Istri Kecil Dr. Emir

Istri Kecil Dr. Emir
Eps 43


__ADS_3

__Selamat membaca__💖💖


Emira terbangun karena merasa ingin buang air kecil. Dia mengedarkan pandangannya karena tidak melihat sang suami di sebelanya. Di lihat jam sudah menunjukkan pukul 22.07.


"Apa mas Emir masih di tempat kerjanya?" Emira lekas pergi kekamar mandi karena memang sudah tidak bisa menahannya. lalu setelahnya dia ingin pergi ke tempat kerja suaminya.


Tapi belum sempat Emira membuka pintu, dia melihat pintu balkon kamarnya yang terbuka. Emira berjalan ke arah balkon tersebut, dan benar saja, dia melihat suaminya di sana.


Emir tampak baru aja menghubungi seseorang. Dirinya beranjak dari balkon untuk kembali ke tempat tidurnya, tapi saat tubuhnya berbalik, dia terkejut karena Emira sudah merada tepat di hadapannya.


"Telpon siapa mas?" Tanya Emira penasaran. Karena tidak bisanya suaminya menerima telpon saat sudah berada di rumah, terkecuali panggilan darurat dari rumah sakit tentunya. Apalagi ini sudah larut malam.


"Bukan siapa - siapa." Emir segera menetralkan raut wajahnya. Namun sepertinya Emira bisa melihat gelagat aneh dari sang suami


"Kenapa terbangun? kamu mau sesuatu?" Dipikir Emir, Emira tengah menginginkan sesuatu sehingga membuat sang istri harus terbangun.


"Tidak.. aku baru saja dari kamar mandi."


"Ya sudah ayo kita tidur lagi." Aja Emir dan segera menuntun tubuh istrinya kembali ke tempat tidur.


"Tunggu sebentar mas, aku ingin mengecek ponselku. Aku belum tenang jika Della belum membalas pesanku."


Emira hendak beranjak dari tempat tidur, namun Emir keburu mencegahnya.


"Della sudah pulang. Tadi mas sudah menelepon tante Daysi."


"Ah.. syukurlah kalo begitu."


Kini mereka sudah kembali membenahi diri untuk segera beristirahat. Emir menenggelamkan wajah istrinya si dada bidang milik nya. Tangannya memeluk tubuh sang istri dengan posesif. Mengecup puncak kepala sang istri beberapa kali. Tidak menunggu lama, istrinya sudah kembali tertidur.


"Manis." Ucapnya menatap bibir sang istri yang baru saja dia sesap.


"Selamat tidur istri kecilku." Sekali lagi Emir mengecup puncak kepala Emira. Dan setelahnya ikut terlelap bersama dekapan tubuh sang istri.


--


Keesokan harinya.


"Lo abis buat ulah apa lagi hah?" Tampak terlihat jelas kecemasan dan rasa kesal di wajah cantik Kiran. Saat ini Kiran tengah menginterogasi Della yang duduk anteng dengan wajah tanpa dosa setelah membuat dirinya urang uringan semalam.

__ADS_1


"Kenapa jadi lo lo an lagi?" Protes Della, bukannya menjawab pertanyaan dari Kiran, dia palah lebih fokus ke nama panggilan yang di sebut oleh sahabatnya itu.


"Della..!!" Kiran sudah menaruh kedua tangannya di pinggang, menuntut penjelasan dari gadis yang tampak tidak merasa bersalah karena sudah berbuat keributan.


"Apa?? Kenapa??"


"Jelaskan semalam kamu dimana? sama siapa? terus ngapain aja?" Tanya Kiran.


"Udah kaya bait lagu aja sih." Della tergelak mendengar pertanyaan dari Kiran.


"Jangan mengalihkan pembicaraan" Teriak Kiran, bahkan aksinya itu hampir membuat seisi ruang kelas kaget, termasuk Arkana yang baru saja memasuki kelasnya. Namun lelaki itu tampak tidak perduli dan memilih terus berlalu menuju mejanya.


"Sshhh... jangan keras - keras nanti kalo di dengar Emira bisa..."


"Denger Apa?" belum selesai Della berucap, sudah dipotong oleh Emira. Dirinya baru saja memasuki kelas dan melihat Della seperti sedang di marahi oleh Kiran.


