I Hate You!

I Hate You!
Eps 40: Kembali


__ADS_3

"Hisy, apa aku dah buat ni? Arghh, benci sangat!" umpat Hana pada dirinya dengan kesal karena telah membalas pesan dari Sahlan.


***


“Assalamualaikum,” salam Sahlan begitu masuk ke dalam rumah mertuanya.


“Waalaikumsalam, eh Sahlan ... duduklah, Nak!” sahut Mama Hana yang terkejut bercampur senang karena menantunya yang datang.


"Mama buat kopi okay? Sahlan tunggu sini, Mama pergi dapur sekejap.” Mama Hana langsung menawarkan kopi saat Sahlan baru saja duduk.


Sahlan pun tersenyum tanda meng-iyakan, “Thanks la, Mama!”


Tidak sampai satu jam Mama Hana tiba dengan segelas kopi di nampan yang dibawanya. “Kenapa tak beritahu Mama yang Sahlan akan datang ke sini? Kalau begitu, Mama boleh buatkan masakan istimewa untuk Sahlan dari awal," ucapnya.


"Lebih baik macam ni, jadi surprise untuk Mama." Sahlan yang menjawab santai seraya meraih paper bag yang dibawanya tadi.


“Ini hadiah untuk Mama. Saya membawanya jauh dari pulau sebelah,” ucapnya sembari menyerahkan benda di tangannya untuk sang Mama.


“Iyakah? Terimakasih lah ya, tapi ini apa?” sahut Mama Hana sambil bertanya.


“Tengoklah,” sahutnya lembut dan langsung dilakukan oleh sang Mama.

__ADS_1


“Masya Allah, cantiknya!” kagum Mama Hana begitu melihat sebuah tas kulit berwarna merah di tangannya.


"Sahlan bawakan ini untuk Mama, itu hanya akan menyusahkan kamu," sambungnya.


“Biarlah ... kan itu khusus buat Mama,” balas Sahlan dan kembali meraih sebuah paper bag, “yang ini punya papa.”


“Lah, ada lagi?” kaget Mama Hana seraya menggeleng kepala.


Tampak sebuah kain batik yang sangat menawan dan anggun, Mama Hana sampai terpukau akannya. Ia berkata, “Awak ini, bertuah kami ada menantu seperti awak. Tetapi kamu tidak membawa hadiah berupa makanan?"


“Hahahaha ... sabar Mama, saya akan beri sekarang juga.” Sahlan yang tertawa pun mengerti dan langsung memberi paper bag terakhir berisi kue Lumpur Bakar khas daerah Sidoarjo.


"Terima kasih, ya! Mama suka sangat ni, dah lama tak makan.”


“Sudahlah, Ma. Sampai rumah nanti, giliran Mama bawakan cenderahati masakan rendang lokan, boleh?” balas Sahlan yang mencoba bergurau.


"Hisy, okay. Mama sangka percuma, malah ada ganjarannya pulak.”Mama Hana menjawab dengan berpura-pura tak senang.


“Tapi di mana, papa?” tanya Sahlan lanjut.


“Ala biasa lah, tengah tengok ayam di kandangnya.” Mama Hana menjawab acuh dan memilih melahap makanan di hadapannya.

__ADS_1


“Ooo, kalau ...” Sahlan tidak melanjutkan perkataannya dengan bimbang.


"Hana ada dalam bilik, jumpa saja." Mama Hana yang tentunya tau isi pikiran menantunya langsung mengerti dan memberi tau keberadaan putrinya.


“Iii beruntung Sahlan mempunyai Mama!” puji Sahlan tersenyum lebar.


Dengan itu Sahlan langsung beranjak dari kursinya dan bergegas menuju kamar perempuan yang tidak ia pandang beberapa hari ini.


Setiba di kamar Hana, terlihat di mata Sahlan yang Hana tengah mengeringkan rambutnya, selepas mandi agaknya.


“Ekhem, boleh saya masuk?” tanya Sahlan disertai deheman yang membuat Hana berbalik.


Hana yang tersadar akan kedatangan seseorang langsung berbalik ke arah pintu, “Abang?!”


“Iya,” sahut Sahlan selamba, “tak kan dah lupa dengan saya. Petang nanti pulang ke Jatim lah, ya?”


“Apalah awak ni... tiba-tiba awak datang bawa saya pulang, saya masih belum puas di sini. Jika kamu mahu pulang, bersendirian!” jawab Hana merengut.


Sahlan yang sebetulnya kesal, menahan dirinya dan bersabar. “Iyalah, sorry.”


Hana yang tidak mengindahkan kehadiran Sahlan, membuat Sahlan memilih masuk ke kamar dan rebahan di kasur Hana.

__ADS_1


__ADS_2