Istri Kecil Tuan Muda Xavier

Istri Kecil Tuan Muda Xavier
Bab 44


__ADS_3

Taman hiburan. 


Karena hari ini adalah hari weekend, banyak pengunjung yang berdatangan bersama anak-anak mereka. Tak terkecuali Keira, pagi-pagi sekali Shaka sudah menerornya untuk segera bangun dan menyeretnya ke kamar mandi.


"Wow, Bu lihat banyak sekali permainannya,aku ingin memainkan semuanya,"ucap Shaka bersemangat, matanya yang besar terlihat berbinar, ini pertama kalinya dia datang ke sini. Membuatnya seperti melihat hal baru. 


"Iya, ayo masuk beli tiket dulu." Keira menuntun Shaka berjalan menuju tempat pembelian tiket. 


Sejak kedatangannya, banyak pengunjung yang memperhatikan mereka. Apalagi saat melihat wajah ibu dan anak itu yang rupawan, membuat semua orang terkagum-kagum dan terpesona saat memandanginya. 


Meskipun Keira sangat risih ditatap seperti itu oleh orang lain, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi, Keira segera menyeret Shaka ke tempat lain setelah membeli tiket. 


"Permainan apa yang ingin kamu mainkan dulu?"tanya Keira sembari menggandeng lengan Shaka untuk melihat-lihat. 


Shaka tidak segera menjawab pertanyaan yang dilontarkan ibunya, matanya yang bulat memperhatikan sekelilingnya, hingga tatapannya tertuju pada salah satu permainan yang membuatnya tertarik. 


"Ibu aku ingin boneka kelinci itu." Tunjuk Shaka pada salah satu permainan yang terdapat banyak boneka yang berjajar. 


Keira melihat arah yang ditunjukan putranya, lalu segera membawa Shaka ke tempat yang ingin di tujunya. 


"Bagaimana cara untuk bisa mendapatkan boneka itu?"tanya Keira pada pria paruh baya yang sedang membaca koran. 


"Kamu bisa memecahkan 10 balon untuk mendapatkannya. Jika kamu berhasil dalam satu kali percobaan, kamu bisa mendapatkan  3 boneka apa saja,"jawab pria paruh baya itu dengan acuh tak acuh, lalu melanjutkan bacaannya. 


"Oke." Keira tidak terlalu peduli dengan jawaban cuek pria paruh baya itu, dia segera mengambil pistol di depannya. 


"Kalau Ibu gak berhasil, gak papa. Kita bisa membelinya,"ucap Shaka perhatian ketika melihat Keira yang bersiap-siap.


"Tidak perlu, Ibu akan mendapatkannya untukmu,"ujar Keira percaya diri. 


Mendengar kepercayaan diri wanita muda itu, pria paruh baya itu hanya mendengus. Sudah banyak orang yang menyerah dalam permainannya, dan membuat permainan ini menjadi sepi peminat. 


Tanpa memperhatikan tatapan meremehkan dari pria tua itu, Keira segera memposisikan tubuhnya menjadi postur menembak. Dengan tatapan tajam, Keira memposisikan pistolnya pada target yang akan dia tembak, lalu melepaskan pelatuknya dan… dor balon merah itu segera meletus begitupun balon selanjutnya. 


Pada awalnya pria tua itu tidak memperhatikannya, tapi melihat bagaiman dia langsung memecahkan 5 balon berturut-turut, membuat dia tercengang. Apalagi saat melihat postur menembak yang sempurna, apa wanita ini seorang polisi yang sedang berlibur? 


Berbeda dengan Shaka, dia sangat bersemangat melihat ibunya yang super kuat bisa memecahkan semua balon. Sekarang ibu adalah orang yang dia kagumi setelah ayahnya. 


"Ibu tembak balon warna biru, yang kuning, itu merah!" Dengan semangat yang menggebu-gebu, Shaka menunjuk balon yang ingin ibunya tembak.


Kurang dari 1 menit, Keira berhasil memecahkan 20 balon dalam satu kali percobaan. 


"Karna kami menang, beri kita 5 bonekanya."


Meskipun dia enggan, pria tua itu tidak punya pilihan lain selain memberikan hadiahnya. 


"Boneka apa yang kamu inginkan?"tanya pria tau itu menggertakan giginya 


Shaka dengan gembira langsung menunjuk 5 boneka yang diinginkannya, sesudah mendapatkannya mereka pergi dengan gembira. 

__ADS_1


Setelah memainkan semua wahana di taman hiburan, kini ibu dan anak itu sedang berteduh dari sinar matahari di bawah pohon besar dengan ice cream di tangan mereka masing-masing dan bercanda ria. 