"Kenapa pada diem? ada yang salah? ada yang kalian sembunyikan dari aku ya? Terus apa tadi yang ngga boleh aku denger? Tanya Emira beruntun.


"Astaga bun, itu mulut abis makan apa sih?" Della melirik Kiran agar tidak melanjutkan aksinya. Dia tidak ingin membuat Emira stres dan banyak pikiran, toh dirinya memang tidak kenapa napa, dan tidak ada yang perlu di cemaskan.


Kiran yang juga mengerti itu berusaha menetralkan kembali raut wajahnya. Dia duduk kembali ke bangku yang berada tempat di belakang bangku Emira.


"Gimana hasil USG nya kemarin?" Tanya Della lirih, Dia mencoba mengalihkan perhatian keduanya.


"Memangnya aku belum cerita ya kemarin?" Tanya Emira.


"Belum lah."


Emira menarik tubuhnya untuk menghadap ke samping, agar Kiran juga bisa mendengarnya.


"This is a baby boy" Lirih Emira sambil mengusap perutnya dengan senyum yang merekah.


Mendengar ucapan Emira, Kiran dan Della sudah tidak bisa membendung lagi kebahagiaan mereka. Kiran beranjak dari duduk ya dan langsung memeluk Emira. Begitu juga dengan Della.


Tatapan aneh dari teman teman kelasnya tidak mereka hiraukan.


"Aneh banget manusia tiga itu, tadi aja marah marah, sekarang peluk-pelukan, gue rasa mereka udah pada gila." Celetuk Andi yang langsung mendapat tatapan tajam dari Arkana.


Nyatanya pagi ini, Arnaka hanya menggunakan headphone tanpa menyetel musik apapun. Jadi dia masih bisa mendengarkan semuanya. Termasuk celotehan Andi pada ketiga gadis itu.

__ADS_1


Bel istirahat sudah berbunyi, hari ini Emira merasa sedikit tidak enak badan. Setelah mengisi perutnya, dia pamit pada kedua sahabatnya untuk pergi ke UKS, Awalnya Kiran dan Della memaksa untuk ikut. Tapi Emira melarangnya, karena memang jam pelajaran sebentar lagi akan di mulai.


Terpaksa Kiran dan Della mengiyakan kemauan Emira. Mereka berdua kembali ke kelas setelah memastikan Emira istirahat di UKS.


Namun tanpa mereka semua sadari. Seseorang si balik tirai itu tengah tecengan. Tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Wah... jadi gadis kampung itu sedang hamil ? "


Wanita itu terlihat mengangkat salah satu sudut bibirnya ke atas. Setelah memastikan keadaan aman dia keluar dari bilik tirai yang terletak paling sudut. Sepertinya kali ini Emira, Kiran , dan Della sudah kecolongan. Mereka melupakan bahwa tempat UKS ini masih tempat umum. dan mereka lupa tidak mengecek semua bilik satu persatu.


--**--


"Lo ikut gue ke uks sekarang." Ayu menarik tangan Sisil untuk beranjak dari kelasnya.


"Ngapain sih males banget deh"


"Gue punya mainan baru. Cepet lo pasti bakalan seneng"


Terpaksa Sisil mengikuti Ayu ke UKS sekolah. Saat mereka berdua keluar dari kelas, terlihat guru yang akan mengajar kelas mereka baru saja keluar dari ruang guru


"Kalo ngga penting awas lo ya"


Kini Ayu dan Sisil sudah berada tepat di depan UKS, keduanya memasuki ruangan tersebut dan langsung menutupnya.


Perlahan Ayu membuka satu persatu bilik tempat tidur yang tertutup tirai untuk mengecek keberadaan seseorang yang menjadi tujuan utama mereka datang.


"Lo nyari siapa sih sebenernya?" Bisik Sisil.


"Ssshhh" Ayu menempelkan jari telunjuknya pada bibir, meminta Ayu untuk tidak protes.


Dan tepat di bilik ke tiga, tirai itu terbuka. Menampakkan seorang Gadis behijab yang tengah tertidur pulas.


"Emira?" Ucap Sisil tanpa suara.


Ayu secara tiba - tiba menarik tangan Emira ke bawah dengan kasar. Aksinya sukses membuat Emira terlonjak kaget dan langsung terbangun.


"Astaghfirullah hal adzim" Emira benar benar dibuat kaget oleh dua gadis itu.


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2