I Hate You!

I Hate You!
Eps 5: Berangkat Sekolah Dengan Murid Sendiri


__ADS_3

“Hana dah siap ke?” tanya Sahlan yang memastikan bahwa istrinya telah siap untuk pergi ke sekolah.


“Iya, Abang. Udah siap nih,” sahut Hana menjawab pertanyaan suaminya. Setelah selesai sarapan bersama, keduanya berangkat menuju sekolah. Masih terlalu pagi, namun itu adalah hal baik bagi mereka. Karena tentunya sekolah otomatis masih dalam keadaan sepi.


"Eee ..., Abang? Pulang rumah nanti, tolong ajar Hana mapel IPA ya? Sebab esok kena kumpul PR yang Abang kasih,” pinta Hana pada Sahlan.


“Lha ..., belum Hana kerja ke? Itu PR dah hari awal masuk, Abang kasih.” Sahlan mengerutkan alisnya heran.


“Belum lah, Bang. Lagi pun Abang ini pelik sangat! Hari senin awal masuk sekolah, belum belajar apapun, malah abang seorang guru je yang bagi kerja rumah ke muridnya,” timpal Hana kesal.


“Lah, Abang buat macam tuh supaya masuk esok jumaat, pembuka materi awal di semester 2 ini dah ada pengenalan materi. Jadi murid-murid udah paham apa yang akan dipelajari nantinya,” ujar Sahlan dengan bijaksana.


“Yelah, Bang. Up to you,” Hana mengalihkan pandangannya ke jendela mobil dengan acuh.


“Hana tak payahlah mengamuk macam tuh. Tak perlu ngambeklah,” ucap Sahlan mencoba membujuk, “nanti Abang ajarkan Hana ya ..., tapi agaknya malam nanti bisa ajar, tak apa-apa?”

__ADS_1


“Lah, Abang nak ke mana siang nanti? Bila nak malam nanti, Hana ngantuk sebab tunggu Abang.” Hana cemberut seraya menatap Sahlan.


“Abang ada kerja lah,” jawab Sahlan.


“Bohong lah tu, nak jumpa Dahlia lah,” sinis Hana.


“Haish, apa pula nih Han! Sikit-sikit Dahlia, Dahlia, Dahlia .... Macam tak ada nama lain, Abang ni nak kerja bidang exportir kepunyaan Abang. Kerja Abang nih bukan saje urus sekolah sebagai guru, tapi kerja Abang juga kan exportir, Han! Abang nak urus itulah! Ada pihaknya luar negara yang nak ekspor dari perusahaan kita, nih. Hana tak boleh macam nih tahu, sikit-sikit suudzon!” tegas Sahlan yang membuat Hana sadar akan dirinya.


“Iya, Bang. Hana minta maaf, Hana macam ini sebab Hana istri Abang. Walaupun umur Hana ni kecil sangat dari Abang, namun Hana tahu mana baik mana buruk.” Hana menunduk penuh rasa bersalah.


“Iya ke? Bukan sebab Hana cinta kat Abang yang handsome ni, cemburu ke Dahlia tuh kan?” kelakar Sahlan tertawa kecil.


"Bwahahaha ... just kidding, Han.”


Di perjalanan menuju sekolah, keduanya terus membicarakan hal-hal yang berujung tawa. Heran dengan pasangan suami istri ini, terkadang saling bergaduh dan kadang harmonis dengan canda dan tawa.

__ADS_1


Hana dan Sahlan akhirnya tiba di sekolah seperti biasanya pada detik dan menit yang sama seperti sebelumnya yakni belum ada seorang murid pun yang tiba di sekolah awal.


Hana hendak turun dari mobil yang ditumpanginya bersama Sahlan, namun saat hendak membuka pintunya salah menghentikan pergerakannya.


“Tak nak salam dengan, Abang?” tanya Sahlan yang membuat Hana tersadar.


“Ini dah di school, Hana bukan istri Abang, Abang bukan suami Hana! Jangan sampai teman-teman Hana curiga, apatah lagi bila satu sekolah ini tahu hubungan kita, Hana tak siap lagi.”


“Abang nih idol kat sekolah, masih muda dah jadi teacher patutlah buat satu sekolah gempar tau akan kedatangan Abang di school waktu itu, bisa-bisa Hana yang dimakan seluruh girl kat school ini sebab rebut Abang dari mereka,” lanjut Hana menerangkan.


“Hmm yelah ... up to you,” jawab Sahlan mengalah.


“Eh, Bang. Sini tangan, Abang.” Tanpa menunggu apa yang diperintahkan terlaksana, Hana langsung menyaut tangan Sahlan dan menciumnya.


“Berangkat, Bang. Assalamualaikum.” Sambil mengucapkan hal tersebut dengan secepat kilat, Hana mencium pipi Sahlan dan langsung berlari dengan pipi merona serta senyuman di bibirnya.

__ADS_1


“Wa-waalaikumsalam,” jawab Sahlan terbata dan wajah yang tampak seperti tomat. Sahlan tidak menyangka bahwa hari ini untuk pertama kali, Hana berani melakukan hal itu, baru sebatas cium.


Melihat istrinya yang semakin menjauh dan tertutup oleh bangunan sekolah, membuat Sahlan terdiam di dalam mobilnya. Ia masih mengingat bagaimana dirinya dan Hana bisa menikah dalam beberapa minggu yang lalu, ingatannya kembali pada masa itu.


__ADS_2