I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
KISAH DASI


__ADS_3

KENZO pun masih setia menemani gadis itu mengedit satu per satu laporan yang ada di meja nya , sementara ANDINI masih sibuk dengan setumpuk pekerjaannya .


"Tak salah JOE sampai menangis untuk melepaskanmu dari kantornya "


"Tak usah kamu banyak bicara , lebih baik kamu katakan apa rencana selanjutnya " kesalnya .


"Baik lah " setujunya sembari duduk di kursi depan ANDINI itu .


"Pertama , karena kau ceroboh terpaksa kalungmu akan aku simpan , ke dua , bersikaplah se biasa mungkin saat nanti kau bersama salah satu dari keluarga MARCO , aku yakin mereka sudah tau tentang siapa dirimu , apa lagi dengan kepulangan MICHELLE , pasti mereka tengah menyusun rencana baru setelah kepulangannya "


"Jangan jangan rencana mereka menculikku dulu adalah langkah awal mereka ?"


"Ya ... aku pun sudah tau bila mereka adalah dalang semua ini , dan saat aku di PAPUA kemarin , meski bukan tangan SOFIA sendiri yang mematikan anggrek hitam , pastilah salah satu petugas sudah menjadi kaki tangan mereka ".


"Berarti mereka punya rencana dengan berusaha mendekatiku ?"


"Itulah yang harus kita cari tahu , apa kau mau membantu rencana ku ??? , tapi.....konsekuensinya juga tak main main bila mengenai keluarga MARCO "


"Aku siap KEN , jika itu demi kebaikan keluargaku aku tak masalah jika menjadi umpan untuk mereka "


"Baik lah , tapi...meskipun kau dihadapkan dengan seorang MICHELLE , kau tak akan tergoda dengannya kan ?"


"Kenapa kau tanyakan itu ?? Kau takut aku tergoda dengan pesonanya "


"Siapa yang takut .... itu juga bukan urusanku , kau tanggung saja akibatnya bila sampai tergoda dengannya " malunya sambil pergi dari kamarnya .


"Apa sih maunya orang itu , memangnya kenapa bila aku sampai tergoda , siapa tau saja dia justru jadi melawan keluargannya " ocehnya kemudian .


"Aku masih dengar ocehanmu , pokoknya awas saja kalau sampai kau lepas kendali , akan aku buang kalung mu ini !!!!" Teriak KENZO dari luar kamarnya .


BRAAKKK..!!!!

__ADS_1


"Kau......sampai berani membuang kalung itu , akan aku patahkan ke dua tanganmu !!! " balasnya dengan ganas sembari berdiri menghentakan meja kerja itu dengan telapak tangannya .


"Aduhhh....sakit , ku pikir tak sesakit seperti di sinetron " keluhnya sambil mengusap usap telapak nya .


Esok hari nya , seperti yang sudah di jadwalkan , ada pertemuan di hotel milik FAUZI , dimana harus KENZO sendiri yang menghadiri nya . Pagi pagi sekali ANDINI bangun begitu pun dengan KENZO yang terdengar sudah ribut di kamarnya .


Jarak dari rumah menuju hotel bintang 5 itu memang cukup jauh , belum lagi dengan kemacetan sebelum jam 7 , jadi harus cepat cepat bersiap diri .


"KENZO....ini aku bawakan sarapan , apa aku boleh masuk ?"


"Iya masuk saja.." ucap lelaki itu .


Yang ternyata sedang mengancing kemeja putihnya , tanpa rasa malu dengan PD nya dia memberi izin seorang wanita masuk ke kamarnya .


"Kau itu...pakailah baju mu dengan benar , baru memberi izin kepadaku " kesal ANDINI .


"Kenapa ??? Lagian kamu ko yang masuk , toh kamu sudah pernah lihat badanku saat di rumah sakit....begitu juga....."


"Aku tunggu di mobil..."


"Hey...hey...sebentar , kau ambilkan dasiku di lemari ya , lalu tolong pasangkan ke bajuku , okey..." entengnya sambil memakai kaos kaki dan sepatunya .


Tanpa mengelak ANDINI pun membuka lemari itu , dimana semua tertata rapi pada tempatnya , berbeda dengan rumor lelaki yang suka berantakan , dasi hitam pun di ambilnya dan mendekat ke pemuda itu .


Dimana dia sudah berdiri tegap menanti dasinya.


Entah mengapa tiba tiba jantung ANDINI berdetak tak biasanya , ada rasa panas dan grogi ketika dengan sadarnya dia begitu dekat dengan wajah pria tampan itu .


("Bila sedang diam begini , rupanya dia tampan juga") gumam ANDINI dalam hati tanpa sadar .


("Apa yang kau fikirkan ANDINI , dia adalah lelaki menyebalkan yang pernah ada ") gumamnya lagi .

__ADS_1


"Kau sakit ya " cemas lelaki itu sembari mengecek dahi dan pipi gadis didepannya .


"Enggak...memang kenapa ?"


"Kau tak bercermin kalau wajahmu merah , kalau sakit istirahat saja "


"Apa semerah itu .." penasarannya takut takut terlalu banyak memakai blush on .


"Kau tak salah memintaku memakaikan dasi kepadamu ?"


"Kenapa ? Pak HENDRA juga sudah biasa "


"Pak HENDRA ?? maksudmu memakaikan dasi seperti ini ?"


"Bukanlah.. beliau sudah melipatnya untuk ku , jadi tinggal aku pakai "


"Memangnya kau tak bisa melipat dasi ??" ANDINI pun penasaran .


"Engga ..... tapi lumayan kan waktu itu malah dapat ciuman dari mu hehehe"


"Kau......KENZO...rasakan ini !!!!! "


CEKIITT.......


"AWWW..AAWWW....sakitt tau " sakitnya saat gadis itu mencubit badannya .


"Kenapa kau tak bilang ?"


"Jangan salahkan aku , mana ku tahu kalau pak HENDRA tak memberitahumu " ucapnya sambil mengelus lengannya .


"HHUUHHH...menyebalkan "pergi gadis itu dengan wajah merahnya manahan rasa malu itu .

__ADS_1


"Hehehe...siapa suruh menciumku , kau datang ya aku makan sekalian " senangnya melihat gadis itu nampak malu .


__ADS_2