Istri Kecil Tuan Muda Xavier

Istri Kecil Tuan Muda Xavier
Bab 21


__ADS_3

Di dalam kamar mandi Keira berdiri di depan cermin melihat pantulan dirinya, wajahnya yang cantik terlihat pucat seperti orang sakit. Mata hitam yang biasanya terlihat indah dan berkilau sekarang hanya memperlihatkan tatapan kosong, dengan pikiran yang melayang ke mana-mana.


Saat dia pergi ke taman lagi untuk mencari Xavier, dia secara tidak sengaja melihat Xavier bersama Karina tengah membicarakan sesuatu. Dia tidak tau apa yang mereka bicarakan tapi di lihat dari wajah Karina yang sangat marah mungkin itu perbincangan yang sangat serius. Sebenarnya setelah melihat suaminya baik-baik saja dan tidak terluka, dia akan langsung pergi dari sana dan tidak mengganggu ataupun mendengar apa yang tengah mereka bicarakan.


Tapi entah kenapa hati kecilnya selalu mengatakan untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Dengan dorongan hatinya keira pun mendengar percakapan mereka sambil bersembunyi di belakang pohon tidak jauh dari mereka. Namun yang Keira tidak sangka adalah saat mendengarkan perbincangan mereka akan membuat dia merasa terkejut, syok, marah dan kecewa.


Perasaannya pada saat itu sangat campur aduk antara kecewa dan ingin marah, tanpa mendengarkan kelanjutannya lagi saat itu Keira langsung pergi dari sana meninggalkan mereka.


"Apa maksudnya sangat mirip denganku." gumamnya lirih, Keira melihat pantulan wajahnya di cermin.


"Siapa wanita yang mirip denganku? apa maksudnya aku dijadikan sebagai penggantinya? bukankah dia tidak pernah dekat dengan wanita? apa dia berbohong? jadi selama ini dia terus dekat denganku karena aku sangat mirip dengan wanita itu."


Banyak pertanyaan-pertanyaan yang melintas di otak Keira tanpa ada jawaban dari setiap pertanyaan itu. Membuat kepalanya merasa pusing.


"Tapi… kenapa hatiku terasa sakit seperti di sayat sayat oleh pisau tajam"


Keira menyentuh dadanya yang terasa sakit, apa seharusnya aku tidak boleh menaruh harapan tinggi untuk pernikahan yang harmonis yang selalu dia impikan. Ya seharusnya begitu karena bagaimana pun ini hanya pernikahan paksa yang dilakukan oleh orang tua masing-masing untuk kepentingan mereka sendiri.


Tok…tok…tok


"Ibu…kenapa lama sekali ayah sudah nunggu di luar." teriak Shaka dari luar kamar mandi.


Mendengar teriakan Shaka dari luar Keira langsung mencuci wajahnya, dia tidak ingin putranya melihat penampilan dirinya seperti ini.


"Ya sayang sebentar."


Setelah mengelap wajahnya dengan tisu Keira langsung mengoleskan lipstik dibibirnya yang pucat, dia tidak ingin anaknya merasa khawatir saat melihat ibunya yang sangat pucat. Dirasa penampilannya sudah beres dan tidak ada lagi hal yang mencurigakan.

__ADS_1


Keira berjalan keluar dari kamar mandi dan melihat putranya tengah bersandar di tembok dekat pintu sambil bersidekap dada. Wajahnya yang tampan cemberut terlihat sangat imut.


"Maaf sayang kamu nunggu lama ya, ayo sekarang kita kembali." Keira membelai rambut Shaka lembut lalu memegang tangan mungil Shaka dan berjalan keluar dari rumah.


"Huh…kenapa ibu lama sekali sih." protes Shaka menatap Keira dengan tidak puas, bibirnya yang kecil maju ke depan.


"Iya iya ibu kan sudah minta maaf." kata Keira melirik putranya yang masih menggerutu.


"Iya deh." pasrah Shaka, dia mengikuti ibunya dari belakang sambil di gandeng olehnya.


Setelah mereka berjalan keluar, langkah Keira terhenti tiba tiba tubuhnya mematung saat melihat Xavier yang sudah duduk di kursi penumpang.


Tidak Keira kamu harus rileks, mungkin perkataan Karina itu palsu. Kamu harus memastikannya sebelum mengambil kesimpulan.


