I HATE U MY BROTHER

I HATE U MY BROTHER
PENCARIAN


__ADS_3

KENZO pun akhirnya bisa tenang dan kemudian di antar oleh JOE ke dalam menuju tempat istirahat yang sudah dipesannya . Disana AULIA , RENI dan juga HARIS hannya bisa terdiam , tak berani meminta penjelasan pada para tuan muda itu .



Hal itu diketahui oleh JOE sehingga dia meminta izin pada ke dua tuan muda itu untuk sedikit memberikan penjelasan pada team nya , agar mereka tak kebingungan dan meminta untuk merahasiakannya .



"Kalian ayo ikut aku ke cafe bawah , aku akan menjelaskan pada kalian " pinta bos JOE .



Di bagian meja paling sudut pun dipilih oleh JOE takut takut ada mata mata yang bisa mendengarkan mereka .



"Aku tahu kalian pasti banyak pertanyaan tentang peristiwa tadi "



"Iya bos , tapi aku si sudah tahu perihal ANDINI yang sekarang tinggal dengan bos KENZO "



"Hah..yang bener ?" Kaget RENI dan HARIS .



"Iya benar , aku juga baru baru ini tahu siapa ANDINI , dan disini KENZO adalah sebagai tanggung jawab dari ANDINI selagi orang tuanya tak ada "



"Tapi kenapa bisa sampai dia menghajar bos KEY bos ?"



"Sebelumnya tolong kalian berjanji tak akan memberitahu hal ini pada siapa pun "



"Kami janji bos .." sumpah ke tiga nya .



"Kalian jangan berteriak ya...Jadi.. ANDINI adalah anak dari tuan muda pertama keluarga MAHARDIKA"



"Aa..." mulut AULIA dan RENI buru buru di tutup dengan tangan JOE dan HARIS .



"Apa.." AULIA pun mengecilkan suaranya .



"Yang bener bos ?"



"Benar..untuk apa aku berbohong , toh itu lah kebenarannya "



"Bukan kah orang tuannya kecelakaan dan menghilang ya bos ?" AULIA penasaran .



"Benar , bisa saja seseorang itu menculiknya untuk membuat ke dua orang tuannya muncul , setahu aku si... rahasia kekayaan keluarga MAHARDIKA yang mentimpan adalah ayah nya "


__ADS_1


"Wahh...pantas saja tadi tuan KENZO memukul tuan KEY , lumrah si...bisa saja kan keluarga MAHARDIKA sendiri yang menculik guna menstabilkan perusahaan mereka " terka HARIS .



"Iya...dilihat dari grafik pun , setiap minggunya mereka mengalami kemunduran , kalau tak salah sekarang berada di urutan ke 5 dibawah bos JOE " timpal RENI .



"Wahh...team ku pintar semua ya , dalam sekejap kalian sudah bisa menerka keadaan , tapi yang jelas menurut KEY barusan , penculikan ini bukan dari MAHARDIKA meskipun kalian tahu bila ayah ANDINI sudah diusir keluarganya "



"Bos..kalau begitu berarti ada pihak lain yang juga mengincar ANDINI bos , wahh..gawat ini "



"Ya...itu lah yang masih difikirkan oleh kita , tapi siapa.... dan dari mana dia tahu siapa ANDINI sebenarnya " fikir bos JOE bersama ke tiga team nya .



Sementara itu di sebuah bangunan dimana sangat begitu gelap tengah tersadar seorang ANDINI yang ter duduk lemah dan terikat di sekujur tubuhnya , serta seutas perekat di mulutnya . Matanya mencoba untuk membuka untuk melihat ke sekeliling .



"Dimana aku , badanku lemas dan sekujur tubuhku sudah terikat diatas kursi " letihnya berkata dalam hatinya .



"Bukan kah..."



Dia pun mencoba mengingat kejadian terakhir yang dia ingat , dimana di siang menjelang sore itu dia bersama AULIA dan RENI tengah berada di ruang ganti dan bilas dari pantai .



"DIN... udah belum ?" Teriak AULIA yang sudah selesai berganti setelah mandi disana .




"Makanya DIN, kalau bos JOE ngajak aneh aneh jangan mau , lagian malam malam rujakan " timpal RENI .



"Iya yah...pantes aja nih mules mules gak karuan , kalian gak usah nunggu deh gak papa , takut lama "



"Oke deh.....cepet ya "



"Iya.."



Kala itu masih ada benerapa orang yang keluar masuk ke kamar bilas , tanpa sadar begitu kamar itu kembali sepi dari orang yang masuk , seseorang meletakan sebuah alat semacam parfum otomatis ke dalam kamar ganti serta meletakan tulisan "RUSAK " pada pintu depan . Al hasil didalam pun hannya ada ANDINI seorang yang mencium nya , padahal baru saja dia hendak memakai make up di kaca wastafel tapi....



"BRUKKK...." Badannya lemah dan pingsan seketika .



"Benar , saat sebelum aku pingsan aku sempat mencium wangi sesuatu lalu aku pingsan , ini pasti ada seseorang yang sengaja meletakan obat bius disana " fikirnya .



Tak jauh dari tempat nya di sandra terdengarlah suara langkah kaki beberapa orang yang semakin lama semakin mendekat ke arah ruangan itu .

__ADS_1


Seseorang pun membuka pintu itu dan masuklah tiga orang dimana dua lainnya mengikutinya dibelakang .



"Rupanya kau sudah sadar ya " ucap orang itu dibalik masker wajahnya , sehingga meski gelap ANDINI tak bisa menerka siapa penculiknya itu .



Seseorang pun membuka lakban dimulutnya , sesuai komando dari ketuanya itu.



"Siapa kalian , kenapa kalian membawaku , aku bahkan tak kenal kalian ?"



"hahahahaa... kau memang tak mengenal ku , tapi aku mengenal ayahmu , lelaki licik yang membawa kunci brangkas gudang harta setelah meninggalkan ayahnya yang pingsan hahahaha " tawa orang itu .



"Aku tak tau apa yang anda bicarakan , lepaskan saya !!"



"Tenang saja , kali ini aku tak akan berbuat apa apa kepada mu , karena permainan kita baru saja di mulai , hahahaha " tawa orang itu dengan puasnya lagi .



Malam itu tak hannya dari orang orang KENZO saja yang di gerak kan untuk menyisir semua area PADANG , tapi orang orang dari MAHARDIKA pun ikut dikerahkan untuk menyusuri area PADANG pula .



Sudah sejak tadi ke dua tuan muda itu sibuk menelfon pasukannya yang lain untuk mengetahui informasi terbaru tentang ANDINI .



Sedangkan team dari JOE terpaksa di pulangkan terlebih dahulu untuk alasan keamanan , takut takut mereka pula ikut menjadi incaran para penculik itu .


Sementara KENZO dan KEY mereka masih sibuk bersama team nya menyusuri ke berbagai tempat , sambil sesekali menelfon .



"bagaimana dengan team mu ?" cemas KEY .



"Belum ada kabar "



"Team ku juga sama "



"kalau melihat latar dari foto ini , seperti nya dia berada di sebuah rumah berbentuk GADANG "



"Tapi sudah semua tempat berbentuk rumah adat itu diperiksa team kita , tapi anehnya belum membuah kan hasil "



"Aku yakin pasti ada yang terlewat kan oleh kita "





" HAPPY NEW YEAR "🎉🎉🎉🎆

__ADS_1


__ADS_2