I Hate You!

I Hate You!
(Chapter 3) Eps 16: Flashback Off


__ADS_3

Flashback Off


Kembali pada masa sekarang di mana Sahlan melihat istrinya yang semakin menjauh dan tertutup oleh bangunan sekolah, membuatnya tersadar akan lamunan yang bergejolak di dalam pikirannya.


Hana merupakan seorang wanita belia yang masih belum dapat dipahami olehnya. Tak ingin berpusing memikirkan, ia lebih memilih memarkirkan mobilnya dan segera menuju ruang guru.


Seperti biasa untuk hari ini sekolah berjalan seperti sebelumnya. Sekolah yang sepi dan menandakan semua penghuni sekolah telah pulang ke rumah mereka, membuat Hana aman menghampiri mobil suaminya.


“Abang!” panggil Hana mengetuk pimtu mobil suaminya.


“Jom, kita balik?” balas Sahlan yang mempersilakan Hana masuk ke dalam mobil nya.


Tanpa sepatah apa pun lagi akhirnya Hana masuk dan duduk di samping Sahlan, yang tak lain adalah bangku kemudi.


“Abang jadi pergi sambung kerja yang pagi tadi abang bilang?” tanya Hana seraya melihat perjalanan pulang mereka hari ini.

__ADS_1


“Iya,” jawab Sahlan santai, “sebab itu pula abang ajarkan Hana Ipa nanti malam.” Sahlan melanjutkan perkataannya.


Hana hanya ber'o dan tidak tau lagi harus berbicara apa, sampai dengan saat Sahlan membuka pembicaraan seraya mengemudikan mobil nya.


“Tadi pagi, Hana tumben mahu cium pipi abang, ha?” goda Sahlan yang membuat Hana menjadi salah tingkah untuk menjawabnya.


“Eee anu, Hana refleks, maaf buat you tak selesa!” jawab Hana pelan dan membuat Sahlan menatapnya sekilas.


“Apa pula lah nih, hak Hana buat macam tu kat abang, tak perlu buat kata maaf,” tegur Sahlan dengan nada lembut saat berbicara dengan Hana.


“Janji balik awal! Ingat, abang kena ajar Hana Ipa sebab bila larut sangat kemungkinan Hana ketiduran.” Hana mengingatkan Sahlan dengan nada penuh ancaman.


“Okay!”


***

__ADS_1


Pukul yang menunjukkan angka sepuluh setengah malam, masih terlihat Hana berjalan mondar mandir menunggu di dekat pintu rumahnya akan kedatangan seorang.


“Ish, mana dia nih? Pengingkar sangat!” geram Hana yang kesabarannya telah diambang batas. Sahlan yang ditunggunya sejak tadi, sama sekali belum menunjukkan pangkal hidungnya. Benar-benar hatinya dibuat kecewa akan pembelotan janji yang dinantikannya.


“I benci!” gertak Hana dan langsung menuju kamarnya untuk tidur. Tak peduli dengan esok hari, tak kesah ia tidak mengerjakan apa yang diperintahkan oleh gurunya yang tak lain adalah Sahlan.


Lebih baik ia tidur dan melupakan amarahnya, matanya telah sepat menunggu kepulangan Sahlan yang kabarnya melakukan business yang memajukan usahanya. Bodo Amat!


“Han?” panggil seorang pria dari luar pintu kamar Hana, “dah tidur kah nih? Maaf abang telat dari janji yang abang buat, ada ada alasan untuk ini.”


“Hana mengantuk, jangan ganggu tidur Hana!” jawab Hana selamba ketika waktu yang telah menunjukkan pukul satu dini hari.


“Please, ... maafkan abang untuk kali ini!” mohon Sahlan lagi yang masih berusaha membujuk hati Hana agar luluh. Namun, harapannya sirna saat tiada jawaban dari sang empunya.


“Salah kau sendiri, Sah! Bila tak bisa menepati maka tak payah buat engkau untuk berjanji pada wanita seperti Hana!” geram Sahlan kesal yang merutuki akan kebodohannya sendiri. Malam ini bisnisnya mendapat projek yang sangat bermanfaat bagi perusahaannya, sehingga menjadikannya alasan pulang larut malam dan melupakan janjinya terhadap Hana.

__ADS_1


__ADS_2