
KENZO pun akhirnya bisa tenang dan kemudian di antar oleh JOE ke dalam menuju tempat istirahat yang sudah dipesannya . Disana AULIA , RENI dan juga HARIS hannya bisa terdiam , tak berani meminta penjelasan pada para tuan muda itu .
Hal itu diketahui oleh JOE sehingga dia meminta izin pada ke dua tuan muda itu untuk sedikit memberikan penjelasan pada team nya , agar mereka tak kebingungan dan meminta untuk merahasiakannya .
"Kalian ayo ikut aku ke cafe bawah , aku akan menjelaskan pada kalian " pinta bos JOE .
Di bagian meja paling sudut pun dipilih oleh JOE takut takut ada mata mata yang bisa mendengarkan mereka .
"Aku tahu kalian pasti banyak pertanyaan tentang peristiwa tadi "
"Iya bos , tapi aku si sudah tahu perihal ANDINI yang sekarang tinggal dengan bos KENZO "
"Hah..yang bener ?" Kaget RENI dan HARIS .
"Iya benar , aku juga baru baru ini tahu siapa ANDINI , dan disini KENZO adalah sebagai tanggung jawab dari ANDINI selagi orang tuanya tak ada "
"Tapi kenapa bisa sampai dia menghajar bos KEY bos ?"
"Sebelumnya tolong kalian berjanji tak akan memberitahu hal ini pada siapa pun "
"Kami janji bos .." sumpah ke tiga nya .
"Kalian jangan berteriak ya...Jadi.. ANDINI adalah anak dari tuan muda pertama keluarga MAHARDIKA"
"Aa..." mulut AULIA dan RENI buru buru di tutup dengan tangan JOE dan HARIS .
"Apa.." AULIA pun mengecilkan suaranya .
"Yang bener bos ?"
"Benar..untuk apa aku berbohong , toh itu lah kebenarannya "
"Bukan kah orang tuannya kecelakaan dan menghilang ya bos ?" AULIA penasaran .
"Benar , bisa saja seseorang itu menculiknya untuk membuat ke dua orang tuannya muncul , setahu aku si... rahasia kekayaan keluarga MAHARDIKA yang mentimpan adalah ayah nya "
__ADS_1
"Wahh...pantas saja tadi tuan KENZO memukul tuan KEY , lumrah si...bisa saja kan keluarga MAHARDIKA sendiri yang menculik guna menstabilkan perusahaan mereka " terka HARIS .
"Iya...dilihat dari grafik pun , setiap minggunya mereka mengalami kemunduran , kalau tak salah sekarang berada di urutan ke 5 dibawah bos JOE " timpal RENI .
"Wahh...team ku pintar semua ya , dalam sekejap kalian sudah bisa menerka keadaan , tapi yang jelas menurut KEY barusan , penculikan ini bukan dari MAHARDIKA meskipun kalian tahu bila ayah ANDINI sudah diusir keluarganya "
"Bos..kalau begitu berarti ada pihak lain yang juga mengincar ANDINI bos , wahh..gawat ini "
"Ya...itu lah yang masih difikirkan oleh kita , tapi siapa.... dan dari mana dia tahu siapa ANDINI sebenarnya " fikir bos JOE bersama ke tiga team nya .
Sementara itu di sebuah bangunan dimana sangat begitu gelap tengah tersadar seorang ANDINI yang ter duduk lemah dan terikat di sekujur tubuhnya , serta seutas perekat di mulutnya . Matanya mencoba untuk membuka untuk melihat ke sekeliling .
"Dimana aku , badanku lemas dan sekujur tubuhku sudah terikat diatas kursi " letihnya berkata dalam hatinya .
"Bukan kah..."
Dia pun mencoba mengingat kejadian terakhir yang dia ingat , dimana di siang menjelang sore itu dia bersama AULIA dan RENI tengah berada di ruang ganti dan bilas dari pantai .
"DIN... udah belum ?" Teriak AULIA yang sudah selesai berganti setelah mandi disana .
"Makanya DIN, kalau bos JOE ngajak aneh aneh jangan mau , lagian malam malam rujakan " timpal RENI .
"Iya yah...pantes aja nih mules mules gak karuan , kalian gak usah nunggu deh gak papa , takut lama "
"Oke deh.....cepet ya "
"Iya.."
Kala itu masih ada benerapa orang yang keluar masuk ke kamar bilas , tanpa sadar begitu kamar itu kembali sepi dari orang yang masuk , seseorang meletakan sebuah alat semacam parfum otomatis ke dalam kamar ganti serta meletakan tulisan "RUSAK " pada pintu depan . Al hasil didalam pun hannya ada ANDINI seorang yang mencium nya , padahal baru saja dia hendak memakai make up di kaca wastafel tapi....
"BRUKKK...." Badannya lemah dan pingsan seketika .
"Benar , saat sebelum aku pingsan aku sempat mencium wangi sesuatu lalu aku pingsan , ini pasti ada seseorang yang sengaja meletakan obat bius disana " fikirnya .
Tak jauh dari tempat nya di sandra terdengarlah suara langkah kaki beberapa orang yang semakin lama semakin mendekat ke arah ruangan itu .
__ADS_1
Seseorang pun membuka pintu itu dan masuklah tiga orang dimana dua lainnya mengikutinya dibelakang .
"Rupanya kau sudah sadar ya " ucap orang itu dibalik masker wajahnya , sehingga meski gelap ANDINI tak bisa menerka siapa penculiknya itu .
Seseorang pun membuka lakban dimulutnya , sesuai komando dari ketuanya itu.
"Siapa kalian , kenapa kalian membawaku , aku bahkan tak kenal kalian ?"
"hahahahaa... kau memang tak mengenal ku , tapi aku mengenal ayahmu , lelaki licik yang membawa kunci brangkas gudang harta setelah meninggalkan ayahnya yang pingsan hahahaha " tawa orang itu .
"Aku tak tau apa yang anda bicarakan , lepaskan saya !!"
"Tenang saja , kali ini aku tak akan berbuat apa apa kepada mu , karena permainan kita baru saja di mulai , hahahaha " tawa orang itu dengan puasnya lagi .
Malam itu tak hannya dari orang orang KENZO saja yang di gerak kan untuk menyisir semua area PADANG , tapi orang orang dari MAHARDIKA pun ikut dikerahkan untuk menyusuri area PADANG pula .
Sudah sejak tadi ke dua tuan muda itu sibuk menelfon pasukannya yang lain untuk mengetahui informasi terbaru tentang ANDINI .
Sedangkan team dari JOE terpaksa di pulangkan terlebih dahulu untuk alasan keamanan , takut takut mereka pula ikut menjadi incaran para penculik itu .
Sementara KENZO dan KEY mereka masih sibuk bersama team nya menyusuri ke berbagai tempat , sambil sesekali menelfon .
"bagaimana dengan team mu ?" cemas KEY .
"Belum ada kabar "
"Team ku juga sama "
"kalau melihat latar dari foto ini , seperti nya dia berada di sebuah rumah berbentuk GADANG "
"Tapi sudah semua tempat berbentuk rumah adat itu diperiksa team kita , tapi anehnya belum membuah kan hasil "
"Aku yakin pasti ada yang terlewat kan oleh kita "
" HAPPY NEW YEAR "🎉🎉🎉🎆
__ADS_1