Istri Kecil Tuan Muda Xavier

Istri Kecil Tuan Muda Xavier
Bab 38


__ADS_3

Rumah sakit swasta. 


"Kenapa Ayah bisa masuk rumah sakit?"tanya Keira sambil menyiapkan makanan sehat yang dibuat koki di rumah. 


Siang tadi, dia menerima kabar kalau ayah dilarikan ke rumah sakit. Keira yang menerima kabar itu segera ke rumah sakit. 


"Mungkin karena Ayah kelelahan mengurus perusahaan,"jawab adam lemah, perhatiannya tidak lepas dari Keira yang sibuk menyiapkan makan siang untuknya. 


Hatinya terasa tersumbat dan sakit, saat memikirkan masa lalu. Ketika putrinya masih kecil, dia tidak pernah mempedulikan dan memperhatikannya. Tapi sekarang, ketika dia sakit, putri inilah yang mengurusnya. Sedangkan ibu dan anak itu, hanya sibuk dengan urusannya masing-masing. 


"Nah, Ayah makanannya sudah siap." 


Melihat makanan di atas meja yang khusus dibawa putrinya, Adam merasa terharu, matanya yang biasa tajam pada saat ini mulai berkaca-kaca. 


"Terima kasih, Nak." Suaranya tercekat menahan tangis. 


Merasa ada yang tidak beres dengan suara ayah, Keira mengangkat wajah cantiknya dan melihat mata Adam yang berkaca-kaca. 


"Ayah kenapa? Apa ada yang sakit? Keira akan panggilkan Dokter dulu." Dengan itu, Keira akan pergi keluar memanggil dokter. 


"Tidak, tidak, Ayah tidak papa." Adam buru-buru mencekal pergelangan putrinya yang akan pergi. 


"Lalu kenapa Ayah nangis?"tanya Keira khawatir. 


"Ayah tidak nangis, Ayah hanya kelilipan." Adam buru-buru menghapus air matanya, lalu tersenyum ke arah Keira. Dia tidak ingin membuat putrinya khawatir. 


"Benarkah?"


"Iya, ayo makan, sekarang perut Ayah sudah lapar."


"Oke." 


Setelah makan siang, kini Keira menemani ayahnya sebentar sebelum dia pulang. 


"Apa Asher pergi ke rumahmu?"


"Iya, kenapa Ayah mengusirnya dari rumah?"


"Bajingan kecil itu membuat Ayah darah tinggi terus,"ucap Adam kesal. 


Memikirkan kelakuan putra satu-satunya yang suka memberontak, membuat kepala Adam pusing. 


"Dia bisanya main terus, jika terus seperti ini, bagaimana bisa dia mengelola perusahaan di masa depan nanti."


Melihat wajah ayah yang lelah, Keira merasa kasihan. Dia kemudian mengusap punggung tangan Adam, mencoba menenangkannya. 


"Nanti Keira coba bicara dengan Asher."


"Yah, dia sangat patuh denganmu. Tapi ngomong-ngomong, Xavier memperlakukanmu dengan baikkan?"tanya Adam khawatir, dia seharusnya tidak menjodohkan putrinya pada pria kejam itu, hanya demi keuntungannya sendiri. 


Memikirkan pria yang lengket itu, mata Keira langsung melembut dengan senyum tipis yang menghiasi wajah cantiknya. 


"Tidak papa, dia memperlakukanku dengan baik kok."

__ADS_1


"Benarkah?"


"Hm." 


Setelah menunggu ayah tertidur, Keira langsung pergi keluar dari bangsal, dan berjalan dengan kaki rampingnya,suara ketukan high heelsnya sangat nyaring saat melewati lorong-lorong rumah sakit yang terlihat sepi. 


"Berhenti!"


Melihat tangan ramping seseorang menghentikan jalannya, Keira langsung berhenti lalu menoleh ke samping. 


"Ada apa?"ucap Keira sopan pada wanita cantik yang menggunakan gaun rumah sakit. 


"Bisakah kita bicara?"tanya wanita itu lembut. 


Melihat wanita itu yang tertatih-tatih, mata coklatnya bersinar dengan cahaya aneh. Lalu tersenyum penuh minat. 


"Oke."


•••


Di taman rumah sakit. 


Clara menatap wanita glamor yang duduk di sampingnya dengan tatapan iri dan cemburu. 


Meskipun wajahnya terlihat sedikit mirip dengannya, tapi kecantikan wanita itu lebih unggul darinya, kulitnya yang lembut dan cerah terlihat sangat alami, tanpa satu pun pori-pori yang terlihat di wajahnya. Tidak seperti dia, meskipun wajahnya putih tapi tidak selembut wanita itu dan terdapat pori-pori kecil di wajahnya. 