Sesudah menenangkan dirinya, Keira menghela nafas panjang dia kemudian berjalan langsung menuju mobil lalu membantu Shaka untuk duduk di mobil setelah selesai kemudian dirinya yang masuk.


"Tidak papa, David ayo jalan." perintah Xavier setelah melihat istri dan putranya sudah masuk.


"Baik tuan."


Perlahan mobil itu menjauh dari pekarangan rumah Chester. Karina yang melihat mobil itu menjauh, perlahan mengepalkan jarinya. Dia benar benar sangat membenci wanita itu maupun wanita yang sekarang menjadi istri Xavier. Seharusnya dia yang menjadi istri Xavier tapi kenapa harus orang lain yang mendapatkan nya.


Arghh dasar wanita sialan lihat saja aku akan membuat rumah tangga kalian hancur.


Menggertakan gigi dengan kecemburuan, Karina kemudian tersenyum miring dengan tatapan mata yang sangat ganas dan obsesi tinggi yang tersembunyi dikedalaman matanya yang berwarna coklat.


"Ckckck…kasihan sekali pria yang dicintai menikah dengan orang lain." ejek Alaric tiba-tiba, dia menyandarkan tubuhnya di pintu kamar.

__ADS_1


Mendengar ejekan dari pria yang sangat dibencinya karina langsung berbalik dia menatap tajam pria yang berdiri di depannya dengan penuh kebencian.


"Dasar brengsek semua ini gara-gara kamu, seharusnya Xavier yang menghabiskan malam bersama denganku bukan pria seperti mu seorang anak haram yang lahir dari wanita simpanan. Memikirkannya saja membuatku jijik." hina Karina dengan tatapan penuh rasa jijik.


Mendengar hinaan dari wanita itu membuat Alaric murka, dia langsung berjalan ke arah Karina lalu menjambak rambutnya dengan kuat.


"Akh…lepas!" ringis Karina dengan wajah kesakitan dia mencoba melepaskan tangan Alaric sekuat tenaga. Namun tenaga pria dan wanita jelas berbeda, Karina tidak bisa melepaskan tangan Alaric dari rambutnya.


Alaric menghiraukan perjuangan Karina, dia menyeret tubuh karina masuk ke dalam kamar lalu membantingnya ke lantai.


"Akh…." teriak Karina kesakitan kepalanya membentur ujung meja perlahan air matanya mulai berjatuhan, dia memegang kepalanya yang terasa pusing dan merasakan cairan kental di kepalanya.


Melihat tangannya yang dipenuhi darah, wajah Karina langsung pucat dengan tubuh yang gemetar ketakutan dia secara spontan berteriak histeris.


"Akhh…da-darah!"


"Diam!" bentak Alaric, dia langsung berjongkok di hadapan Karina lalu mencengkram dagunya sangat kencang.


"Dengarkan ini baik-baik sialan, memangnya siapa yang membuat semua ini terjadi anda kan. Kamu pikir dengan memberikan obat diminuman Xavier, dia akan masuk ke dalam jebakanmu hah!tidak ,Xavier tidak sebodoh itu masuk rencana konyol mu…" cibir Alaric menjeda ucapan saat melihat tubuh Karina yang bergetar ketakutan.


"Dia adalah raja di dunia bisnis, semua orang sangat mengenalnya dan menghindarinya. Tidak ada yang berani melawannya, dan kau dengan rencana konyol mu itu ingin menjebak Xavier. Apa kau tau, orang yang berani melawannya akan berakhir dengan mengenaskan." lanjutnya.


Kemudian dia melepaskan cengkramannya lalu berdiri dan menatap wanita itu dengan tatapan merendahkan.


"Jika bukan karena aku yang harus bertanggung jawab, aku tidak sudi menikah dengan wanita rendah sepertimu. Ck menyedihkan. " setelah mengatakan kalimat itu Alaric langsung meninggalkannya sendirian.


Melihat belakang punggung pria itu yang menjauh, matanya sangat merah penuh kebencian dengan darah yang mengalir diwajahnya terlihat seperti iblis.

__ADS_1


Lihat saja aku pasti akan membunuhmu. batinnya lalu tersenyum miring.


__ADS_2