
Karina yang baru saja kembali dari luar, ingin berjalan jalan sebentar melewati taman untuk merilekskan pikirannya yang penat sebelum masuk ke dalam rumah. Namun tanpa di sangka dia melihat seorang wanita dan anak laki-laki sedang duduk di ayunan khusus yang di buatkan untuk anaknya. Setaunya dia tidak pernah melihat wanita ini di sekitaran rumah ataupun anak laki-laki itu.
Karena penasaran akhirnya Karina melangkahkan kakinya ke arah mereka. Semakin dekat jaraknya, semakin jelas karina mendengar suara ceria anak anak. Setelah sampai di dekat mereka akhirnya karina bisa melihat rupa wanita itu yang sangat cantik, rambut hitamnya yang panjang di gerai di belakang punggungnya, sosok tubuhnya yang sempurna dibaluti gaun putih selutut yang membuatnya terlihat lembut dan elegan terutama wajahnya yang oval sangat cantik kulitnya yang putih terlihat lembut dan tanpa pori pori yang terlihat.
Setelah cukup memandanginya, akhirnya karina bertanya .
"Siapa kamu?"
Keira yang tengah asik bermain bersama Shaka tidak menyadari kedatangan orang tambahan. Dan setelah mendengar suara orang asing keira mengangkat kepalanya dan melihat seorang wanita tengah berdiri di depannya, melihat wajahnya yang sangat tidak asing seperti pernah melihatnya di suatu tempat.
Tapi di mana pikir Keira sambil mengusap dagunya dan mengingat ingat kembali ingatanya.
Oh iya bukannya wanita itu yang duduk di sampingnya saat di sekolahan Shaka, tapi kenapa dia bisa ada di sini, apa ini rumahnya. Setaunya di keluarga Chester tidak ada anak perempuan. batin Keira setelah mengingat wajah wanita di depannya.
"Nyonya Karina." sambut pelayan itu sopan, saat menyadari keberadaan nyonya Karina di depan mereka.
Karina hanya mengangguk sebagai tanggapan, lalu dia melirik Keira sebentar sebelum bertanya pada pelayanan itu.
"Siapa dia?"
"Dia istri tuan muda Xavier, nyonya Keira."
"Istri kak Xavier?" ucap Karina tak percaya, dia sekali lagi menelisik Keira dari atas kebawah tatapannya saat melihat Keira sangat sinis. Berbeda dari tatapan tadi yang sangat biasa saja saat melihatnya.
Melihat tatapannya yang merendahkan, Keira merasa bingung.
kenapa apa aku pernah membuat kesalahan padanya.
Mengesampingkan pikirannya, Keira segera memperkenalkan dirinya. Dengan senyum sopan Keira berkata.
"Halo, saya Keira."
__ADS_1
"Oh." jawab karina tanpa minat, dia langsung melengos pergi dari taman.
Melihat kepergiannya Keira merasa heran, dia kemudian menatap pelayan itu yang mungkin sangat mengetahui alasannya. Kenapa dia sangat memusuhi nya setelah dia tau istri Xavier.
"Ada apa dengannya?" tanya Keira heran.
"Mungkin nyonya karina merasa anda merebut tuan muda Xavier darinya." jawab pelayan itu tersenyum canggung, ini juga pertama kalinya dia melihat nyonya karina yang selalu lembut menunjukan ekspresi seperti itu.
"Merebut? kenapa, sepertinya dari cara kamu memanggilnya nyonya bukannya dia sudah menikah?" tanya Keira sangat penasaran lalu dia menoleh dan melihat pelayan itu.
"Em…itu…anu nyonya…." bagaimana caranya dia menjelaskan pada nyonya ya, menggaruk kepalanya yang tidak gatal pelayan itu menatap nyonya Keira yang juga tengah menatapnya.
Melihat kegugupan pelayan itu, Keira membawanya untuk duduk di kursi dekat ayunan.
"Siapa nama mu?"
Dilihat dari wajahnya yang sangat muda dan cara dia memperkenalkan lingkungan di sini seolah sangat akrab, seharusnya dia sudah bekerja lama di keluarga Chester.