"Ada apa?"tanya Keira jengah saat Clara tak kunjung berbicara. 


"Ah, itu, aku hanya ingin bertanya padamu." Clara buru-buru menetralkan ekspresinya menjadi lembut. 


"Ya, kenapa?" Keira menatap Clara dengan acuh tak acuh, dia tidak melewatkan sinar licik di matanya. 


"Bagus, aku hanya ingin memberikan ini kepada Xavier, sebagai permintaan maaf." Clara menyerahkan kotak hadiah yang terlihat rapi ke tangan Keira. 


Seolah takut Keira salah paham, Clara buru-buru menjelaskan dengan panik, 


"Kamu jangan salah paham, aku murni memberikan ini sebagai permintaan maaf. Aku tidak ada maksud lain, lagian sekarang kami tidak ada hubungan apa-apa."


Melihat kotak kado di tangannya, Keira tersenyum miring. 


"Oke, aku akan memberikannya."


"Terima kasih, ngomong-ngomong wajah kita sedikit mirip. Pantas saja Xavier menikahimu, "ucap Clara tersenyum polos. 


Keira tau apa maksdunya, tapi dia hanya mengangguk bekerja sama dengannya. 


"Yah, mungkin suamiku memilihku karena aku terlihat lebih baik, dibandingkan mantan pacarnya,"ucap Keira lembut seraya tersenyum manis pada Clara. 


"Ya, wajahmu terlihat baik,"ucap Clara tersenyum paksa, dia tidak bisa menyembunyikan matanya yang penuh kecemburuan dan kebencian. 


"Karena tidak ada lagi, aku pergi dulu." Tanpa menunggu persetujuan Clara, Keira langsung melenggang pergi meninggalkannya di taman. 


Melihat punggung wanita itu yang pergi, Clara mengepalkan tinjunya erat, wajahnya yang cantik terlihat suram. 

__ADS_1


°°°


TK Rainbow. 


Seorang wanita cantik, tengah bersandar di  mobil sport mewahnya yang terparkir rapih di depan gerbang sekolah. Gaunnya yang berwarna merah maroon terlihat elegan, membuat kulit putihnya lebih cerah di bawah sinar matahari. Rambutnya yang panjang ia gerai ke belakang, dengan kacamata hitam bertengger manis di hidungnya.   


Karena sekarang adalah jam pulang, semua orang yang datang menjemput anak mereka, mengalihkan perhatiannya pada sosok wanita glamor itu. 


Shaka yang baru saja keluar dari gerbang bersama Lucas, secara tidak sengaja melihat sosok yang dikenalnya. Dia buru-buru menggandeng tangan Lucas dan berlari ke arah ibunya. 


"Ibu!"panggil Shaka dengan suara manis lalu memeluk paha Keira. 


"Hay sayang." 


"Hay Lucas, kita bertemu lagi."


Lucas yang disapa oleh wanita cantik di depannya sangat gugup, wajah kecilnya langsung tersipu malu. 


"Ibu hari ini kami akan bermain di rumahku."


"Oke, sekarang masuk ke mobil." Keira membantu kedua anak itu untuk naik dan memakaikannya sabuk pengaman. 


Setelah itu, Keira langsung mengemudikan mobilnya dan melesat pergi meninggalkan sekolah. 


***


C&R Company. 


"Kenapa kita ada di sini?"tanya Shaka heran ketika melihat gedung tinggi pencakar langit di depannya. 


"Ibu mau berikan dokumen ini pada Ayah, kalian mau ikut apa nunggu di sini?"tanya Keira sambil keluar dari mobil. 


"Ikut!"


"Oke."


Keira berjalan menuju meja resepsionis diikuti oleh dua buntut kecil di belakangnya. 


"Silahkan, ada yang bisa saya bantu,"ucap wanita di meja depan seraya tersenyum sopan. 


"Saya orang yang ditugaskan atasanmu untuk memberikan dokumen ini,"ucap Keira sopan sambil menunjuk dokumen di tangannya. 


"Oh mari saya antar."


Keira mengikuti wanita itu menuju lift khusus eksekutif tinggi, ke lantai atas ruangan CEO. 


"Ini ruangannya."


"Terima kasih."


Setelah wanita itu pergi, Shaka langsung bertanya pada ibunya, 


"Apa Ayah ada di dalam?" 

__ADS_1


"Ibu tidak tau,"jawab Keira, kemudian mengetuk pintu di depannya. 


"Masuk."


__ADS_2