Istri Kecil Dr. Emir

Istri Kecil Dr. Emir
Eps 28


__ADS_3

__Selamat membaca__ 💝💝


Sesampainya di kelas Emira sudah melihat kedua sahabatnya serta adik ipar nya disana. Kelas juga sudah terisi hampir penuh. Hanya beberapa siswa yang belum sampai.


"Emiraaaaaa.."


Kiran dan Della berlari melihat kedatangan sahabatnya ini.


Bahkan mereka sampai memeluk Emira bergantian, seperti tidak bertemu bertahun-tahun saja.


"Apaan sih lo pada, lebay banget deh." Emira mendorong tubuh Kiran yang masih saja memeluknya dengan erat.


"Aahh lepasin Kiran sesak nafas nih."


"Bentar Emira, gue lagi nyapa keponakan gue." Bisik Kiran di telinga Emira.


Sontak hal itu membuat mata Emira melotot. Sudah di pastikan berita ini bocor dari mulut adik ipar lucknut nya itu.


Emira menatap Arkana dengan wajah penuh amarah.


"Awas lo ya." Batin Emira masih dengan tatapan medusa nya pada Arkana.


Kiran melepas pelukannya pada Emira.


"Pokoknya lo berhutang penjelasan sama kita. Tapi yang pasti kita seneng banget Mir. Selamat ya." Della berucap sambil memeluk Emira sekali lagi. Emira hanya menjawab dengan anggukan dan senyum yang di paksaan. Tentu karena sedang menahan emosi pada adik iparnya itu.


Kiran membawa sahabatnya untuk segera duduk. Karena situasi yang tidak memungkinkan untuk mereka mengobrol lebih jauh, mengingat jam pelajaran sebentar lagi akan di mulai.


Dan Arkana yang sejak tadi merasa was was karena reaksi Kiran dan Della yang di luar rencana membuat dirinya seketika merinding.


"Ya allah, ampunilah hamba, tolong bebaskan hamba dari amukan wanita satu ini."


Arkana tadi sudah sepakat dengan Kiran dan Della, untuk berpura - pura, seolah - olah mereka berdua belum mengetahui berita ini.


Kiran dan Della akan mengerjai Emira dengan bersikap acuh selama di sekolah, dan setelah itu akan memberikan kejutan di sore harinya.


Apa apaan Kiran dan Della ini. Kenapa melenceng dari skenario yang sudah di buat. Arkana melirik Kiran dan Della yang seolah tidak perduli padanya. Bahkan seperti tidak menganggap dirinya ada disana.


Melihat situasi yang tidak aman untuk dirinya. Arkana pura - pura sakit dan izin pada Andi untuk ke UKS. Dan Andi yang tidak tau situasinya tentu saja mengiyakan. Dan akan memberitahu pada guru nanti.

__ADS_1


"Mau kemana lo?"


Glekk.. Arkana menelan salivanya susah payah.


Suasana di kelas itu sangat berisik. Namun yang terdengar di telinga Arkana hanya suara Emira. Bahkan dia langsung menghentikan lagkanya, padahal tinggal 2 langkah lagi dia sudah berhasil keluar dari kelas yang tiba tiba mencekal dirinya.


"Kenapa semenjak hamil aoranya sangat mengerikan." Batin Arkana, kemudian perlahan berbalik menghadap Emira.


"Eh Mir.." Arkana mengusap tengkuknya yang tidak gatal dengan senyum yang memperlihatkan deretan giginya.


"Gue mau ke UKS, mules soalnya." Jawaban Arkana dibuat senormal mungkin. Padahal dia sedang sangat gugup saat ini.


Sumpah demi apapun Arkana lebih memilih ribut atau baku hantam sekalian dengan sesama lelaki, dari pada harus menghadapi kemarahan wanita yang sedang hamil.


Menghadapi Kiran yang berbadan satu saja dia kesulitan, apalah menghadapi Emira yang sedang berbadan dua.


"Kalo mules ke toilet Ka, bukan ke UKS." Jawab Emira yang terdengar sangat dingin di telinga Arkana.


"Ya Allah.. kenapa jadi kata mules yang keluar." Arkana merutuki kebodohan nya sendiri.


Kiran dan Della sekuat tenaga menahan tawa melihat ekspresi Arkana yang ketakutan + kebingungan.


