
Di kamar ANDINI pun masih termenung di samping jendelanya yang terbuka ,memikirkan kejadian demi kejadian yang telah terjadi sebelumnya ,dari mulai kecelakaan keluarganya yang tak kunjung terpecahkan , bahkan yang terbaru kasus penculikannya yang belum juga dipecahkan oleh KENZO maupun KEY .
"Begitu banyak kejadian janggal yang terjadi , aku yakin ayah dan ibuku pasti selamat dan berada di suatu tempat , tapi...apakah mungkin orang yang menculikku adalah orang yang sama dengan kejadian itu ?" Lamunnya kala itu .
"Oh..iya.." buru buru dia meninggalkan kamarnya dan pergi menuju kamar KENZO .
"KEN...kau di dalam ?"
"Ya...masuk lah " ucap lelaki yang lagi lagi sibuk dengan laptop nya .
"KEN....aku serius dengan kalungku , benda itu ada padamu kan ?"
"Jadi soal itu kau buru buru kemari "
Gadis itu hannya mengangguk saja .
"Iya..ada pada ku " entengnya berbicara .
"Hhuufff...syukurlah , kenapa kau baru mau jujur sekarang ?"
"Mau bagaimana lagi...kau tau kan kalau keluarga ayahmu juga mengincar kunci itu , untung saja saat kemarin kau diculik kau tak memakai kalung itu ?"
"Iya juga si....Eeee..KEN , ngomong ngomong apakah sudah ada perkembangan dengan kasus kecelakaan keluargaku dan penculikanku kemarin ?"
"Masih sama , tapi semoga saja kejahatan ini hanya dari satu kelompok , yang ditakutkan ayahku , ini bukan lagi satu kelompok , dan maaf... sementara dari orang orang KEY dan aku belum bisa membongkar penculikanmu , mereka bermain cerdik sehingga kami harus memutar otak untuk menebaknya "
"Dari cctv moseum ?"
"Itu sudah pasti , sepertinya mereka pun punya orang dalam sehingga saat mereka bergerak bertepatan dengan hari pemeliharaan , sehingga cctv tak diaktifkan saat itu "
__ADS_1
"Hheemmm...apa kau ada kecurigaan dengan seseorang ?"
"Belum pasti...aku tak mau berkomentar dulu , dan sementara biarkan kalungmu ada padaku , tapi kalau bisa meski JOE sekalipun jangan asal kau memberitahu akan hal ini "
"Oke...kalau begitu aku pergi dulu " pamitnya kemudian .
"Ee..tunggu !! " cegah KENZO tiba tiba .
"Ada apa ?"
"Apa papa sudah memberitahumu kalau mulai besok kau menjadi sekertaris pribadi ku ?"
"Ohh..itu.. iya papadan mama sudah memberi tahu ku , kenapa ?"
"Tidak ada ...ya...siapa tahu saja kau belum tahu dan menolaknya "
"Tapi tenang saja....karena dia sudah berbaik hati mencarikan penawar untuk ku , jadi..aku merelakan pergi dari kantor keluarga SANJAYA , aku juga tahu ko ..kalau bos baru ku sebetulnya orang baik , dah....." putusnya yang tentunya membuat tuan muda itu diam diam tersipu di mejanya .
Pagi harinya meski jam masih menunjukan setengah enam pagi , rupannya tak menyulut ke tiga anggota desain nya yang terus saja videocall ANDINI setelah mendapat pesan dari bos JOE , tentu saja membuat mereka kaget dengan pengunduran dirinya dan perpindahannya ke perusahaan SAPUTRA secara tiba tiba .
"Yah...bakalan kangen dong sama kamu DIN.." keluh AULIA si teman dekatnya .
"Mau bagaimana lagi , aku terpaksa harus menurut pada papa dan mama nya setelah apa yang terjadi di MENTAWAI "
"Yahhh...gak seru tau , iya gak temen temen , secara kita kan ( F 4 ) gitu " keluh RENI .
"Tapi kita bakalan bisa ngumpul ngumpul lagi kan ?" Tanya HARIS .
"Iya dong RIS , tenang saja..aku akan meluangkan banyak waktu untuk kalian , lagian kan kita masih ada projek MENTAWAI bukan ..."
__ADS_1
"Oh iya....wkwkwkwkwkk " tawa ke empat orang itu .
"Ya sudah aku mau siap siap dulu ya... kalian juga jangan lupa hari ini ada laporan mingguan "
"SIAP...BU BOS " akhir semuanya .
ANDINI pun bersiap ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera bersolek , paling tidak agar tak membuat citra tuan muda SAPUTRA itu turun karena memiliki sekertaris yang lusuh . Rok hitam dan kemeja peace pun dia kenakan , rambutnya yang panjang dia gerai dengan pita kecil di tengah belakang , tak salah bila ANDINI memang termasuk wanita kriteria para pria dengan segudang ilmu dan ditunjang dengan penampilannya yang menawan dan menarik .
Sudah lama tak terlihat kemeriahan pagi hari di dapur dan ruang makan , dimana penuh dengan canda tawa antara pak UDIN dan BU RUM ditambah tuan ZAIN pada istrinya dan pak HENDRA .
"selamat pagi...." sapa ANDINI dengan senyum manisnya .
"Wawww...anak mama cantik sekali pagi ini "ucap mama RATNA .
"Tentu saja....ayo sini kita sarapan " ajak papa ZAIN .
Segelas susu di meja pun segera di minum oleh ANDINI , kemudian bu RUM pun membawakan menu sarapan pagi ini .
"Makasih bu RUM.."
"Non cantik pagi ini , sayangnya pangerannya malah belum turun " bisik bu RUM .
"Bu RUM bisa saja.."lirih ANDINI pada ibu ibu hampir 60 tahunan itu .
Tak lama kemudian turun lah sang pangeran tampan itu , dari kejauhan seakan seribu cahaya menyinari kedatangannya , dengan tatanan rambut nya yang rapih nan menawan ditambah setelan jas yang pas ditubuhnya , rasanya tak mungkin bila lelaki itu masih juga sendiri tanpa pasangan dengan kecerdasannya , penampilan dan kebesarannya itu .
Tak sadar ANDINI pun ikut terkagum pagi itu mendapati pria yang mulai hari ini sebagai atasannya itu mendekat ke tempat makan keluarga .
# JANGAN LUPA VOTE AUTHOR DAN LIKE KOMENYA YA..TERIMAKASIH .
__ADS_1