I Hate You!

I Hate You!
Eps 30: Benang Kusut


__ADS_3

Dengan adanya pertemuan di hotel itu nyatanya hubungan Sahlan dan Hana semakin hambar. Sahlan tidak tau mengapa yang Hana terus menerus menghindarinya. Hal yang membuatnya pelik atas sikap Hana padanya, kini terjawab sudah saat ia baru mengetahui akan berita sekolah yang menceritakan akan dirinya sendiri sebagai topik utama.


“Guru di sekolah ada cerita,” ungkap Sahlan saat makan siang, “pasal yang abang ada teman wanita.”


Hana mengangkat dagunya dan berkata, “Oh, oke.”


Sahlan mulai meraih tangan Hana dan menggenggamnya erat, “itu salah faham aja!”


“Itu hak kepunyaan abang seorang, Hana tak dapat ikut campur.”


“Whatever, Abang. Up to you!” lanjutnya yang mulai merenggangkan hingga melepaskan genggaman Sahlan padanya.

__ADS_1


“Hana tidak boleh begini!”


“Habis tu mahu macam mana?” cerca Hana langsung yang membuat Sahlan terdiam. “Kan dah dari memulai, yang kita ada perjanjian tidak boleh campur urusan masing-masing. Lagi juga, tahniah! Bertuah kau ada ayang macam dia, tak payah nak susah untuk memaksakan hati ke orang lain.”


“Bukan begitu yang abang maksud, biar abang jelaskan supaya Hana tidak sal—”


“Tak payah! Saya mahu ke kamar.” Hana yang belum mau memikirkan hal yang dapat membebani pikirannya sendiri, memilih berbaring di kamarnya dan menutup pintu.


Sahlan yang melihat Hana memasuki kamarnya m, hanya mampu menghembus nafasnya kasar. Ia bingung, terkadang ia dan Hana memiliki hubungan baik, namun karena masalah sepele justru memperkeruh hubungan tersebut. Yang Sahlan kesalkan ialah jika Hana tengah bermasalah dengannya, wanita itu justru memilij mendiamkan tanpa ia ketahui masalah tersebut.


Sahlan mengingat akan pertemuannya bersama Dahlia beberapa waktu lalu, ia masih mengingat jelas akan pembicaraan mereka di barista tempo hari

__ADS_1


"Tinggalkan perempuan tu, Lan. Kalau awak sayangkan saya, lepaskan dia. Jangan biarkan perempuan tu bagi awak harapan yang awak tak boleh beri nanti." Dahlia menggenggam erat tangan Sahlan.


“Aku tidak bisa, kau kan tau itu keputusan keluarga aku yang tidak bisa diganggu gugat, itu sudah jadi keputusan tetap mereka yang tidak bisa aku lakukan.”


Dahlia yang mendengar akan jawapan dari pada Sahlan, melepaskan genggamannya. Ia mati kutu apabila mendengar berbagai alasan yang diberikan Sahlan untuknya.


“Aku tahu kau sengaja berbuat seperti itu, Alan! Kau setuju dengan keputusan keluargamu karena kau sadar bahwa kau sayang terhadap gadis kecil itu, bukan?!”


Dahlia berdiri dari kursinya dengan perasaan kecewa, “aku tidak menyangka hubungan kita berdua hanya sampai di sini. Aku beri kau waktu, kau putuskan pilih aku atau dia! Kalau kau memang bersetuju dan pilih aku ... aku nantikan kau berpisah dan tinggalkan dia. Tapi bila kau pilih dia, it's okay! Itu pilihan kau, aku hanya ucapkan selamat dan berikan doa untuk kau. Permisi!” ujar Dahlia panjang lebar dan meraih tasnya kemudian pergi meninggalkan Sahlan yang frustasi.


Sahlan yang selesai mengingatinya, hanya mampu menghembuskan nafasnya. Sulit untuk memilih keduanya kerana kasih mulai tumbuh di hatinya. Ia memang mencintai Dahlia, namun tetap tak bisa dinafikan yang dia mulai tumbuh kasih untuk Hana.

__ADS_1


“Argghhh!” teriak Sahlan frustasi akan benang kusut yang berada di dalam fikiran dan hubungannya terhadap kedua perempuan yang berarti di hidupnya.


__ADS_2