Istri Kecil Tuan Muda Xavier

Istri Kecil Tuan Muda Xavier
Bab 24


__ADS_3

Xavier merasa ada yang aneh dengan sikap istrinya. Dia tidak tau alasannya kenapa, namun sedari tadi siang istrinya sangat pendiam tidak seperti biasanya yang selalu ada topik untuk dibicarakan. Meski diajak bicara pun jawabannya sangat singkat.


"Kamu kenapa dari tadi cuekin mas mulu, mas ada salah ya sama kamu, kalau iya mas minta maaf." ucap Xavier dengan lembut, tangannya mengusap rambut Keira lembut.


"Aku gak papa, juga mas gak ada salah kok." jawab Keira pelan.


Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus bertanya padanya siapa wanita yang sangat mirip denganku. Tapi, apa dia akan marah jika tau aku menguping pembicaraan mereka.


"Lalu, kenapa kamu cuekin mas."


Menghela nafas tak berdaya, Xavier menatap punggung kecil Keira yang terbaring membelakanginya.


Apa aku harus memberitahunya. Yah seharusnya begitu dari pada aku yang bingung.


Setelah pertimbangan yang mantap, akhirnya Keira berbalik menghadap Xavier. Tanpa mengangkat matanya Keira menautkan jari-jarinya sangat gelisah. Tidak berani menatap langsung mata hitam Xavier yang tajam.


"Em…apa mas setuju nikahin aku karena aku sangat mirip dengan wanita yang mas cintai. Apa aku dijadikan sebagai penggantinya?" tanya keira gugup.


Mendengar apa yang dikatakan Keira, ekspresi Xavier langsung berubah datar, dia menatap kepala Keira yang tertunduk dengan tajam.


"Kamu mendengar pembicaraanku dengan karina?" tanya Xavier dengan nada dingin.


Mendengar nada dingin Xavier, Keira dengan cepat menatap ke arah suaminya dan buru-buru menjelaskan dengan panik.

__ADS_1


"Ti-tidak a-aku aku tidak sengaja mendengarnya a-aku…"


"Maaf." bisik Keira menciutkan lehernya saat melihat tatapan tajam Xavier.


"Aku tidak sengaja mendengarnya saat melewati taman untuk mencarimu." jelas Keira, tidak berani menatap langsung mata suaminya.


Mendengar penjelasannya ekspresi Xavier berubah lembut, dia mengapit dagu Keira pelan untuk menatap langsung matanya.


"Jadi kamu cuekin mas dari tadi gara-gara ini?" tanya Xavier untuk memastikan.


Keira hanya mengangguk lucu sebagai jawabannya, sambil menatap Xavier dengan takut-takut.


"Heh…." terkekeh lucu melihat tingkah istrinya, Xavier membawa Keira kepelukannya lalu mencium kepalanya gemas.


Mendengar penjelasan Xavier membuat hati kecil Keira menjadi tenang, melengkungkan bibirnya ke atas Keira memeluk pinggang Xavier mesra.


"Lalu kenapa dia bilang aku sangat mirip dengan wanita itu?" tanya Keira penasaran sambil menatap rahang tegas Xavier.


"Mas tidak tau, sekarang ayo kita tidur." ucap Xavier berubah datar, dia memeluk Keira lembut dan membiarkan kepalanya terbenam di dada bidangnya.


Mendengar nada bicaranya yang tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini, Keira hanya tersenyum kecut matanya yang indah perlahan meredup. Dia sebenarnya tau kalau Xavier hanya mencoba menenangkannya. Dan dia juga tau kalau suaminya berbohong padanya. Jika Xavier tidak tau, lalu kenapa ada foto wanita itu di ruang kerjanya.


Yah tidak apa-apa Keira, setidaknya kamu tidak terlalu kecewa.

__ADS_1


"Apa kamu mencintaiku…." lirih Keira pelan, lalu perlahan menutup matanya.


Mendengar nafas tenang dari wanita dipelukannya, Xavier menatapnya dengan hangat lalu memeluknya erat dan mencium keningnya penuh kasih sayang. Dagunya bertumpu di atas kepala Keira sambil menatap ke arah jendela yang memperlihatkan suasana malam yang sunyi dan gelap yang hanya diterangi oleh cahaya bulan.


"Aku mencintaimu." bisiknya rendah di tengah malam yang sepi.


......................


Di tengah hutan yang rimbun, sepi, dan gelap dengan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi, terdengar suara lolongan serigala yang membuat suasana hutan ini terlihat sangat menyeramkan. Yang membuatnya tidak ada seorang pun yang berani datang ke hutan ini sendirian, karena hutan ini terkenal dengan banyaknya hewan buas yang selalu berkeliaran di tengah malam untuk mencari mangsa.


Namun meski begitu, terdapat sebuah rumah yang sangat mewah dengan lampu yang menyinari rumah itu di tengah hutan yang gelap dan sepi itu. Rumah itu sengaja dibangun di tengah hutan sebagai tempat persembunyian dari orang-orang yang mengganggu.


Selain itu disalah satu ruangan yang dipenuhi dengan teknologi canggih seorang pria tengah duduk di depan layar yang dipenuhi dengan kode-kode yang tidak dapat dimengerti. Jari-jarinya yang putih dan panjang mengetuk papan keyboard dengan lincah.


"Dasar David sialan, kenapa harus aku yang ngerjain ini sendiri sih." gerutu pria itu kesal.


Pria muda itu adalah Kenzo salah satu dari 7 anggota SEVEN KILLER. Wajahnya sangat tampan dengan iris mata biru, dan rambut mullet berwarna cream. Kenzo adalah anggota SEVEN KILLER yang bertugas sebagai hacker, tidak hanya itu Kenzo juga pandai bertarung dalam pertarungan jarak dekat.


"Akh…akhirnya selesai." ucapnya menghela nafas lega, dia kemudian mencabut plasdisk yang terpasang di komputernya.


Lalu bangkit dari kursinya, Kenzo melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya menuju dapur untuk mengambil air minum. Setelah sampai di lantai dapur, dia membuka lemari pendingin lalu mengambil botol air minum yang masih utuh. Membuka tutupnya, Kenzo langsung meminum air itu dengan rakus.


"Kenzo!" teriak seseorang.

__ADS_1


"Uhuk…uhuk…ah dasar sialan."


__ADS_2