
Malam ini rasanya begitu sunyi dengan suasana kos kosan yang teramat sepi , untung saja dilantai bawah adalah rumah bibi kos an , sehingga masih terdengar suara tv di rumahnya .
"Paling tidak , ini lebih baik dari pada aku harus menikah dengan seseorang yang tidak aku kenal " letihnya di atas tempat tidur .
Sementara itu disepanjang jalan ibu nya mengomel kesana sini pada ayahnya itu , untung saja malam ini di kendarai oleh pak HENDRA , sehingga ibu nya bisa leluasa mengomeli ayahnya itu .
"Pokoknya ibu gak mau tau ya yah , ayah harus meminta maaf pada MERA , ibu yakin dia marah bukan main "
"Iya bu , ayah tahu.. ayah akan menemuinya saat dirumah , tapi....kalau untuk masalah perjodohan ini , ayah rasa tak bisa begitu saja menolak kemauan pak DICKY "
"Itu masalah nomor 2 , yang nomor 1 ayah harus jelaskan semua sama MERA , kalo gak ... ibu Akan menelfon papa INDRA , biar ayah tahu rasa " kesal istrinya itu .
"Iya ..iya .."
"Sebel deh , papa aja gak sampe tuh jodohin ayah , tega tega nya ayah mau jodohin MERA "
"Kata siapa , ayah di jodohin tuh dari kecil sama ibu , tapi... kebetulan kan memang ayah cinta sama ibu , makanya ayah mau , iya gak pak HENDRA ?"
"Hehehehe.... terserah aden aja deh.."
"Huuuhhhh ...." kesal istrinya itu .
Tak lama kemudian sampailah mobil itu di depan pintu rumah keluarga SAPUTRA , ANDINI pun langsung berjalan ke arah kamar putrinya itu .
"AAKKHHH....ayah !!!!" Teriaknya tiba tiba , sehingga suaminya langsung berlari ke arahnya .
""Ada apa bu , kenapa teriak begitu ?"
"Yah .... lihat lah , MERA ga ada di kamarnya " cemasnya seketika .
"Masa sih ?" Ragu suaminya sambil bersama mengecek ke dalam kamar itu , tapi memang tak ada anak gadisnya itu .
"Tas besar dan beberapa pakaiannya juga gak ada yah , gimana ini , masa MERA pergi gak pamitan yah gimana dong " sedih ANDINI .
"Biar ayah telfon "
__ADS_1
Namun rupanya nomor nya pun tak bisa dihubungi ,dan yang mengagetkan KENZO , di sebelah lampu belajar anaknya di sana tak sengaja dia melihat kartu ATM dan kartu HP yang di tinggalkan anaknya .
"Bu , maaf kan ayah ya , Sepertinya...MERA benar benar kecewa dengan sikap ayah " sedih KENZO sambil menatap meja belajar anaknya itu .
"Tuh kan , kalo MERA sampai gak pulang lagi gimana yah..ibu gak mau kaya gitu..." tangis lah ANDINI semakin menjadi , sehingga untuk menenangkan nya KENZO pun langsung memeluk istrinya itu .
Tak terasa karna tak ada teriakan bu SITI dan ibunya serta klakson dari mobil KENAN , MERA tanpa sadar tertidur dengan lelapnya , padahal jam sudah menunjuk pukul 8 pagi , mungkin karena semalam dia terlalu banyak berfikir sehingga baru lah terlelap jam 2 pagi .
Tok....tok....tok...
"Non ...ini bi IDA bawain sarapan , takut non belum sarapan " ucap bi IDA si pemilik kos kosan itu .
"Ohh..iya bi ...." kagetnya yang langsung buru buru mencuci mukanya dan membuka pintu kamar .
"Waahh..bibi bangunin non MERA ya ?"
"Nggak ko bi , lagian MERA juga sudah bangun , tapi karena suntuk jadi tidur lagi "
"Loohh... gak ada jadwal kuliah non ?"
"OOOhh...begitu , ya sudah nanti di makan ya sarapannya , kebetulan bibi masak banyak "
"Makasih loo bi "
"Iya , kalo suntuk main ke bawak aja , kita ngobrol ngobrol bareng yang lain "
"Ohh..iya bi , kebetulan MERA juga mau nyari nyari informasi lowongan kerja , itung itung buat cari pengalaman sebelum masuk kuliah "
"Oohhh... bisa non , banyak malah , tapi... ya gak ada yang gaji nya gede non , paling kalo ada yang nyari buat Asisten rumah tangga , penjaga kios , kalo yang mending gajinya ya... office boy /girl sama suster anak "
"Ga papa bi , yang penting mah halal "
"Nasib perantauan ya..harus begini ya non , dulu bibi juga banting tulang sampe akhirnya bisa beli tanah di ibu kota dan bisa bangun kos kosan "
"Iya bi "
__ADS_1
Bi IDA memang tak tahu latar belakang para penghuni kos nya , jadi wajar saja bila dia mengira semua penghuni kos nya adalah anak anak perantauan .
(" Aku harus cepat cari kerjaan , sisa uang di saku ku tak lebih dari dua bulan , maaf bu , MERA terpaksa harus cuti dari kuliah , hannya dengan begini kalian tak bisa menemui ku ") gumamnya sambil menyantap menu sarapan dari bi IDA .
Tentu saja sesuai dugaannya , begitu KENAN sampai di rumah pamannya , dia langsung terkejut dengan kabar kaburnya sepupu nya itu , yang pasti demi keamanan publik , KENZO dan keponakan keponakannya tak berani meminta bantuan polisi , karena mereka takut hal itu akan di ketahui oleh pihak tuan DICKY .
Sehingga sementara mereka mencari keberadaan MERA , para anggota keluarga itu pun membuat cerita seolah MERA cuti dari sekolah karena pergi ke luar negri .
Kring...kring.....
"Iya LAN , gimana ? Dia datang ke kelas ?" Tanya KENAN yang sengaja meliburkan diri untuk mencari ke tempat tempat yang mungkin di datangi MERA .
"Kamu lg nyetir , minggir dulu sana "
"Iya iya ...." nurutnya memarkirkan kendaraannya itu .
"Dia gak dateng bro , bahkan gak ada kabar apa apa "
"Kamu udah tannya sama anak anak ?"
"Anak anak mana? Emang dia punya temen sekelas selain kita , temen geng nya aja udah kabur kan kemaren "
"Waahhh , ini dia nih , kaya nya dia nyusul si temen geng nya itu deh "
"Terus , maksud kamu kita cari anak anak brandalan itu "
"Cuma itu jalan kita satu satunya LAN , sepertinya kita harus cari salah satu dari mereka "
"Oke ..... kita cari sodara kita sama sama ya "
"Makasih ya "
"Alahhhhh... kaya sama siapa aja pake makasih segala , lebay amat si "
"Hehehehe...iya ya "
__ADS_1