Istri Kecil Dr. Emir

Istri Kecil Dr. Emir
Eps 46


__ADS_3

^^^Hai kakak, terimakasih yang masih setia dengan cerita Istri Kecil Dr. Emir. Mohon bantu like dan komennya ya kak, biar aku tambah semangat up nya 🥰


__Selamat membaca __💖💖


^-Pagi harinya-^


Brakk.. Seseorang membanting amplop ke atas meja dengan wajah merah padam.


"Seret anak itu kehadapan ku." Ujar Daddy Reno dengan murka pada sang istri.


"Tenang dulu dad, apa kamu sudah yakin itu anak kita?" Mommy Silvi mencoba menenangkan suaminya yang diliputi oleh amarah.


"Apa kamu tidak bisa melihat dengan matamu?" Kembali lelaki itu murka melihat istrinya yang masih tampak tenang - tenang saja.


"Bukan begitu. Rasanya tidak mungkin Sisil melakukan itu. Dia anak yang baik dan penurut. Pasti ada seseorang yang menjebaknya Dad."


"Jangan terlalu memuji anak mu mom!, apa kamu tidak tahu selama ini apa saja yang sudah mereka lakukan?"


"Aku tau apa yang selama ini Sisil lakukan. Anak itu tidak pernah berbuat ulah, pulang sekolah selalu pergi ke tempat les, dan jika tidak pulang pasti menginap di tempat sahabatnya, Ayu." Terang mommy Silvi, karena memang selama ini Sisil selalu terlihat menjadi anak penurut di mata orang tuanya, terutama mommy nya.


"Ck.. ternyata kau tidak tau apapun tentang kedua putrimu."


"Apa maksudmu dad?"


"Inilah akibatnya jika kamu terlalu sibuk dengan geng sosialitamu, sehingga terlalu acuh pada kedua putrimu, terutama Sisil."


"Mommy masih tidak mengerti apa yang Daddy katakan"


"Kamu bisa melihat sendiri foto-foto itu. Dan sekarang panggil anak sialan itu kesini!. Atau Daddy sendiri yang akan menyeretnya kesini." Ucapan Daddy Reno begitu dingin dan tidak ingin di bantah. Bunda Silvi akhirnya menuruti kemauan suaminya, dirinya baru pertama ini melihat sang suami begitu murka.


Pagi ini Reno dan Silvi mendapatkan kiriman dari seseorang yang tidak mereka kenal. Sebuah amplop coklat berisikan foto - foto syur Sisil dengan beberapa pria di hotel. Anaknya tengah di kelilingi oleh 3 pria sekaligus, dengan keadaan mereka yang tanpa menggunakan sehelai benang pun dan beberapa foto putrinya yang tengah mabuk di sebuah club malam dengan pakaian sexy.

__ADS_1


Belum lagi, yang paling membuat Daddy Reno murka adalah, berita ini sudah mencuat ke publik, sehingga beberapa colega bisnisnya membatalkan kerja sama mereka. Tentu saja ini sesuatu yang sangat merugikan perusahaan nya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Daddy Reno dengan tampang dingin pada putri bungsunya yang sudah mengenakan pakaian seragam lengkap.


"Daddy ini lucu sekali, sudah pasti Sisil akan ke sekolah, masa iya mau ke pasar."


"Jadi kamu masih punya muka untuk ke sekolah?" Tanya Daddy Reno dengan tenang namun penuh penekanan.


"Apa sih Dad, memangnya Sisil berbuat salah?" Sepertinya gadis itu masih belum melihat ponsel nya, bahkan berita itu sudah menjadi trending topik di akun sosial media manapun.


Braaakk


Amplop itu mendarat sempurna di wajah Sisil membuat gadis itu kelabakan dan dengan reflek menangkap foto - foto yang keluar dari dalamnya. Mata sisil membelalak sempurna dengan mulut terbuka, tubuhnya bergetar dengan hebat, dan lututnya langsung terasa lemas.


"Dad.. Mom.. Ba..bagaimana bisa?"


"Kamu masih bertanya? Itu lah yang harusnya daddy tanyakan padamu. Bagaimana kamu bisa menjelaskan semua ini SISIL !!."


Bugg


Sisil menangis histeris, bahkan bunda Silvi yang selama ini selalu percaya padanya tidak berani menyentuh gadis itu karena takut pada suaminya.


"Ada apa ini mom, Dad?" Tanya seseorang yang baru saja menuruni tangga.


