I Hate You!

I Hate You!
Eps 45: Istrimu


__ADS_3

Hana yang mulai kesal karena kemalasan dari suaminya langsung menarik kuat selimut yang menutupi tubuh Sahlan. Sahlan yang mendapat reaksi tersebut langsung terperanjat, bukan saja karena itu melainkan karena suara teriakan dari wanita di depannya yang mengagetkannya. Untunglah kini mereka telah berada di Jatim sehingga mereka nyaman dengan tiada siapapun di rumah selain mereka berdua.


“Abang?!” teriak Hana yang masih kesal dan membalikkan badannya agar tidak melihat Sahlan, bahkan kedua tangannya ia gunakan menutup matanya karena malu bercampur kesal.


Sahlan tampak acuh dan berjalan melewati istrinya untuk menuju kamar mandi. Hana mengentakkan kakinya ke lantai dengan bibir yang cemberut dan mulai membereskan kamar mereka.


Sudah dua hari lalu mereka tiba kembali di Jatim dengan suasana hati yang baru. Sejak keduanya berbaikan dan hati Hana yang mulai percaya akan ungkapan Sahlan yang ingin menjalani dari awal hubungan bahtera pernikahan mereka, mulailah keduanya menjalin hubungan intim yang sebenarnya layaknya suami istri.


Pengurusan pernikahan keduanya yang sah di mata hukum atau surat nikah akan diuruskan begitu Hana telah genap 17th dan bermakna satu bulan lagi mereka akan mengurusnya. Sahlan tidak mau Hana lepas dari tangannya, ia tidak mau Hana jauh dari. kehidupannya. Biarlah semua orang tau bahwa ia telah menikah dengan wanita yang masih dibawa umur, asalkan keduanya tidak mendapatkan fitnah atau gibah dari orang yang iri maupun dengki dengan mereka.


***

__ADS_1


“Awak sekolah mulai hari ini, dah banyak pelajaran yang awak lewatkan sehinggakan nantinya bila diteruskan akan membuat nilai awak turun. Awak mahukan tertinggal kelas tahun ini?” ucap Sahlan pada Hana saat keduanya sarapan pagi.


“Yelah, saya akan sekolah. Bukannya senang di rumah sendirian, lagi pun saya dah puas cuti bersendiri.” Hana mengiyakan ucapan suaminya, setelah selesai pun ia langsung bersiap untuk pergi ke sekolahnya.


Tak banyak yang terjadi di sekolahnya begitu ia kembali belajar, hanya pertanyaan yang menanyakan kemana ia pergi dan itupun dari sahabat karibnya sendiri, Celina Azalia atau yang kerap disapa Selin.


“Tau gak sih jir? Pas lu libur sendiri tu, kita ada kedatangan guru baru bah. Seksi, cantik mana muda tau! Itu cewek bukan cuma digosipin sama anak-anak cowok di kelas kita, tapi satu sekolah cuy.”


Hana sibuk melamun mengingat ucapan temannya mengenai kedatangan wanita muda yang menjadi guru baru di sekolah mereka. Arrrgggh, kalau macam ini bertambah lagi kerumitan aku! Aku ini bukannya wanita yang tidak mau cemburu kalau ada yang kacaukan ape-ape benda kepunyaanku lah. Teriak Hana dalam hatinya yang khawatir Sahlan akan kembali bsrsama wanita lain dan bukan dirinya.


“Eh, kenapa? Sejak tadi saya tengok wajah awak murung macam tu aja, ada yang salah ke?” tanya Sahlan seraya memandu keretanya sambil melirik Hana sekilas.

__ADS_1


“Saya dengar dari kawan ada guru baru kat sekolah,” jawab Hana masih dengan raut serupa.


“Dah tu ... apa yang tak betul?” balas Sahlan datar.


“Hisy, dia tu cantik lebih dari saya. Kalau awak terpancing macam mana?! Saya bukannya mau, lebih-lebih kita dah buat ... ”


“Saya tak mau bila awak tidak bertanggung jawab terhadap saya dan kembali meninggalkan saya!” terang Hana yang memberi tau langsung kegelisahannya kini.


“Awak ni negatif thinking, saya ini bukan pria ******. Tidak akan saya tinggalkan awak, kan sendiri dah tau yang saya ni sayang banget sama cik Hana yang berasal dari Bengkulu.” Sahlan menyeringai menjawab semua keluhan Hana terhadapnya.


“Terpulanglah ... lagi pun saya istrimu,” sahut Hana pelan dan mulai kembali tenang.

__ADS_1


“Kita tidak pulang langsung lah ya? Saya ada kerja sikit kat office, tadi sebelum pulang Andrian ada call meminta saya bersegera ke kantor.”


__ADS_2