
Suasana dini hari di rumah sakit serasa semakin menambah kalut perasaan mereka akan kondisi ANDINI .
"Sebaiknya kalian keruanganku dulu , aku akan menjelaskan kemana kalian harus pergi " terang dokter itu .
Ke dua pemuda itu pun menurut dan pergi bersama sang dokter ke ruangannya . Sebuah ruangan khusus bertuliskan DAVID HARMAWAN pun mereka masuki .
"Duduk lah "
"Terimakasih , jadi.. siapa gerangan dokter yang kau bicarakan itu ?" Cerca KENZO .
"Aku tak begitu kenal , tapi kudengar ini adalah bulan terakhirnya di JAKARTA , dia sudah lama bekerja di rumah sakit JERMAN , dan ini kali ke dua nya dia pulang untuk penelitian , bawalah dia ke rumah sakit ini dan mintalah untuk dipegang langsung olehnya "
Sebuah kartu nama pun disodorkan oleh dokter DAVID itu , kartu nama yang elegan dengan warna hitam nya .
"JEE YEON JIN "
"Bukankah ini ...."
"Iya..dia JEE YEON JIN seorang keluarga korea yang sudah lama bermukim di INDONESIA , kebetulan dia sedang pulang ke sini "
"Bukan begitu , tapi aku kenal dengan nya saat di INGGRIS " terang KENZO .
"Wahh..bagus kalau begitu , Jika ini keberuntungan nona ANDINI , Seharusnya dia belum pulang ke jerman "
"Baiklah kami akan segera ke JAKARTA menemui dia "
"Ya..lebih cepat lebih baik "
"Dokter DAVID terimakasih banyak atas informasinya , kami pergi dulu " putus mereka .
"Ya...aku doakan semoga nona ANDINI bisa disembuhkan olehnya "
Tanpa basa basi Pergilah ke dua orang itu dan menelfon para bantuan untuk menyiapkan jet pribadi mereka untuk membawa mereka dan ANDINI kembali ke JAKARTA .
Pagi itu pula sebuah rumah sakit besar di wilayah JAKARTA segera mereka sambangi , sebuah ruang VIP pun mereka pesan dan di jaga ketat oleh 4 pengawal secara bergantian .
"Suster kami adalah pasien rekomendasi dari dokter DAVID di padang , beliau meminta untuk nona ANDINI ditangani langsung oleh dokter JEE " tanya KENZO .
"Beliau baru saja selesai tugas tuan , mungkin beliau sedang dalam perjalanan pulang "
"Kalau begitu dimana rumah beliau , biar kami yang menemuinya "cerca KEY pula .
"Kalau hal itu tuan tuan tanyakan saja di resepsionis , kalau bisa segera tuan ke rumahnya karena beliau akan ke JERMAN dalam minggu ini "
__ADS_1
"Terima kasih suster , KEY bagai mana kau mau ikut atau kau berjaga disini ?"
"Aku berjaga disini saja , bila ada perkembangan kondisi ANDINI aku pasti menghubungimu "
"Kali ini aku titip dia padamu , aku akan menemui profesor itu untuk ANDINI "
"Ya .... tolong selamatkan sodaraku "
"Aku pergi dulu "
Tak lama kemudian pak HENDRA pun datang tergesa gesa ke rumah sakit beserta sekotak makanan dan minuman untuk tuan mudanya itu .
"Pak antar saya ke alamat ini ya "
"Siap den " sigapnya langsung melaju kan mobil hitam itu .
"Den kondisi non ANDINI bagaimana ? Kami dirumah kaget lo ..aden menelfon m8nta dijemput di rumah sakit "
"Iya pak , ini memang salah saya juga tidak mengawasi ANDINI , sampai sampai dia diculik orang "
"Di culik den ??"
"Ya ampun den , gak nyangka yah...ko ada ya orang jahat begitu , sampai sampai dia gelap mata dan tega meracuni non ANDINI "
"Ya pak , makanya saya mau ke rumah profesor muda yang dulu pernah bertemu dengan saya saat di INGGRIS "
"Syukur den kalau orangnya ada di JAKARTA , Oh ya ibu juga semalem nelfon dan nanyain terus kondisi non ANDINI loo "
"Nanti bilang saja kalau dia sudah dalam perawatan dan kondisinya stabil ya pak "
"Siap den "
Mobil pun kembali menyusuri jalanan kota , sembari KENZO menyantap makanan yang dibawa oleh pak HENDRA tadi , sembari beristirahat sejenak untuk memejamkan matanya yang terus terjaga .
Sebuah rumah model lama dengan berhalaman beraneka bunga itu pun ditemukan setelah menanyakan paa satpam di depan pintu komplek .
"Den den ... sudah sampai rumahnya " ucap pak HENDRA membangunkan tidur KENZO .
"Oh ..iya pak , makasih ya "
"Iya den .. saya nunggu di sini saja ya "
__ADS_1
"Iya pak ga papa , saya ke dalam dulu "
"Semoga rejeki ya den "
"Doakan saja ya pak , semoga dia bisa "
"Iya den "
Gerbang kecil itu pun dibuka oleh KENZO , dia segera mengarah pada pintu rumah berwarna coklat nya dan menekan tombol bell putih di sebelahnya .
Tak lama kemudian terdengar lah langkah kaki dari dalam menuju pintu depan . Seorang pria putih nan sipit yang memang keturunan daro KOREA itu pun keluar dari dalam .
"KENZO ..??"
"JEE ... tak ku sangka kau masih mengingatku" salam KENZO padanya .
"Ayo Masuk lah , sudah lama kita tak bertemu" ajaknya , sehingga KENZO menurutinya masuk ke dalam .
"Wajah mu gelisah , ada apa ?"
"Begini JEE , sesuatu terjadi pada kenalan ku , dia di culik dan diminumi sebotol racun oleh orang itu "
"Benarkah ? Lalu bagaimana kondisinya ?"
"Kami baru pindah dari R. Sakit di padang ke JAKARTA tempatmu praktek , tapi ku dengar kau mau ke JERMAN lagi "
"Iya betul , tapi kau tenang saja KENZO , aku bisa menundanya dulu demi kenalanmu , ayo kita ke R. SAKIT "
"JEE ... aku percayakan kesembuhannya kepadamu "
"Kita sama ber doa KEN , Semoga dengan bantuanku adalah jalan dari Tuhan untuk kesembuhannya "
"Iya .."
Ke dua lelaki itu pun pergi meninggal kan rumah sang dokter dan kembali bertolak ke rumah sakit ber sama dengan pak HENDRA . Di mobil KENZO pun menceritakan akan kondisi dari ANDINI dan penanganan di PADANG tempo hari sehingga bisa mempermudah asumsi racun apa yang telah diberikan pada ANDINI itu . Di perjalanan terus saja DR . JEE mencerca berbagai pertannyaan .
__ADS_1