang ternyata sedang mengancing kemeja putihnya , tanpa rasa malu dengan PD nya dia memberi izin seorang wanita masuk ke kamarnya .
"Kau itu...pakailah baju mu dengan benar , baru memberi izin kepadaku " kesal ANDINI .
"Kenapa ??? Lagian kamu ko yang masuk , toh kamu sudah pernah lihat badanku saat di rumah sakit....begitu juga....."
"Aku tunggu di mobil..."
"Hey...hey...sebentar , kau ambilkan dasiku di lemari ya , lalu tolong pasangkan ke bajuku , okey..." entengnya sambil memakai kaos kaki dan sepatunya .
Tanpa mengelak ANDINI pun membuka lemari itu , dimana semua tertata rapi pada tempatnya , berbeda dengan rumor lelaki yang suka berantakan , dasi hitam pun di ambilnya dan mendekat ke pemuda itu .
Dimana dia sudah berdiri tegap menanti dasinya.
Entah mengapa tiba tiba jantung ANDINI berdetak tak biasanya , ada rasa panas dan grogi ketika dengan sadarnya dia begitu dekat dengan wajah pria tampan itu .
("Bila sedang diam begini , rupanya dia tampan juga") gumam ANDINI dalam hati tanpa sadar .
("Apa yang kau fikirkan ANDINI , dia adalah lelaki menyebalkan yang pernah ada ") gumamnya lagi .
__ADS_1
"Kau sakit ya " cemas lelaki itu sembari mengecek dahi dan pipi gadis didepannya .
"Enggak...memang kenapa ?"
"Kau tak bercermin kalau wajahmu merah , kalau sakit istirahat saja "
"Apa semerah itu .." penasarannya takut takut terlalu banyak memakai blush on .
"Kau tak salah memintaku memakaikan dasi kepadamu ?"
"Kenapa ? Pak HENDRA juga sudah biasa "
"Pak HENDRA ?? maksudmu memakaikan dasi seperti ini ?"
"Bukanlah.. beliau sudah melipatnya untuk ku , jadi tinggal aku pakai "
"Memangnya kau tak bisa melipat dasi ??" ANDINI pun penasaran .
"Engga ..... tapi lumayan kan waktu itu malah dapat ciuman dari mu hehehe"
"Kau......KENZO...rasakan ini !!!!! "
CEKIITT.......
"AWWW..AAWWW....sakitt tau " sakitnya saat gadis itu mencubit badannya .
"Kenapa kau tak bilang ?"
"Jangan salahkan aku , mana ku tahu kalau pak HENDRA tak memberitahumu " ucapnya sambil mengelus lengannya .
"HHUUHHH...menyebalkan "pergi gadis itu dengan wajah merahnya manahan rasa malu itu .
__ADS_1
"Hehehe...siapa suruh menciumku , kau datang ya aku makan sekalian " senangnya melihat gadis itu nampak malu .