I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
DR. JEE


__ADS_3

Suasana dini hari di rumah sakit serasa semakin menambah kalut perasaan mereka akan kondisi ANDINI .



"Sebaiknya kalian keruanganku dulu , aku akan menjelaskan kemana kalian harus pergi " terang dokter itu .



Ke dua pemuda itu pun menurut dan pergi bersama sang dokter ke ruangannya . Sebuah ruangan khusus bertuliskan DAVID HARMAWAN pun mereka masuki .



"Duduk lah "



"Terimakasih , jadi.. siapa gerangan dokter yang kau bicarakan itu ?" Cerca KENZO .



"Aku tak begitu kenal , tapi kudengar ini adalah bulan terakhirnya di JAKARTA , dia sudah lama bekerja di rumah sakit JERMAN , dan ini kali ke dua nya dia pulang untuk penelitian , bawalah dia ke rumah sakit ini dan mintalah untuk dipegang langsung olehnya "



Sebuah kartu nama pun disodorkan oleh dokter DAVID itu , kartu nama yang elegan dengan warna hitam nya .



"JEE YEON JIN "



"Bukankah ini ...."



"Iya..dia JEE YEON JIN seorang keluarga korea yang sudah lama bermukim di INDONESIA , kebetulan dia sedang pulang ke sini "



"Bukan begitu , tapi aku kenal dengan nya saat di INGGRIS " terang KENZO .



"Wahh..bagus kalau begitu , Jika ini keberuntungan nona ANDINI , Seharusnya dia belum pulang ke jerman "



"Baiklah kami akan segera ke JAKARTA menemui dia "



"Ya..lebih cepat lebih baik "



"Dokter DAVID terimakasih banyak atas informasinya , kami pergi dulu " putus mereka .



"Ya...aku doakan semoga nona ANDINI bisa disembuhkan olehnya "



Tanpa basa basi Pergilah ke dua orang itu dan menelfon para bantuan untuk menyiapkan jet pribadi mereka untuk membawa mereka dan ANDINI kembali ke JAKARTA .



Pagi itu pula sebuah rumah sakit besar di wilayah JAKARTA segera mereka sambangi , sebuah ruang VIP pun mereka pesan dan di jaga ketat oleh 4 pengawal secara bergantian .



"Suster kami adalah pasien rekomendasi dari dokter DAVID di padang , beliau meminta untuk nona ANDINI ditangani langsung oleh dokter JEE " tanya KENZO .



"Beliau baru saja selesai tugas tuan , mungkin beliau sedang dalam perjalanan pulang "



"Kalau begitu dimana rumah beliau , biar kami yang menemuinya "cerca KEY pula .



"Kalau hal itu tuan tuan tanyakan saja di resepsionis , kalau bisa segera tuan ke rumahnya karena beliau akan ke JERMAN dalam minggu ini "

__ADS_1



"Terima kasih suster , KEY bagai mana kau mau ikut atau kau berjaga disini ?"



"Aku berjaga disini saja , bila ada perkembangan kondisi ANDINI aku pasti menghubungimu "



"Kali ini aku titip dia padamu , aku akan menemui profesor itu untuk ANDINI "



"Ya .... tolong selamatkan sodaraku "



"Aku pergi dulu "



Tak lama kemudian pak HENDRA pun datang tergesa gesa ke rumah sakit beserta sekotak makanan dan minuman untuk tuan mudanya itu .



"Pak antar saya ke alamat ini ya "



"Siap den " sigapnya langsung melaju kan mobil hitam itu .



"Den kondisi non ANDINI bagaimana ? Kami dirumah kaget lo ..aden menelfon m8nta dijemput di rumah sakit "



"Iya pak , ini memang salah saya juga tidak mengawasi ANDINI , sampai sampai dia diculik orang "



"Di culik den ??"




"Ya ampun den , gak nyangka yah...ko ada ya orang jahat begitu , sampai sampai dia gelap mata dan tega meracuni non ANDINI "



"Ya pak , makanya saya mau ke rumah profesor muda yang dulu pernah bertemu dengan saya saat di INGGRIS "



"Syukur den kalau orangnya ada di JAKARTA , Oh ya ibu juga semalem nelfon dan nanyain terus kondisi non ANDINI loo "



"Nanti bilang saja kalau dia sudah dalam perawatan dan kondisinya stabil ya pak "



"Siap den "



Mobil pun kembali menyusuri jalanan kota , sembari KENZO menyantap makanan yang dibawa oleh pak HENDRA tadi , sembari beristirahat sejenak untuk memejamkan matanya yang terus terjaga .


Sebuah rumah model lama dengan berhalaman beraneka bunga itu pun ditemukan setelah menanyakan paa satpam di depan pintu komplek .



"Den den ... sudah sampai rumahnya " ucap pak HENDRA membangunkan tidur KENZO .



"Oh ..iya pak , makasih ya "



"Iya den .. saya nunggu di sini saja ya "


__ADS_1


"Iya pak ga papa , saya ke dalam dulu "



"Semoga rejeki ya den "



"Doakan saja ya pak , semoga dia bisa "



"Iya den "



Gerbang kecil itu pun dibuka oleh KENZO , dia segera mengarah pada pintu rumah berwarna coklat nya dan menekan tombol bell putih di sebelahnya .


Tak lama kemudian terdengar lah langkah kaki dari dalam menuju pintu depan . Seorang pria putih nan sipit yang memang keturunan daro KOREA itu pun keluar dari dalam .



"KENZO ..??"



"JEE ... tak ku sangka kau masih mengingatku" salam KENZO padanya .



"Ayo Masuk lah , sudah lama kita tak bertemu" ajaknya , sehingga KENZO menurutinya masuk ke dalam .



"Wajah mu gelisah , ada apa ?"



"Begini JEE , sesuatu terjadi pada kenalan ku , dia di culik dan diminumi sebotol racun oleh orang itu "



"Benarkah ? Lalu bagaimana kondisinya ?"



"Kami baru pindah dari R. Sakit di padang ke JAKARTA tempatmu praktek , tapi ku dengar kau mau ke JERMAN lagi "



"Iya betul , tapi kau tenang saja KENZO , aku bisa menundanya dulu demi kenalanmu , ayo kita ke R. SAKIT "



"JEE ... aku percayakan kesembuhannya kepadamu "



"Kita sama ber doa KEN , Semoga dengan bantuanku adalah jalan dari Tuhan untuk kesembuhannya "



"Iya .."



Ke dua lelaki itu pun pergi meninggal kan rumah sang dokter dan kembali bertolak ke rumah sakit ber sama dengan pak HENDRA . Di mobil KENZO pun menceritakan akan kondisi dari ANDINI dan penanganan di PADANG tempo hari sehingga bisa mempermudah asumsi racun apa yang telah diberikan pada ANDINI itu . Di perjalanan terus saja DR . JEE mencerca berbagai pertannyaan .










__ADS_1




__ADS_2