Istri Kecil Dr. Emir

Istri Kecil Dr. Emir
Eps 44


__ADS_3

__Selamat membaca__ 💖💖


"Kalian mau apa?" Tanya Emira saat dirinya sudah berdiri di hadapan 2 gadis yang sudah membuatnya telonjak kaget.


Ayu memutari tubuh Emira untuk menelisik penampilannya.


"Jadi bener lo hamil?" Ucap Ayu yang membuat Emira sedikit kaget.


Sisil tersenyum sinis membenarkan ucapan sahabatnya itu.


"Ck... Jadi selama ini bener yang gue bilang, Lo cuma wanita Ja*lang." ujar Sisil.


"Laki - laki mana yang udah lo asut hah? apa om om yang selama ini nganterin lo?" lanjut Sisil.


"Jaga ucapan lo,!! atau gue.."


"Apa!? Hah..!! wanita kaya lo ini ngga pantes ada di sekolah ini. Hahaha... gue ngga bisa bayangin kalo berita Hot ini akan menyebar ke seluruh sekolah."


"Hamil di luar nikah. Menjijikan!!." ucap Sisil sinis sambil memandang perut Emira.


plak...


Sisil mengaduh, merasakan hawa panas di sekitar pipinya. Matanya seketika berubah merah padam.


Emira sudah cukup bersabar akan sikap sisil selama ini, tapi jika menyangkut anak yang masih di dalam kandungannya, dia tidak akan tinggal diam. Apalagi semua tuduhan Sisil tidak benar adanya.


"Kurang ajar, berani sekali lo nampar wajah gue!!"


Sisil menjambak jilbab Emira dengan kekuatan penuh, membuat Emira meringis karena sebagian rambut yang du tutupi jilbab tersebut ikut terjambak.


"Lepasin gue Sil". Tiba - tiba Emira merasakan pusing dan perutnya sedikit kram.


"Lepasin kata lo!! setelah tangan kotor lo nampar gue, lo bilang lepasin? "


Duggg..

__ADS_1


Sisil mendorong keras tubuh Emira ke depan sampai sampai membuat Emira bersujud di hadapan Sisil dan Ayu, Perutnya tidak sengaja membentur ujung ranjang. Seketika rasa sakit di perut dan kepalanya semakin terasa membuat Emira meringis kesakitan.


"Aahh.. perutku.." Rintih Emira memegangi perutnya dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya dia gunakan untuk menopang tubuhnya.


"Sil.. kayaknya dia kesakitan deh" Wajah Ayu seketika panik. Bukan karena kasihan tapi takut jika terjadi apa apa dengan gadis itu, mereka berdua pasti akan terkena masalah.


"Alah.. itu cuma ekting." Sisil masih bertolak pinggang. Sekali lagi Sisil menjambak jilbab Emira kebelakang.


"Ini akibatnya kalo dari awal lo deketin apa yang menjadi miliki gue, itu artinya lo cari gara - gara sama gue."


"Lepasin gue Sil" Ucap Emira dengan lirih karen dia sudah merasakan tubuhnya tidak karuan. Emira merasakan ada sesuatu yang mengalir dari sela kakinya.


"Sil.. lihat.." Ayu menarik tangan Sisil yang masih menjambak keras kerudung Emira karena melihat ada darah yang keluar dari rok panjangan Emira.


Brakk...


"EMIRA!!." Anggasta berlari ke dalam UKS dan langsung mendorong tubuh Sisil. Tatapannya menghunus tajam bagai pedang pada kedua gadis yang berdiri di hadapan Emira.


"Emira lo ngga papa?" Tanya Anggasta yang masih belum sadar dengan keadaan Emira.


Anggasta membopong tubuh Emira keluar UKS untuk membawanya ke rumah sakit.


"Huh .. huh .. Bu.. Emira bu.." Seorang siswi terlihat ngos ngosan melaporkan keadaan Emira yang parah dan akan segera di bawa ke rumah Sakit. Hal itu membuat Della Kiran Dan Arkana langsung berdiri dan berlari ke luar kelas. Mereka melihat Ambulance sekolah yang sudah siap ingin membawa Emira.


"Emira kenapa ngga" Tanya Della dengan wajah panik melihat sahabatnya sudah berbaring di dalam mobil Ambulance.


