
Seminggu kemudian begitu ANDINI dinyatakan sehat oleh dokter JEE , dia pun diperbolehkan untuk pulang meski seminggu sekali selama sebulan dia harus cek up untuk mengetahui kesehatannya sebelum dinyatakan benat benar sudah terhindar dari virus itu .
Siang itu dengan ditemani oleh pak HENDRA beserta KENZO , ANDINI pun bersiap pulang dan mengemasi beberapa barangnya selama dirumah sakit ini , dan menuju ke mobilnya bersama dengan pak HENDRA .
"Pak .... masih lama gak sih urusannya KENZO ?"
"Saya gak tahu non , kita cuma disuruh nunggu di parkiran "
"Lama banget ya HENDRA , dikira kita assistennya apa ya kita disuruh nunggu seenaknya"
"Itu orangnya non " kata pak HENDRA sambil menunjuk ke arah pemuda yang buru buru berlari dari pintu .
"Lama banget si.."
"Iya lah lama , dikira apotek rumah sakit milikmu apa"
"Gak sampe mau satu juga kali "
"Ayo pak langsung berangkat "
"Iya den...."
Tak berselang lama memang langsung keluar beberapa wanita yang tengah kebingungan menengok kesana kemari seakan mencari seseorang . Hal itu ternyata disadari oleh pak HENDRA yang tersenyum dan juga ANDINI .
"Ooohhh....ada yang habis dikejar cewe cewe dan ibu ibu ya ternyata " ledek ANDINI pada si KENZO itu .
"Itu kau tau , kau kira aku tak butuh perjuangan apa buat mengambil obat ini "
"Ya Maaf ...kan aku tak tau , kalau begitu terima kasih obatnya " ucapnya sambil meraih obat ditangan pria tampan itu .
Tapi dia justru cuek sambil menghadap ke luar kaca mobilnya , mobil pun terus melaju menuju ke kediaman mereka .
Begitu sampai didepan pintu , betapa terkejutnya ke tiga orang di dalam mobil itu , dimana ada nyonya RATNA dan tuan ZAIN sudah berdiri didepan pintu bersama bu RUM dan pak UDIN .
"Mama..!!!!" Kaget ke dua pemuda itu dari dalam .
Begitu pintu mobil terbuka buru buru mama RATNA itu memeluk gadis yang keluar dari pintu mobilnya .
__ADS_1
"Mama sama papa kapan pulang ?"
"Kalian itu kenapa tak memberitahu kita kalau terjadi apa apa di sini " cemas mama RATNA .
"KENZO ... papa butuh penjelasanmu didalam " tegas papa ZAIN dan diiringi masuk oleh semuannya .
"Maaf ya den pak HENDRA gak bisa bantu "
"Iya pak ... yang penting tolong selalu waspada ya pak "
"Siap den ... beberapa orang sudah ada di pos masing masing "
"Makasih pak , saya ke dalam dulu "
Di ruang pribadi pun sudah duduk dengan wajah seramnya tuan ZAIN di singgah sananya biasa bekerja , sedangkan istrinya masih merangkuli ANDINI di ruang tamu, bu RUM pun hannya menyiapkan minuman dan camilan , selepasnya langsung bersama pak UDIN pergi ke dapur .
Tanpa di komando KENZO pun langsung berjalan masuk ke arah ruang kerja papanya itu .
"Papa mu sangat emosi sekarang , sebaiknya kamu jangan membuatnya tambah meledak " pesan mama nya sebelum KENZO masuk ke dalam .
"Iya mah , KENZO tau ini kesalahan KENZO "
Pintu pun dia buka , dan terlihatlah papanya yang sedang duduk di belakang meja kerjanya sembari menggenggam tangannya di meja .
"Papa ingin mendengar langsung dari mu " ucap tuan ZAIN .
"Maaf pah , tadinya KENZO rasa tak perlu membuat papa dan mama pulang , karena KENZO dan orang orang KENZO pasti bisa menemukan jalan keluarnya"
"Papa akui dengan kesembuhan ANDINI saat ini , kau tak mengecewakan papa , tapi papa dan mama tak sependapat bila kamu tak memberitahukan masalah ANDINI kepada kami " cerca papa nya .
"Bagaimana papa punya muka untuk bertemu orang tuanya bila sesuatu terjadi pada ANDINI , Kau tau KENZO , musuh kita bukan orang biasa , dia bahkan bisa menghancurkan MAHARDIKA GRUP secara perlahan "
"Maaf pah , KENZO tak berfikir sampai ke sana "
"Ya... papa akui kali ini papa juga bangga denganmu , kau bisa membawa ANDINI hingga selamat sampai kembali ke rumah , JEE bilang kau sampai ke PAPUA ya "
"Oohhh...jadi papa dan mama tau masalah ini dari dokter sialan itu "
__ADS_1
"Tentu saja , kau fikir dia dipulangkan dulu ke INDONESIA buat apa kalau tak memantau kalian "
"Ya...ya..oke.. aku akui berkat kerja sama ku dan dia aku bisa sukses mengelabuhi lawan "
"Tapi ingat...kau masih kecolongan dengan kasus penculikan ANDINI "
"Iya pah .... aku jadi semakin curiga bukan hanya seorang saja yang ingin menjatuhkan kita "
"Iya...itu pekerjaan kita sekarang "
"ku fikir papa benar benar mau memakan ku "
"tentu saja papa mau memakanmu kalau sampai ANDINI tak kunjung pulih , kau tau mama mu sudah syok dulu saat dengar ANDINI dibawa ke rumah sakit karena racun itu "
"Mama ini , tak pernah sebegitu panik sampai pingsan , apa aku bilang papa dan mama lebih sayang kan dengan ANDINI "
"Kamu ini , kau kan tahu dia anak teman dekat mama mu "
"aah..papa pun sama saja kan , sudah lah aku mau keluar "
"hey...lalu bagaimana antara kamu dengan SOFIA MARCO ???"
"Ini urusan anak muda , lebih baik papa bulan madu saja dengan mama "
"papa dan mama mu kan juga sudah pengen menimang cucu "
"sudahlah..KENZO pergi " putusnya meninggalkan papa nya itu .
"eehhmm...anak itu , tak sadar diri apa kalau umurnya sudah hampir 30 tahun , mau menunggu siapa lagi , oh iya....jangan ..jangan ..."
__ADS_1