"Apa kamu sudah lama bekerja di sini?"
"Tidak, saya hanya menggantikan ibu saya yang sedang sakit nyonya."
"Jadi ibu mu juga kerja di sini."
"Iya, sejak kecil saya selalu mengikuti ibu ke sini. Semenjak ayah pergi meninggalkan kami, saya dan ibu saya hidup berdua saling bergantung. Ibu yang banting tulang mencari nafkah untuk makan dan menyekolahkan saya. Dan setelah saya beranjak dewasa saya selalu ingin membantu ibu dan mencari kerja untuk meringankan beban ibu namun ibu melarang ku, katanya dia hanya ingin aku untuk fokus saja belajar sampai menjadi sarjana dan menggapai cita citaku" jelas mila.
Dia menatap ke pohon besar di depannya sambil mengenang masa lalu bersama ibunya di sana. Di pohon itu yang di jadikan sebagai ayunan, tempat dia bersama ibu beristirahat sambil mendengarkan ibu bercerita.
Keira hanya mendengarkannya dengan perhatian tanpa menyela pembicaraan nya, sambil melihat ke depan memantau Shaka yang sedang bermain sendiri.
Seolah tersadar apa yang dia katakan, Mila buru buru menoleh dengan panik.
__ADS_1
"Maaf nyonya tanpa sadar saya malah curhat." sesal Mila menundukan kepalanya takut melihat Keira.
Mendengar permintaan maafnya, Keira menengok Mila yang tertunduk. Dengan senyum lembut Keira mengusap kepala Mila.
"Tidak papa, ibumu sangat hebat." puji Keira.
"Te-terima kasih." ucapnya gugup, Mila menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang tersipu.
"Ibu juga hebat." teriak Shaka tiba tiba lalu memeluk Keira.
"Benarkah?"
"Ya ibu adalah ibu terhebat di dunia." ucap Shaka menatapnya dengan mata berbinar seolah dia benar benar adalah yang terhebat.
"Terima kasih sayang." ucap Keira tersenyum senang.
Mila yang melihat keharmonisan mereka juga ikut tersenyum hangat. Apa tidak papa kalau dia menjelaskan hubungan suaminya dan nyonya Karina. Setelah pemikiran yang matang akhirnya Mila menjelaskannya
"Em…sebenarnya nyonya Karina dan tuan muda Xavier adalah teman masa kecil, nyonya Karina sudah naksir pada tuan dari kecil dia selalu mengikuti tuan ke mana saja. Setiap ada wanita yang mendekati tuan, nyonya Karina selalu memperingatinya atau membalasnya sampai wanita yang mendekati tuan muda merasa takut dan tidak pernah berani lagi mendekati tuan muda. Meski tuan muda tau apa yang telah di lakukan nyonya Karina tapi respon tuan muda hanya acuk tak acuh dan tak peduli."
"Semenjak itu nyonya Karina selalu melakukan berbagai cara untuk bisa bersama tuan muda Xavier, ada juga cara yang paling ekstrim yang di lakukan oleh nyonya karina…"
"Apa itu?" tanya Keira semakin penasaran.
"Pada Saat berada di perjamuan makan para eksekutif tinggi, nyonya Karina secara diam diam memasukan obat afrodisiak diminuman tuan muda dan meminta pelayan untuk memberikannya pada tuan muda secara diam diam. Namun yang nyonya Karina tidak tau adalah kalau tuan muda sudah mengetahui rencananya. Tuan muda kemudian menukar gelasnya dengan tuan Alaric adik tiri tuan muda, dan menyuruh pengawalnya untuk menempatkan tuan Alaric di kamar eksklusif tuan muda yang di mana di sana sudah ada nyonya Karina yang menunggunya." lanjut Mila
"Aku tidak percaya dia akan melakukan hal yang licik seperti itu, untuk mendapatkan pria yang tidak mencintainya sama sekali." ucap Keira merasa prihatin.
"Setelah itu apa yang terjadi?"
"Setelah itu…"
__ADS_1