"Iya.. maksudnya, gue mau ke toilet dulu, habis itu ke UKS." saut Arkana.


"Alasan yang masuk akal". Balas Emira tersenyum miring dengan tatapan membunuh.


Arkana tidak lagi membalas ucapan Emira, karena dirinya sudah kembali melarikan diri sebelum pertanyaan yang lainnya muncul. Soal bagaimana kelanjutannya, itu urusan nanti. Asalkan pagi ini dia selamat. Dan dia akan pulang lebih awal untuk menghindari mereka bertiga.


Pelajaran hari ini berjalan lancar dan tanpa hambatan, tambahan materi untuk menghadapi ujian juga sudah di jalankan. Tepat pukul 15.00 Bel berbunyi.


Penghuni sekolah yang semuanya terdiri dari kelas 12 satu persatu meninggalkan sekolah. Karena kelas 10-11 sudah pulang lebih awal.


Hari ini Emira di jemput oleh sopir baru, Kiran dan Della juga akan ikut ke rumah Emira. Mereka bertiga sudah janjian akan mampir ke rumah Emira. Karena itu Della dan Kiran tidak di jemput oleh sopir pribadinya. Mereka bersama - sama menggunakan mobil Emira.


"Assalamualaikum mas." sapa Emira saat Panggilan telepon dari sang suami masuk. Mereka masih dalam perjalanan dan sebentar lagi akan memasuki wilayah mansion Emir.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Emir di seberang telepon sana.


"Sudah mas. Tapi masih di jalan, ini bareng sama Della dan Kiran yang mau mampir ke rumah." Ucap Emira.

__ADS_1


" Iya, kalo sudah sampai cepat kabari, Mas akan pulang sehabis maghrib, karena ada kunjungan pasien sore nanti." Panggilan telepon itu sudah rerputus.


Entah kenapa Emir merasa sangat khawatir. Meskipun dia sudah menyiapkan pengawal untuk mengikuti Emira. tapi rasanya ada yang mengganjal di hatinya.


Saat mobil Emira akan berbelok ke mansion Emir, tiba tiba dari arah samping sebuah mobil melaju sangat kencang ke arah mobil Emira. Beruntungnya sang sopir menyadari itu dan segera menghindar dengan memundurkan mobilnya dengan cepat.


"Astaghfirullah.. ada apa pak Joni." Tanya Emira dengan sangat terkejut pada sopirnya. Untung seatbelt mereka masih terpasang.


Della yang duduk di depan, melihat empat orang berbadan kekar, dan menggunakan topeng keluar dari mobil yang tadi sengaja ingin menabrak mobil Emira.


"Itu mereka siapa ya, ngapain mereka ke arah mobil kita." Tanya Della cemas.


Mobil di gedor paksa oleh dua orang yang memakai topeng tersebut.


" Tunggu di dalam, dan jangan ada yang keluar"


"Pak Joni jangan Keluar." Pinta Emira pada sopir barunya itu. Dia tidak tau jika sopir tersebut adalah sopir khusus yang Emir perintahkan untuk menjaga Emira. Dan seharusnya masih ada 2 pengawal lagi di mobil yang berbeda. Namun sepertinya jarak mereka terlalu jauh. Karena mobil penjaga tersebut terjebak macet dan lampu merah.


Pak Joni membuka pintu mobil dengan kasar. membuat satu orang yang ada di sana sampai terjatuh tapi langsung bangkit kemudian. 2 orang tersebut berkelahi dengan Pak Joni.


Dan dua orang lainnya membuka paksa pintu mobil Emira. Menyeret Emira keluar dari mobilnya.


"Emira..." Teriak Della.


" Tolong... Tolong..." Teriak Kiran


"Lepasin Emira." Teriak Kiran.


Sialnya karena jalanan yang menuju mansion Emir sangat luas dan jauh dari pemukiman penduduk yang lain, membuat jalanan itu terasa sangat sepi.


" Lepasin.. jangan sentuh tangan gue!" Teriak Emira.


Della dan Kiran mencoba membantu melepaskan Emira. Sayangnya mereka tidak cukup kuat untuk itu.


"Kalian jangan ikut campur, atau kalian rasakan sendiri akibatnya." Gertak pria tersebut.


"KURANG AJAR!!! LEPASIN TEMEN GUEE!!."


**bersambung**

__ADS_1


__ADS_2