Tidak jauh dari posisi Keira, seorang pria tengah sibuk menjawab telepon dengan anak kecil dipelukannya sedang mengantri membeli ice cream. 


"Ada apa?"


"...."


"Aku ada di taman hiburan, kenapa?"


"...."


"Kenapa bisa kabur?" Keenan sangat terkejut mendengar berita kalau istri bosnya kabur, bukannya hubungan mereka baik-baik saja, apalagi saat melihat kebucinan bosnya sendiri. 


"Ceritanya sangat panjang, Bos menyuruhmu pergi ke markas."


"Iya." Saat Keenan hendak mematikan panggilannya, pandangannya secara tidak sengaja melihat punggung seseorang yang dikenalnya. 


"Bukannya itu Keira?"gumamnya rendah, karena teleponnya belum dimatikan. David yang berada jauh darinya mendengar gumaman Keenan, dan segera bertanya padanya


"Di mana?" 


"Di bawah pohon."


"Hah? Beralih ke video."


"Pantau Nyonya jangan sampai kabur lagi."


°°°°


Di sebuah villa, di tengah hutan. 


"Bos!"teriak David mendobrak pintu ruang kerja Xavier, hingga membuat beberapa orang yang berada di dalam sangat terkejut. 


"Sialan David!"


"Brengsek!"


"Kau ingin mati hah!"


Pada saat ini, David sangat bersemangat saat melihat wanita di dalam video itu, sehingga menghiraukan semua kutukan dari rekannya dan berlari ke arah pria suram yang duduk di kursi kebesarannya. 


"Bos, Keenan sudah tau keberadaan Nyonya Keira!"ucap David semangat. 


"Apa yang kamu katakan!" Xavier mencengkram sandaran kursi dengan kuat, pupil matanya yang suram menatap David dengan niat membunuh. 


David tidak punya waktu untuk takut dengan tatapan bosnya, dia dengan cepat menyerahkan ponselnya kepada xavier. 


"Lihat Bos, bukannya ini Nyonya Keira. Dia sekarang berada di taman hiburan, yang dibangun oleh perusahaanmu Bos." 

__ADS_1


Xavier melihat wanita dalam video itu, meskipun hanya belakang punggungnya, tapi dia tau, itu adalah Keira! 


"Kerahkan semua pengawal untuk memblokir taman itu, jangan biarkan dia lolos lagi!"


"Baik Bos." David segera memerintahkan semua pengawal untuk memblokir taman hiburan. 


"Tangkap wanita itu, saya akan segera ke sana,"perintah Xavier dengan dingin pada Keenan. 


"Baik Bos." 


Xavier segera berjalan keluar dengan aura yang kuat diikuti oleh beberapa pria tampan di belakangnya. 


"Felix bawa mobil."


"Baik Bos."


"Kenzo retas semua pemantauan jalan yang dilewati Keira."


"Siap Bos." 


Segera beberapa mobil hitam melesat keluar dari villa mewah, melewati hutan belantara menuju jalan yang ramai. 


Di dalam mobil, seluruh perhatian Xavier tidak pernah lepas dari ponsel di tangannya, yang menampilkan seorang wanita yang setiap saat dia rindukan. 


"Akhirnya aku menemukanmu, sayang."


 


 ••••


Taman hiburan. 


Keenan berjalan mendekat menuju Keira bersama Lucas Sambil memegang ponsel yang menampilkan wajah dingin Xavier. 


"Keira,"panggil Keenan mengejutkan wanita itu. 


"Ka-kamu! Kenapa bisa ada di sini?" Keira sangat terkejut melihat pria di depannya.  


Kenapa Keenan bisa ada di sini, apa dia bersama Xavier! 


Seolah takut pria itu ada di sini, Keira celangak-celinguk memperhatikan sekeliling. Jika Xavier ada di sini, Keira akan segera kabur sebelum tertangkap. Namun nihil , tidak ada sosok Xavier diantara kerumunan ini, yang membuat hati tegangnya sedikit rileks. 


Seolah tahu apa yang dicari Keira, Keenan tersenyum simpul, lalu berkata, "Xavier tidak ada di sini…"


Sebelum Keira bisa menghela nafas lega, dia mendengar ucapan yang membekukan tubuhnya. 


"Tapi di sini." Keenan menyodorkan ponselnya ke depan Keira, yang menampilkan wajah suram Xavier. 


"Dia akan segera datang ke sini."

__ADS_1


__ADS_2