Wanita itu tercengang melihat berapa foto yang tersebar di ruang tamu. Dirinya mendekat dan mengambil foto tersebut.


"Astaga Sisil !." sama seperti kedua orangtuanya. Wanita itu terlihat marah pada gadis remaja yang terlihat masih berlutut sambil menangis.


Mommy Silvi hanya diam tidak percaya pada anak bungsunya itu, anak yang selama ini selalu dia banggakan dan selalu dia manja, ternyata dia lah yang paling membuat malu keluarganya. Apa yang akan dia katakan pada geng sosialitanya nanti.


"Maafkan sisil, dad.. mom." Sisil memohon masih berlutut di kaki kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Apa kamu tahu ? berita ini sudah tersebar di seluruh stasiun televisi. Kamu tau apa artinya itu? sudah tidak ada lagi masa depan untuk mu Sisil. Dan kamu juga sudah menghancurkan perusahaan Daddy. Kamu sudah menghancurkan semua yang sudah Daddy rintis dari awal. Kamu menghancurkan semuanya Sisil" Kini nada bicara Daddy Reno sudah melunak, Dirinya bahkan memegangi dadanya yang terasa berdenyut tiba-tiba.


"Daddy" Sisil semakin menangis histeris melihat Daddy nya seperti menahan sakit.


"Jangan sentuh tangan Daddy." wanita itu menyentak tangan adiknya yang hendak memegang tangan Daddy.


"Momny bantu Fera membaringkan Daddy, biar Fera periksa." iya wanita itu adalah Fera, Kakak dari gadis yang bernama Sisil. Mungkin jika Fera mengetahui penyebab dari semua ini, sudah bisa di pastikan wanita itu akan semakin membenci Emira karena sudah membuat keluarganya hancur.


Saat ini di sekolah tengah di hebohkan akan Berita kehamilan Emira karena pendarahan yang di sebabkan oleh sisil. Dan berita yang paling menghebohkan lagi, tentunya berita soal sisil yang sudah melakukan perbuatan asusila, meskipun foto syur itu tampak di blur, namun ada juga beberapa foto yang menguatkan jika itu adalah benar Sisil.


Kepala sekolah juga sudah mengumumkan jika Emira memang sudah menikah beberapa bulan yang lalu, dan membenarkan tentang berita kehamilan tersebut. Kepala sekolah meminta kepada seluruh siswa dan siswi untuk tidak menggunjing Emira karena pernikahan itu sudah sah di mata agama dan negara, itu artinya Emira sudah cukup umur untuk menikah.


Dan yang paling utama, kepala sekolah mengumumkan jika Sisil dan Ayu sudah di keluarkan dari sekolah secara tidak terhormat, sekolah tidak memberikan dispensasi apapun untuk kejahatan yang satu ini. Itu juga akan berlaku untuk siapapun yang sudah membuat kejahatan di lingkup sekolah.


**


"Emira" Teriak Della dan Kiran menyapa Emira bersamaan saat mereka baru saja membuka pintu.


"Ya Allah, ngga bisa ya kalian ngucapin salam dulu ?" Emira tampak mencibir kedua sahabatnya yang datang dengan hebohnya. Sedang kan bunda Daniah hanya terkekeh melihat tingkah 3 remaja itu.


"Hehehe sory kita terlanjut bahagia karena kamu sama calon ponakan kita ini baik baik saja." Mereka saling berpelukan seperti sudah lama tidak bertemu saja.


"Arkana tidak ikut ke rumah sakit Ran ?" Tanya bunda Daniah pada Kiran.


Kiran yang mendapatkan pertanyaan dari bunda Daniah langsung menunduk dan mengalihkan pendangannya pada Emira, karena gadis itu tidak tau harus menjawab apa.


"Arkana sepertinya akan menyusul bun." Della yang menjawab. Dan bunda Daniah mengangguk paham sambil tersenyum.


Sepertinya kini dia tahu, kenapa beberapa bulan ini Arkana menjadi bersikap dingin, bahkan pada dirinya juga hanya berkata seperlunya, pasti ada sesuatu yang terjadi antara putranya dan gadis cantik yang di sukai putranya itu.


"Assalamualaikum." Sapa Emir memasuki ruang rawat istrinya di ikuti oleh Azzam.

__ADS_1


"Waalaikum salam." Jawab mereka bersamaan.


**Bersambung**


__ADS_2