
20 TAHUN kemudian....
Suasana ramai yang begitu akrab di kediaman SAPUTRA , seperti hanya tahun tahun sebelumnya saat masih ada seorang Bu rum bersama pekerja lainnya , sayangnya....sekarang beliau sudah wafat dan digantikan oleh anaknya yang bernama bu SITI .
Untuk urusan kebun pula diturunkan kepada anak pak UDIN yaitu pak AGUS .
Untuk urusan mobil tentunya masih dipegang oleh pak HENDRA meskipun diusia 60 an ini .
Kakek dan nenek nya tuan ZAIN dan nyonya RATNA memilih tinggal di kediaman mereka di inggris , sementara rumah besar MAHARDIKA di tempati oleh PUTRA dan keluargannya .
Untung saja LILIANA anak pertama mereka kini menempati rumah sebelahnya , sehingga sangat ramai dengan anak dan cucu mereka .
Pagi itu seperti yang sudah di jadwalkan semalam , seorang pemuda tampan pun masuk kedalam halaman rumah keluarga SAPUTRA dengan mobil hitam milik ayah nya .
"MERA..!!!! berangkat yuk..!!!" Teriaknya di bawah balkon sebuah kamar .
Namun sayangnya tak ada respon apapun dari dalam sana , melainkan tirai jendelannya masih tertutup rapat .
"Lihat itu mah , KENAN saja sudah datang menjemputnya " kesal tuan KENZO pada istrinya .
"Sekarang saja ngomel ngomel , dulu siapa yang bilang mau menerima anak ku apa ada nya " gertak istrinya ANDINI yang sedangmenyiapkan makanan bersama bu SITI .
"Bu minta tolong KENAN suruh ke dalam ya , biar aku bangun kan putri tidur nya " pesannya pada bu SITI itu .
"Siap non.." semangatnya menemui pria tampan di halaman depan yang sedang mengobrol dengan pak HENDRA dan pak AGUS .
"Den KENAN , disuruh masuk buat sarapan sama bu ANDINI "
"Okey..bu SITI , kek KENAN ke dalam dulu ya " pamit pemuda itu .
"Iya den..silahkan "
"Gak nyangka ya pak , dulu si aden sama non masih pada kecil , eee...sekarang malah udah punya anak , kita dipanggil kakek deh.." kenang pak AGUS yang memang sering mampir ke sini menengok ayahnya dulu .
"Iya...gak kerasa ya , kaya baru kemaren , ya sudah kita lanjut kerja lagi "
"Siap...pak " .
KENAN pun menurut masuk ke dalam bersama bu SITI , beliau pun langsung kembali mengambil kendali masakannya .
"Selamat pagi paman " sapanya sambil menyantap potongan sandwich di meja .
__ADS_1
"Heyyy.... bagaimana kabar ayahmu , kudengar JESSI juga akan ikut dalam pameran minggu besok ? "
"Iya paman , sekolah saja sudah selesai , bisa bisanya dia cuma sibuk dengan dunia nya "
"Itu kan karena dia belum tahu , sekarang dia sudah ikut dalam perkembangan perusahaan , nanti tak hanya dia , kau pun juga sama "
"Hehehehe...iya paman "
"Paman juga bingung KENAN , lihat lah sepupumu , perempuan bukan lelaki juga bukan " keluh KENZO .
Tepatnya di sebuah kamar yang mungkin tak layak disebut kamar , disana masih terlelap seorang anak gadis yang tak bersalah masih tidur di hampir jam 7 ini .
"MERA.... ya ampun nak , sudah jam berapa ini ? Kamu tak kasihan sepupumu sudah menunggu dari tadi " heran ibunya sembari membuka tirai kamar itu , sehingga masuklah cahaya yang langsung mengagetkan sang gadis yang masih terlelap .
"Ibu .... MERA masih ngantuk , MERA baru tidur jam 4 tadi "
"Anak ini ya.... kamu boleh saja menonton bola , tapi juga harus ingat kalau hari ini kamu ada kelas pagi "
"Libur dulu ya bu.. hari iniiii saja " malasnya masih di balik selimut .