"Tidak ada banyak waktu. Kita bertemu di rumah sakit." Arkana menarik tangan Kiran, sedangkan Della memilih ikut masuk ke dalam ambulance yang sudah ada petugas kesehatan dan Anggasta di dalamnya.


Mobil Ambulance itu sudah berjalan meninggalkan sekolah dan tepat di belakangnya terdapat motor sport Arkana yang berboncengan dengan Kiran. Entah karena panik atau tidak sadar. Kiran memeluk tubuh Arkana dengan erat. Dirinya menangis sepanjang jalan di bahu lelaki yang sudah hampir beberapa bulan ini bersikap dingin.


"Jadi benar Emira sudah menikah?" Pertanyaan itu terlontar dari Anggasta. Wajahnya menyimpan kekhawatiran dan rasa sakit bersamaan. Sudah tidak ada kesempatan untuk dirinya bisa mendekati gadis yang sedari kelas 10 sudah mencuri perhatiannya.


Anggasta menghela nafas dalam, memandang tubuh wanita yang di cintainya berbaring tak berdaya. Dan lebih sakitnya lagi, dia tidak bisa berbuat apapun untuk Emira.


"Halo kak." Panggilan telpon itu baru ter-angkat di percobaan yang ke tiga kalinya.

__ADS_1


"Kenapa Della?"


"Emira pendarahan kak, kita sedang menuju rumah sakit." Terang Della.


Bagaikan petir yang menyambar. Dada Emir bergemuruh, rasa khawatir dan takut tiba - tiba muncul.


Namun dia masih berusaha untuk bersikap biasa karena saat ini dirinya sedang berada di suatu forum. Emir langsung memutus panggilanya, dan berpamitan pada Dokter Senior untuk izin keluar terlebih dulu. Azzam yang berada di sebelah Emir jugu merasa cemas, karen mendengar nama Della di sebut - Sebut.


Motor sport Arkana sudah sampai lebih dulu. Di depan Rumah sakit sudah ada Emir, Dokter Ririn dan beberapa suster yang akan membantu.


"Biar saya yang angkat." Emir membopong tubuh istrinya yang sudah bersimbah darah saat mobil Ambulance itu berhenti tepat di hadapannya.


Emir meletakkan Emira di brangkas dan dengan cepat tim medis membawanya ke IGD.


"Kalian semua tunggulah di depan" ucap suster pada ke 4 anak remaja yang masih mengenakan seragam SMA nya.


Emir terus mendampingi sang istri, meskipun wajahnya terlihat tenang, tapi percayalah hatinya begitu kalut dan cemas. Apalagi melihat darah yang keluar di rok abu - abu istrinya. Emir terus menggenggam dan beberapa kali mencium kening Emira.


Emir sudah berfikir buruk akan keselamatan buah hatinya. Perasaan takut kehilangan lebih mendominasi. Tapi dia tetap berdoa, memohon pada sang Pencipta agar mau berbaik hati untuk melindungi anak dan istri kecilnya agar tetap selamat.


Sementara di luar ruang IGD


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Emira ngga?" Tanya Della menuntut penjelasan.


"Gue liat Sisil dan Ayu di ruang UKS saat Emira sudah terjerembab di lantai, gue ngga tau pasti kejadian awalnya gimana."


Lelaki itu hendak pergi ke ruang kepala sekolah, namun saat melewati ruang UKS, dirinya tidak sengaja melihat kedalam ruangan tersebut lewat kaca jendela. Dan hal yang mencengangkan lagi adalah dia melihat Emira dan ke dua musuh bebuyutannya itu seperti sedang bertengkar.


"Aku udah yakin ini pasti ulah Sisil." Geram Della.


Kiran terlihat lebih tenang dari pada Della. Meskipun wanita itu juga sangat geram dan sangat terlihat menahan emosi setelah mengetahui jika sisil adalah pelaku utama dari kejadian ini.


Selama ini Emira tidak pernah berbuat onar apalagi sampai membuat siswi lain sakit hati. Tapi kenapa begitu banyak orang yang ingin mencelakai gadis itu. Dari waktu acara camping, saat Emira dan kedua sahabatnya dinserang beberapa preman. Dan sekarang saat ada di sekolah.


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2