"Ibu si tak apa apa , cuma..kamu tahu sendirikan , kendaraan , kartu ATM dan uang saku mu dari ayah semua...jadi....." belum sampai selesai ANDINI berkata , kini anaknya sudah terbirit birit masuk ke kamar mandinya dengan segera .
"Kalau sudah urusan ayahnya saja langsung cepat.. perasaan dulu aku tak begitu ,iisss....bisa bisa nya dia menurunkan sifat nya pada anak ku " heran ANDINI sembari merapikan kamar tidur itu .
Dan dari atas turunlah gadis yang berpenampilan ala lelaki dengan topi dan hoodie yang selalu menempel dibadannya .
"Lihat lah KENAN , apa itu penampilan seorang gadis ?" Goda ayahnya itu .
"Ayah apa an si.... suka suka MERA dong mau berpenampilan bagaimana "
"Tuh .... mirip siapa coba " tengah ibunya .
"sarapan dulu gih , nanti baru berangkat "
"Iya mah "
"Ayah sudah selesai nih... mau ikut ayah sekalian nggak ?" Goda ayahnya itu .
"NGGAK makasih..maaf ya mobil om KEY masih bisa di pakai 4 orang " kesal anaknya sambil memakan sarapannya .
"Dah..paman..hati hati ya .."
__ADS_1
"Memang ya..lebih manis KENAN " Goda ayahnya lagi sembari pergi dari ruang makan .
"Iisss...apa an si " kesal MERA kemudian .
"Ya sudah , ibu mau bantuin bu SITI beres beres , kalian hati hati ya di jalan "
"Siap..bibi ku yang paling cantik "
"Pinter ya buat nyenengin paman dan bibi anda " celoteh MERA pada sepupunya itu .
"Tak ada salah nya kan buat paman dan bibi ku senang , KAKAK MERA ku yang aneh "
"STOP..ya , awas aja kalo sampe kamu keceplosan manggil kakak lagi di kampus "
"Tenang aja MERA , cuma di sini aja ko , aku juga takut kali kalau di hajar sama paman " bisik lelaki itu .
"Bagus bagus.... ayo berangkat " ajak perempuan tomboy itu .
"Lipstik nya gak ketinggalan ?" Goda KENAN itu .
"Sialan kau KENAN , sudah bosan hidup kau rupannya "
"Hehehehhehehe...."
Ke dua pelajar itu pun pergi meninggalkan rumahnya , menjalankan mobilnya ke arah sebuah universitas tempat mereka belajar .
Siapa sangka di parkiran sudah menunggu salah seorang teman mereka yang juga anak dari teman orang tua mereka . Dia lah ALAN anak JOE dan TIKA yang kebetulan masuk jurusan managemen bersama mereka .
"Ya ampuunnn... mau sampai kapan kalian terlambat" herannya yang langsung menyambangi mobil yang baru parkir di sebelahnya .
"Kamu tannya kan saja dengan wanita disebelahku " timpal KENAN .
"Memang kau perempuan MERA ?" gurau ALAN itu .
"Sekali pun aku tak bersolek seperti mereka , memang aku tak boleh terlambat karena menonton bola " santai gadis itu .
"Kau ini memang maniak bola ya...bukannya bersolek agar cepat punya pacar " saran ALAN .
"Nih pacar !!!! " jawabnya sambil melempar buku pada seorang ALAN itu , sehingga membuat tawa KENAN , mendapati temannya kesakitan , sementara gadis itu memilih pergi meninggalkan 2 lelaki itu di parkiran .
"Sudahlah..lagian kau suka sekali sii mengganggu MERA , sudah tahu dia galak "
__ADS_1
"Hehehehhe....habisnya aku heran KENAN dengan dia , perasaan tante ANDINI cantik deh , bisa bisa nya anaknya jagoan begitu , belum lagi kenalannya sama berandal kampus " heran ALAN .
Dan benar saja , begitu mereka melewati taman kampus didekat kelasnya , kini sudah ada MERA dan SIGIT si berandal kampus yang tengah mengobrol dengan santai nya dengan para kawanan itu .